bukamata.id – Siapa yang tak kenal Pasar Cimol Gedebage di Kota Bandung? Pasar ini dikenal sebagai surga thrift shop yang selalu ramai dikunjungi pecinta fashion dari berbagai kalangan.
Namun, tahukah kamu bagaimana asal-usul nama “Pasar Cimol Gedebage”? Apakah ada kaitannya dengan camilan berbahan dasar aci?
Ternyata, nama Cimol bukan berasal dari makanan, melainkan merupakan singkatan dari Cibadak Mall.
Sejarahnya bermula pada tahun 1990, saat para pedagang emperan mulai berjualan di sepanjang Jalan Cibadak, Bandung.
Sebelum akhirnya menetap di Gedebage, Pasar Cimol sempat berpindah-pindah ke beberapa lokasi lain, seperti Tegalega dan Kebon Kelapa.
Baru pada awal 2000-an, Pemerintah Kota Bandung menyediakan lahan seluas 14 hektar di kawasan Gedebage untuk memfasilitasi para pedagang.
Pasar Cimol Gedebage resmi diresmikan pada tahun 2004 oleh Wali Kota Bandung saat itu, Dada Rosada.
Tak butuh waktu lama, pasar ini mencapai masa kejayaan di era 2000-an. Dengan menjual berbagai pakaian bekas impor hingga sisa ekspor yang tak lolos quality control, Pasar Cimol menjadi destinasi utama para penggiat fashion, terutama anak muda.
Saat ini, Pasar Cimol Gedebage berlokasi di kompleks Pasar Induk Gedebage, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.
Setelah mengalami kebakaran hebat pada tahun 2018, kawasan Pasar Cimol kini telah direvitalisasi. Dari yang dulu terkesan sempit dan kumuh, kini pasar ini tertata rapi di bangunan baru lengkap dengan los-los dagangan yang lebih nyaman.
Pasar Cimol Gedebage tetap menjadi ikon belanja barang preloved di Kota Bandung, menghadirkan suasana berburu fashion yang seru dan berkesan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











