Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan

Minggu, 11 Oktober 2026 01:00 WIB

Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan

Sabtu, 10 Oktober 2026 21:02 WIB

Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!

Sabtu, 10 Oktober 2026 20:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rekomendasi 15 Tempat Wisata Bandung Terpopuler untuk Mengisi Liburan Akhir Pekan
  • Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan
  • Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!
  • Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas
  • Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian
  • Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur
  • Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit
  • Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Atalia Praratya Kecam Lirik Lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejat’ Gubahan Om Zein, Netizen: Jauh dari Pi-contoheun!

By Aga GustianaRabu, 1 Juli 2026 10:17 WIB4 Mins Read
Lirik lagu ciptaan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzen tuai sorotan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPR RI sekaligus tokoh masyarakat Jawa Barat, Atalia Praratya, menyampaikan kritik mendalam dan terbuka terkait kontroversi lagu karya Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau akrab disapa Om Zein, yang berjudul “Lalaki Langit Lalanang Bejat”.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @ataliapr, mantan istri dari Ridwan Kamil ini mengunggah potongan video lagu tersebut seraya mengekspresikan rasa kecewa dan herannya yang mendalam terhadap narasi lirik yang digunakan.

Pertanyakan Pilihan Kata dan Nilai Budaya Sunda

Atalia menegaskan bahwa sebagai seorang perempuan dan bagian dari masyarakat Sunda, dirinya sama sekali tidak menemukan esensi penghormatan terhadap kaum hawa di dalam lagu tersebut.

“Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan,” tulis Atalia tegas dalam takarir (caption) unggahannya, dikutip Rabu (1/7/2026).

Ia menyayangkan mengapa dari sekian banyak kekayaan kosakata bahasa Sunda yang indah dan sarat akan pesan kehidupan, sang kepala daerah justru memilih diksi yang dinilai mengolok-olok serta merendahkan martabat perempuan.

Baca Juga:  Menelusuri Sosok Aman Yani, Mantan Bankir yang Dicari Dedi Mulyadi dengan Sayembara Rp750 Juta

Bedah Lirik yang Menuai Kontroversi

Sebelumnya, materi lirik dalam lagu “Lalaki Langit Lalanang Bejat” ini juga sempat dibedah dan dikritik tajam oleh kreator konten Arini Joesoef (@arinijoesoef). Potongan lirik yang menjadi sorotan utama publik karena dinilai menjadikan pengalaman reproduksi serta kondisi biologis perempuan sebagai bahan olok-olok antara lain:

  • Olok-olok Kehamilan Remaja: “Sebab kalau aku jadi perempuan, SMP kelas 3 aku udah keguguran 7 kali.”
  • Stigmatisasi Seksual: “Makasih Tuhan sudah menciptakan aku sebagai laki-laki, aku jadi enggak usah beli kutang yang busanya lebih besar daripada payudara.”
  • Kecemasan Reproduksi: “Terima kasih Tuhan sudah menciptakan aku sebagai laki-laki, tak usah berkeliling apotek kalau telat datang bulan.”

Menanggapi narasi penulisan seperti itu, Atalia pun angkat bicara mengenai nilai kesundaan yang seolah tercoreng.

“Sebodoh apa pun saya memahami Budaya Sunda, saya tahu bahwa Budaya Sunda dibangun di atas nilai silih asih, silih asah, silih asuh, silih wawangi. Dan saya percaya, Budaya Sunda tidak pernah mengajarkan kita untuk menertawakan beban biologis seorang perempuan,” lanjut Atalia.

Baca Juga:  Demo Hari Ini 25 Agustus: Dari DPR Jakarta hingga Pati, Ini Faktanya

Soroti Kontradiksi Perjuangan Melawan Patriarki

Lebih lanjut, legislator yang aktif mengawal isu-isu perempuan dan anak ini menyuarakan keprihatinannya. Menurut Atalia, di saat elemen masyarakat sedang berjuang keras mengikis budaya patriarki yang merendahkan perempuan, sangat ironis jika narasi yang sebaliknya justru diproduksi oleh seorang pemimpin daerah melalui karya seninya.

“Hari ini kita mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Namun mengapa justru narasi yang sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah?..” ungkap Atalia.

Di akhir unggahannya, Atalia melempar pertanyaan kepada para pengikutnya di media sosial untuk memantik ruang diskusi, sembari menegaskan posisinya dengan kalimat penutup yang emosional: “Bagaimana menurut kalian? Atalia Praratya, Saya perempuan.”

Reaksi dan Sorotan Netizen: Colek Dedi Mulyadi

Unggahan kritis dari Atalia Praratya ini langsung diserbu oleh berbagai tanggapan dari warganet di kolom komentar. Banyak netizen yang sependapat dan menyayangkan minimnya sensitivitas dalam pemilihan lirik lagu tersebut.

“Miris! Tidak elok pemilihan kata dalam liriknya apalagi dibagikan ke publik,” ujar salah satu netizen yang menyayangkan penyebaran lagu tersebut ke ruang publik.

Baca Juga:  Karyawan Hibisc Puncak Tuntut Pekerjaan, Dedi Mulyadi Malah Bilang Begini

Kritik pedas lainnya juga datang dari netizen yang menilai bahwa karya seorang pejabat publik seharusnya menjadi teladan yang baik, bukan justru sebaliknya.

“Prihatin banget, jauh dari pi-contoheun (contoh teladan) kalau pejabat sampe bisa bikin lagu dengan lirik gini, judulnya aja udah “bejad” .. malu !!” tulis netizen lainnya dengan nada geram.

Tidak hanya memberikan kritik, sejumlah warganet bahkan menandai (tag) Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar ikut memberikan atensi dan menegur tindakan tersebut agar tidak menjadi preseden buruk yang berkepanjangan.

“Mohon cik atensina kang @dedimulyadi71 ulah di anteupkeun tuman bisi kamalinaan (Mohon perhatiannya kang @dedimulyadi71 jangan dibiarkan, jadi kebiasaan nanti keterlaluan),” desak seorang netizen di kolom komentar.

Hingga berita ini dimuat, unggahan video di akun @ataliapr terus mendapat sorotan dan menjadi ruang diskusi publik yang menuntut adanya evaluasi dan klarifikasi atas kelayakan lirik lagu “Lalaki Langit Lalanang Bejat”.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Atalia Praratya Dedi Mulyadi DPR RI om zein
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.