Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ramadhan Hampir Berakhir, Simak Waktu Imsak Hari ke-29 di Bandung

Kamis, 19 Maret 2026 03:00 WIB

Jadwal Liga Champions 19 Maret 2026: Laga Penentuan Perempat Final Bakal Penuh Drama

Kamis, 19 Maret 2026 01:00 WIB

Inovasi Baru! Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Praktis dan Bebas Ribet

Rabu, 18 Maret 2026 21:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ramadhan Hampir Berakhir, Simak Waktu Imsak Hari ke-29 di Bandung
  • Jadwal Liga Champions 19 Maret 2026: Laga Penentuan Perempat Final Bakal Penuh Drama
  • Inovasi Baru! Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Praktis dan Bebas Ribet
  • Sembilan Laga Penentu, Persib Tak Boleh Lengah Demi Gelar Juara
  • Video Pendek Ibu Tiri dan Anak Tiri Bikin Media Sosial Panas, Link Telegram Dicari
  • Jadwal Idul Fitri 2026: Muhammadiyah Pastikan 20 Maret, NU Belum Final
  • Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis
  • Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Audit Proyek Pembangunan Jabar 2025, Dedi Mulyadi Ogah Bayar Pekerjaan yang Asal-asalan

By Aga GustianaSelasa, 13 Januari 2026 15:18 WIB2 Mins Read
Proyek pembangunan jalan di Jawa Barat. (Foto: Instagram Dedi Mulyadi)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersiap mengambil langkah tegas terhadap proyek pembangunan yang dikerjakan sepanjang tahun anggaran 2025. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan akan dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hasil pekerjaan sebelum pembayaran akhir kepada para kontraktor direalisasikan.

Dedi menegaskan, kontraktor yang menghasilkan pekerjaan dengan mutu di bawah standar tidak akan menerima pembayaran penuh. Pernyataan tersebut disampaikannya saat memberikan keterangan di Bandung, Minggu (11/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa Pemprov Jabar saat ini memiliki dana sebesar Rp621 miliar yang dialokasikan untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran proyek. Namun, dana tersebut baru akan dicairkan setelah hasil audit lapangan menunjukkan kualitas pekerjaan yang sesuai ketentuan.

“Pembayaran pekerjaan pembangunan senilai Rp621 miliar tersebut akan dilakukan setelah Pemda Provinsi Jawa Barat mengaudit hasil pekerjaan. Dengan begitu, akan diketahui kualitas pekerjaan itu termasuk sangat baik, baik, atau kurang baik,” ujar Dedi.

Baca Juga:  Wagub Jabar Sindir Sekda Herman: Dulu Memelas, Kini Lewati Batas Kewenangan

Menurut Dedi, transparansi dan tanggung jawab dalam pengelolaan anggaran publik merupakan prinsip utama yang tidak bisa ditawar. Ia menegaskan, setiap rupiah uang negara harus berbanding lurus dengan kualitas hasil pembangunan.

“Pekerjaan yang kurang baik, kami tidak akan membayarkan semuanya,” tambahnya.

Adapun dana pelunasan proyek tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) serta penerimaan pajak kendaraan bermotor yang masuk setiap hari. Dedi pun mengapresiasi partisipasi masyarakat Jawa Barat yang dinilai sangat patuh dalam memenuhi kewajiban pajaknya.

Baca Juga:  KPK Ingatkan Pemprov Jabar Segera Inventarisir Sertifikat Aset

“Terima kasih kepada wajib pajak kendaraan bermotor yang bersemangat membayar pajak,” katanya.

Tak hanya mengandalkan pengawasan internal, Gubernur Jawa Barat juga membuka ruang partisipasi publik. Ia mendorong masyarakat untuk ikut mengawasi hasil pembangunan dengan menyampaikan kritik dan masukan melalui media sosial, guna menciptakan pengawasan yang terbuka dan objektif.

“Masyarakat Jawa Barat silakan untuk menyampaikan kritik dan saran melalui media sosial mengenai pekerjaan pembangunan,” ucap Dedi.

Sebagai catatan, Pemprov Jabar sebelumnya mencatat kondisi keuangan yang cukup ekstrem di penghujung tahun anggaran, dengan sisa saldo Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) hanya Rp500.000. Situasi tersebut terjadi bersamaan dengan adanya kewajiban pembayaran proyek senilai Rp621 miliar dalam APBD 2025.

Baca Juga:  Hindari Jebakan Ekonomi Digital, Istri ASN Jabar Ikuti Pelatihan Kerajinan Tangan

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menjelaskan bahwa kondisi tunda bayar tersebut dipengaruhi oleh strategi anggaran yang agresif. Target pendapatan ditetapkan tinggi, sementara belanja publik dijalankan secara maksimal.

“Pak Gubernur memberikan arahan bahwa APBD 2025 kita kan progresif. Pendapatannya kita pasang kencang, belanjanya kencang, alhamdulillah ya ternyata belanjanya luar biasa. Nah, dari sisi pendapatan, bukan berarti kinerja pendapatan tidak baik ya, tapi targetnya yang di atas rata-rata,” ujar Herman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBD 2025 Audit Proyek Dedi Mulyadi kontraktor Pembangunan Jawa Barat Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ramadhan Hampir Berakhir, Simak Waktu Imsak Hari ke-29 di Bandung

Inovasi Baru! Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Praktis dan Bebas Ribet

Jadwal Idul Fitri 2026: Muhammadiyah Pastikan 20 Maret, NU Belum Final

Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis

Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.