Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Cair? Cek Status Penerima Lewat HP di Sini

Jumat, 30 Oktober 2026 20:42 WIB

Nyaris Hattrick! Bung Ropan Puji Ketajaman Balsa Sekulic Saat Persib Tumbangkan Melbourne Victory

Jumat, 30 Oktober 2026 20:36 WIB

Gaji Pensiunan PNS Naik? Ini Penjelasan Resmi Taspen Jelang Pencairan November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 20:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Cair? Cek Status Penerima Lewat HP di Sini
  • Nyaris Hattrick! Bung Ropan Puji Ketajaman Balsa Sekulic Saat Persib Tumbangkan Melbourne Victory
  • Gaji Pensiunan PNS Naik? Ini Penjelasan Resmi Taspen Jelang Pencairan November 2026
  • Lagi-lagi Panen Hujatan! Aksi Ustaz Riza Pamer Nge-Gym Bareng Wanita Picu Kontroversi Baru
  • Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: Big Match Chelsea vs MU hingga Liverpool vs Arsenal
  • Longsor 20 Meter Terjang Perumahan Buana Flamingo Cimahi, 4 Rumah Rusak Berat
  • Bobotoh Gigit Jari! Persib vs Isenmulang Kalteng FC Tak Disiarkan?
  • Kabar Gembira! Data Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Sudah Diperbarui, Cair November 2026?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Babakan Siliwangi: Warisan Hijau Kota Bandung yang Penuh Sejarah dan Kontroversi

By SusanaKamis, 8 Mei 2025 04:00 WIB2 Mins Read
Ruang Terbuka Hijau (RTH), Hutan Kota Babakan Siliwangi. Foto: Humas Pemkot Bandung.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Babakan Siliwangi, sering disebut Baksil, bukan sekadar hutan kota di tengah hiruk pikuk Bandung.

Kawasan ini menyimpan sejarah panjang dan kisah kontroversial, mencerminkan pentingnya ruang hijau bagi kehidupan urban.

Tak banyak yang tahu bahwa kawasan ini sudah ada sejak era kolonial Belanda, tepatnya pada tahun 1920.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah perjalanan sejarah dan perkembangan Babakan Siliwangi hingga menjadi ikon hijau Kota Bandung saat ini:

1. Zaman Penjajahan: Awal Mula Warisan Alam Bandung

Pada masa kolonial Belanda, kawasan yang kini dikenal sebagai Babakan Siliwangi disebut Lebak Gede. Terbentuk dari aliran alami Sungai Cikapundung, wilayah ini berfungsi sebagai sabuk hijau penting bagi Kota Bandung.

Baca Juga:  Cari yang Seger-seger di Kota Bandung? Yuk Merapat ke Jus Gaban

Pada 1920, muncul gagasan revolusioner untuk menjadikan Lebak Gede sebagai hutan kota dan taman terbuka, sebuah konsep yang sangat visioner di zamannya.

2. Era 1950–1980-an: Dari Hutan Kota ke Destinasi Wisata

Setelah Indonesia merdeka, pengelolaan kawasan ini diambil alih oleh Pemerintah Kota Bandung. Dalam periode kepemimpinan Wali Kota Otje Djundjunan (1950–1980), Babakan Siliwangi mulai dikembangkan sebagai kawasan wisata.

Baca Juga:  Tempat Hiburan Malam di Kota Bandung Wajib Tutup saat Maulid Nabi

Restoran dan berbagai fasilitas hiburan mulai bermunculan, mengubah kawasan ini menjadi destinasi rekreasi favorit warga kota dan wisatawan.

3. Tahun 1990–2000-an: Kontroversi dan Kerusakan

Sayangnya, geliat komersialisasi yang semakin masif justru menimbulkan polemik. Rencana-rencana pembangunan yang melibatkan investor swasta memicu kekhawatiran tentang rusaknya fungsi ekologis kawasan.

Kontroversi memuncak pada tahun 2003, saat kebakaran melanda dan menghancurkan ikon Babakan Siliwangi, yakni Restoran Babakan Siliwangi. Tragedi ini memicu perdebatan serius tentang arah pengelolaan kawasan tersebut.

4. 2011 hingga Kini: Pengakuan Dunia dan Kembali ke Akar

Tahun 2011 menjadi tonggak penting ketika Babakan Siliwangi resmi diakui sebagai World Urban Forest oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca Juga:  Catat, Hubungi 112 Bila Temukan Kabel Membahayakan di Kota Bandung

Dua tahun kemudian, pada 2013, Pemerintah Kota Bandung mengakhiri kerja sama dengan pihak swasta dan mengambil alih penuh pengelolaan kawasan.

Sejak saat itu, upaya pelestarian digencarkan. Penataan ulang, pemulihan ekosistem, dan penyediaan ruang partisipatif bagi masyarakat lokal dilakukan demi mengembalikan fungsi Babakan Siliwangi sebagai paru-paru kota.

Kini, kawasan ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tapi juga simbol perjuangan warga Bandung dalam mempertahankan ruang hijau di tengah tekanan urbanisasi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

hutan Kota Bandung sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lagi-lagi Panen Hujatan! Aksi Ustaz Riza Pamer Nge-Gym Bareng Wanita Picu Kontroversi Baru

KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!

Harga Emas Antam Anjlok Lagi! Hari Ini Dibanderol Rp 2.546.000 per Gram

Dari Murah hingga Mewah, Ini Daftar Steak Enak di Bandung Pilihan Warganet

Harga Emas Antam Anjlok Rp11.000 Hari Ini! Cek Daftar Lengkapnya Sebelum Beli

Video Lama Bocor Lagi! Reaksi Dingin Eve Saat Tahu Hamil Bikin Warganet Geleng-geleng Kepala

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.