Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

Selasa, 16 Juni 2026 21:43 WIB

Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer

Selasa, 16 Juni 2026 20:57 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak

Selasa, 16 Juni 2026 20:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi
  • Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer
  • Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak
  • Persib Buru Bek Eropa 190 Cm! Mike van der Hoorn Jadi Target Utama 2026/2027
  • Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan
  • Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?
  • Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!
  • Kisah Gila dari Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun Tahan Imbang Spanyol, Followers IG Naik 10.000 Persen!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 16 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Babakan Siliwangi: Warisan Hijau Kota Bandung yang Penuh Sejarah dan Kontroversi

By SusanaKamis, 8 Mei 2025 04:00 WIB2 Mins Read
Ruang Terbuka Hijau (RTH), Hutan Kota Babakan Siliwangi. Foto: Humas Pemkot Bandung.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Babakan Siliwangi, sering disebut Baksil, bukan sekadar hutan kota di tengah hiruk pikuk Bandung.

Kawasan ini menyimpan sejarah panjang dan kisah kontroversial, mencerminkan pentingnya ruang hijau bagi kehidupan urban.

Tak banyak yang tahu bahwa kawasan ini sudah ada sejak era kolonial Belanda, tepatnya pada tahun 1920.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah perjalanan sejarah dan perkembangan Babakan Siliwangi hingga menjadi ikon hijau Kota Bandung saat ini:

1. Zaman Penjajahan: Awal Mula Warisan Alam Bandung

Pada masa kolonial Belanda, kawasan yang kini dikenal sebagai Babakan Siliwangi disebut Lebak Gede. Terbentuk dari aliran alami Sungai Cikapundung, wilayah ini berfungsi sebagai sabuk hijau penting bagi Kota Bandung.

Baca Juga:  Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Kota Bandung 22 Maret 2025

Pada 1920, muncul gagasan revolusioner untuk menjadikan Lebak Gede sebagai hutan kota dan taman terbuka, sebuah konsep yang sangat visioner di zamannya.

2. Era 1950–1980-an: Dari Hutan Kota ke Destinasi Wisata

Setelah Indonesia merdeka, pengelolaan kawasan ini diambil alih oleh Pemerintah Kota Bandung. Dalam periode kepemimpinan Wali Kota Otje Djundjunan (1950–1980), Babakan Siliwangi mulai dikembangkan sebagai kawasan wisata.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Bangun Rumah Pompa De'Marrakesh, Diklaim Bisa Bantu Kurangi Risiko Banjir

Restoran dan berbagai fasilitas hiburan mulai bermunculan, mengubah kawasan ini menjadi destinasi rekreasi favorit warga kota dan wisatawan.

3. Tahun 1990–2000-an: Kontroversi dan Kerusakan

Sayangnya, geliat komersialisasi yang semakin masif justru menimbulkan polemik. Rencana-rencana pembangunan yang melibatkan investor swasta memicu kekhawatiran tentang rusaknya fungsi ekologis kawasan.

Kontroversi memuncak pada tahun 2003, saat kebakaran melanda dan menghancurkan ikon Babakan Siliwangi, yakni Restoran Babakan Siliwangi. Tragedi ini memicu perdebatan serius tentang arah pengelolaan kawasan tersebut.

4. 2011 hingga Kini: Pengakuan Dunia dan Kembali ke Akar

Tahun 2011 menjadi tonggak penting ketika Babakan Siliwangi resmi diakui sebagai World Urban Forest oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca Juga:  Jalan Karapitan Jadi Surganya Para Penghobi Ikan Hias di Bandung

Dua tahun kemudian, pada 2013, Pemerintah Kota Bandung mengakhiri kerja sama dengan pihak swasta dan mengambil alih penuh pengelolaan kawasan.

Sejak saat itu, upaya pelestarian digencarkan. Penataan ulang, pemulihan ekosistem, dan penyediaan ruang partisipatif bagi masyarakat lokal dilakukan demi mengembalikan fungsi Babakan Siliwangi sebagai paru-paru kota.

Kini, kawasan ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tapi juga simbol perjuangan warga Bandung dalam mempertahankan ruang hijau di tengah tekanan urbanisasi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Babakan Siliwangi hutan Kota Bandung sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer

Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak

Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan

Kisah Gila dari Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun Tahan Imbang Spanyol, Followers IG Naik 10.000 Persen!

Heboh Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral, Ini Fakta yang Belum Banyak Diketahui

Strategi Lolos Pengajuan KUR BRI 2026 Rp100 Juta: Panduan Syarat, Langkah Online, dan Simulasi Cicilan Terbaru

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Viral! Daftar Nama yang Diserahkan Sony Sonjaya ke Kejagung Terkait Kasus BGN, Siapa Saja?
  • Video Cut Salwa di Hotel Full Durasi Viral, Warganet Cari Link Telegram
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.