Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos 2026 Tahap 3 Cair! Ini Jadwal, Besaran, dan Cara Cek Penerima Terbaru

Jumat, 3 Juli 2026 05:00 WIB

Cuanki Sadaya Bandung, Kuliner Jadul Rasa Autentik yang Ramai Diburu

Jumat, 3 Juli 2026 04:00 WIB

Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?

Jumat, 3 Juli 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos 2026 Tahap 3 Cair! Ini Jadwal, Besaran, dan Cara Cek Penerima Terbaru
  • Cuanki Sadaya Bandung, Kuliner Jadul Rasa Autentik yang Ramai Diburu
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Terlambat! Klaim Kode Redeem FF Terbaru 3 Juli 2026, Dapatkan Skin Senjata dan Diamond Gratis
  • Siap-siap! Bansos BPNT Tahap 3 Mulai Cair Juli 2026, Ini Tanda Saldo Rp600 Ribu Sudah Masuk KKS
  • Pergerakan Belum Selesai, Manajemen Persib Beri Kode Soal Rumor Mariano Peralta
  • 5 Kuliner Viral Bandung 2026 yang Lagi Diburu, Nomor 4 Bikin Antre Panjang!
  • Melawan Arus! Kisah Andi Saputra, Mantan Jurnalis yang Menjadi ‘Suara Tunggal’ Pembela Nadiem Makarim
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 3 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Bahaya Fatwa Berdasarkan Terjemahan, UAH Ungkap Cara Benar Memahami Al-Qur’an

By SusanaSelasa, 14 Januari 2025 12:00 WIB3 Mins Read
Ustadz Adi Hidayat. (Foto: Muhammadiyah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemahaman agama Islam yang mendalam memerlukan lebih dari sekadar membaca terjemahan Al-Qur’an. Ustadz Adi Hidayat (UAH), menyoroti kesalahan umum yang sering terjadi ketika seseorang mempelajari agama hanya berdasarkan terjemahan.

UAH menjelaskan pentingnya memahami ilmu dasar sebelum menyelami makna Al-Qur’an. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak sembarangan menarik kesimpulan dari teks terjemahan tanpa terlebih dahulu belajar dari sumber yang benar.

UAH memulai ceramahnya dengan menyinggung kebiasaan sebagian orang yang mengaji hanya melalui terjemahan.

“Banyak yang mengaji hanya dari terjemahan, tanpa mempelajari ilmunya. Yang lebih problematik lagi, mereka berfatwa hanya berdasarkan terjemahan. Itu masalah besar,” ujarnya dikutip dari YouTube @amalsunnah, Selasa (14/1/2025).

Sebagai contoh, UAH mengutip ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu surah Al-‘Alaq ayat 1. Dalam ayat tersebut, terdapat perintah “Iqra” yang sering diterjemahkan sebagai “bacalah”. Namun, UAH menjelaskan bahwa makna tersebut tidak cukup dipahami hanya melalui terjemahan semata.

Baca Juga:  Bolehkah Membawa HP yang Ada Al-Qur'an Digital ke Toilet? Ini Kata UAH

UAH menantang jamaah untuk membandingkan terjemahan surah Al-‘Alaq ayat 1 dengan surah Al-‘Ankabut ayat 45.

“Buka Al-Qur’an, surah 96 ayat 1, lihat terjemahannya, ‘bacalah’. Sekarang buka surah 29 ayat 45, katanya juga ‘bacalah’. Silakan cek,” ujarnya.

Meskipun kedua terjemahan tersebut terlihat serupa, UAH menjelaskan bahwa kata “Iqra” dan “Utlu” memiliki makna yang berbeda. “Iqra” berasal dari kata “qiraah”, yang berarti membaca tanpa menuntut pemahaman mendalam, sementara “Utlu” berasal dari kata “tilawah”, yang mencakup membaca, memahami, dan mengamalkan isi ayat.

Baca Juga:  Wajib Tahu! Ustadz Adi Hidayat Ungkap Batas Waktu Akhir Shalat Isya

Perbedaan ini, menurut UAH, menunjukkan bahwa mengaji hanya berdasarkan terjemahan tidak akan memberikan pemahaman yang utuh. “Kalau hanya mengaji pakai terjemahan, kita tidak akan memahami dengan benar. Iqra dan Utlu itu berbeda,” tegasnya.

UAH juga menekankan bahwa mempelajari Al-Qur’an memerlukan ilmu alat seperti nahwu, sharf, dan balaghah, yang membantu memahami konteks dan makna yang terkandung dalam setiap ayat. Tanpa ilmu ini, seseorang rentan salah dalam memahami ayat-ayat suci.

Lebih lanjut, UAH mengingatkan akan bahaya berfatwa hanya berdasarkan terjemahan. Ia menjelaskan bahwa terjemahan sering kali tidak mampu menangkap seluruh dimensi makna yang terkandung dalam bahasa Arab. Akibatnya, kesimpulan yang diambil bisa menyimpang dari maksud yang sebenarnya.

Dalam ceramah tersebut, UAH juga menekankan pentingnya belajar dari guru yang kompeten di bidang ilmu agama. Seorang guru yang ahli dapat menjelaskan konteks dan tafsir ayat-ayat Al-Qur’an dengan lebih mendalam dan akurat.

Baca Juga:  Ustadz Adi Hidayat Klarifikasi: Tidak Pernah Buka Donasi untuk Penjual Es Teh Viral

“Bukan hanya belajar dari buku, tetapi belajarlah dari guru yang paham. Dengan demikian, kita tidak akan salah dalam memahami ajaran agama,” ujarnya.

UAH juga memberikan nasihat agar umat Islam tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan dari ayat-ayat Al-Qur’an. Ia mengingatkan bahwa kesalahan dalam memahami ayat bisa berakibat buruk, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Menurut UAH, Al-Qur’an adalah petunjuk hidup yang memerlukan pemahaman mendalam agar dapat diaplikasikan dengan benar. Hanya dengan memahami makna yang sesungguhnya, seseorang dapat mengamalkan ajaran Islam sesuai dengan kehendak Allah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

agama mempelajari terjemahan Ustadz Adi Hidayat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cuanki Sadaya Bandung, Kuliner Jadul Rasa Autentik yang Ramai Diburu

Game Free Fire

Jangan Terlambat! Klaim Kode Redeem FF Terbaru 3 Juli 2026, Dapatkan Skin Senjata dan Diamond Gratis

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Siap-siap! Bansos BPNT Tahap 3 Mulai Cair Juli 2026, Ini Tanda Saldo Rp600 Ribu Sudah Masuk KKS

5 Kuliner Viral Bandung 2026 yang Lagi Diburu, Nomor 4 Bikin Antre Panjang!

Jejak Kolonial di Bandung, Ini 5 Bangunan Bersejarah yang Masih Berdiri

Hadiah Utama Rp50 Juta! KAI Tantang Kreator Indonesia Bikin Maskot Baru Lintas Generasi

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.
    Dinilai Misoginis dan Hina Perempuan, Lirik Lagu Bupati Purwakarta Tuai Sorotan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.