Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 03:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Kapan Cair? Ini Bocoran Jadwal, Cara Cek NIK, dan Nominalnya

Sabtu, 24 Oktober 2026 02:00 WIB
BLT Kesra mulai dicairkan bulan ini secara bertahap.

Cara Mengajukan BLT Kesra Rp900 Ribu Lewat HP, Bisa untuk Warga yang Belum Terdaftar

Sabtu, 24 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026
  • Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Kapan Cair? Ini Bocoran Jadwal, Cara Cek NIK, dan Nominalnya
  • Cara Mengajukan BLT Kesra Rp900 Ribu Lewat HP, Bisa untuk Warga yang Belum Terdaftar
  • Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya
  • Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos
  • Lebih Banyak Peluang tapi Kalah, Sandy Walsh Ungkap Penyebab Persib Tumbang
  • Sudah Ada Sejak 1986, Ini 5 Surabi Legendaris yang Masih Diburu di Bandung
  • Sempurna di Asia, Persib Siap Hadapi Raksasa Australia di Jalak Harupat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar

By Aga GustianaSenin, 18 Mei 2026 22:03 WIB2 Mins Read
Pembongkaran PKL di Cicadas. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana di kawasan Cicadas, Kota Bandung, mendadak tegang pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Lapak-lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di bahu jalan mulai ditertibkan oleh petugas gabungan. Penertiban ini merupakan bagian dari dampak pembangunan fisik proyek Bus Rapid Transit (BRT) Jawa Barat yang tengah dikebut.

Namun, proses eksekusi di lapangan berlangsung alot dan diwarnai penolakan keras. Ketegangan memuncak karena pembongkaran dilakukan tepat setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan kunjungan kerja dan berdialog di kawasan tersebut.

Dalam rekaman video yang diunggah oleh akun Instagram @patriaadiyasa, para pedagang—terutama kaum ibu—terlihat histeris dan emosional saat mempertahankan tempat mata pencaharian mereka. Mereka menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai terburu-buru melakukan pembongkaran tanpa memberikan kepastian.

“Pembongkaran Jongko PKL Cicadas ini sama sekali tidak ada pemberitahuan sebelumnya, bahkan solusi tempat bagi kami pun tidak ada!” teriak salah seorang pedagang wanita di lokasi dengan suara bergetar menahan tangis.

Baca Juga:  Pungli Dana Kompensasi Sopir Angkot, Dedi Mulyadi Bongkar Siapa Dalangnya

Para pedagang menilai, kedatangan Gubernur Dedi Mulyadi ke Cicadas siang itu seharusnya membawa angin segar dan titik temu, bukan justru menjadi penanda dimulainya penggusuran tanpa arah yang jelas.

“Kami ini masih aktif berjualan di sini, Pak! Jangan main bongkar begitu saja. Izin Gubernur Dedi Mulyadi, mungkin ada hal-hal penting yang terlewatkan tadi saat diskusi dengan kami para PKL yang masih mencari nafkah di sini,” ujar perwakilan pedagang lainnya sambil menunjukkan berkas kepada petugas di lapangan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tidak Panik Hadapi SPMB, Masalah Pemetaan Masih Bisa Diperbaiki

Ia menambahkan bahwa para pedagang tidak berniat menghalangi pembangunan fasilitas publik seperti BRT, namun mereka menuntut hak hidup yang berkeadilan. “Kami hanya butuh solusi relokasi yang jelas. Kalau dibongkar sekarang tanpa kejelasan, besok anak-istri kami mau makan apa?” pungkasnya lirih.

Kritik tajam pun mengalir dari warga dan netizen yang menyaksikan kejadian tersebut. Kebijakan eksekusi lapangan ini dinilai kontradiktif dengan citra “humanis” dan pendekatan berbasis dialog yang selama ini melekat pada sosok Dedi Mulyadi. Kehadiran pemimpin di tengah konflik ruang publik dinilai gagal meredam keresahan jika setelah kepulangannya, jeritan rakyat kecil akibat kehilangan lapak tetap tidak terhindarkan.

Baca Juga:  Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi Dinilai Otokratik, Bisa Jadi 'Pedang Bermata Dua'

Hingga Senin malam, situasi di kawasan Cicadas berangsur kondusif meski menyisakan puing-puing lapak yang hancur. Para pedagang mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pihak pengembang proyek BRT untuk segera menggelar dialog terbuka guna memberikan solusi relokasi yang konkret dan manusiawi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BRT Bandung Raya Dedi Mulyadi Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026

Kemacetan

Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya

Kirab Jampana HJKB 216 Besok! Ini Rute dan Jam yang Perlu Dihindari Pengendara

Bela Ibu dari Amukan Ayah, Remaja 15 Tahun di Cicalengka Meninggal Dunia

Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Getok Harga Cuanki Rp50 Ribu di Bandung Bikin Heboh, Wali Kota Farhan Minta Pedagang Jujur

Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.