Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pemprov Jabar Siap Bantu Korban Kebakaran, Pengajuan Harus Lewat Pemda

Selasa, 1 September 2026 11:54 WIB

Lapangan Gasibu Ditutup Mulai Hari Ini, Penataan Ditargetkan Rampung Awal 2027

Selasa, 1 September 2026 11:31 WIB

Igor Tolic Tak Mau Persib Terlena Usai Lolos ACL Two, PSM Makassar Menanti

Selasa, 1 September 2026 10:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pemprov Jabar Siap Bantu Korban Kebakaran, Pengajuan Harus Lewat Pemda
  • Lapangan Gasibu Ditutup Mulai Hari Ini, Penataan Ditargetkan Rampung Awal 2027
  • Igor Tolic Tak Mau Persib Terlena Usai Lolos ACL Two, PSM Makassar Menanti
  • Ikuti Jejak Ronaldo, Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina! Sinyal Berakhirnya Era GOAT!
  • Pesan Haru Presiden Javier Milei Lepas Pensiunnya Lionel Messi dari Timnas Argentina
  • Harga Emas Antam Terus Merosot per 1 September 2026, Cek Rincian Lengkap dan Tarif Buyback Terbaru
  • Harga Emas Perhiasan Hari Ini 1 September 2026 Turun, Cek Daftar Lakuemas dan Rajaemas
  • Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru per 1 September 2026: Tiga Jenis Non-Subsidi Naik Tajam
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 1 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar

By Aga GustianaSenin, 18 Mei 2026 22:03 WIB2 Mins Read
Pembongkaran PKL di Cicadas. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana di kawasan Cicadas, Kota Bandung, mendadak tegang pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Lapak-lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di bahu jalan mulai ditertibkan oleh petugas gabungan. Penertiban ini merupakan bagian dari dampak pembangunan fisik proyek Bus Rapid Transit (BRT) Jawa Barat yang tengah dikebut.

Namun, proses eksekusi di lapangan berlangsung alot dan diwarnai penolakan keras. Ketegangan memuncak karena pembongkaran dilakukan tepat setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan kunjungan kerja dan berdialog di kawasan tersebut.

Dalam rekaman video yang diunggah oleh akun Instagram @patriaadiyasa, para pedagang—terutama kaum ibu—terlihat histeris dan emosional saat mempertahankan tempat mata pencaharian mereka. Mereka menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai terburu-buru melakukan pembongkaran tanpa memberikan kepastian.

“Pembongkaran Jongko PKL Cicadas ini sama sekali tidak ada pemberitahuan sebelumnya, bahkan solusi tempat bagi kami pun tidak ada!” teriak salah seorang pedagang wanita di lokasi dengan suara bergetar menahan tangis.

Baca Juga:  Bey Machmudin Sebut Banyak Aset Daerah Belum Dimanfaatkan Optimal

Para pedagang menilai, kedatangan Gubernur Dedi Mulyadi ke Cicadas siang itu seharusnya membawa angin segar dan titik temu, bukan justru menjadi penanda dimulainya penggusuran tanpa arah yang jelas.

“Kami ini masih aktif berjualan di sini, Pak! Jangan main bongkar begitu saja. Izin Gubernur Dedi Mulyadi, mungkin ada hal-hal penting yang terlewatkan tadi saat diskusi dengan kami para PKL yang masih mencari nafkah di sini,” ujar perwakilan pedagang lainnya sambil menunjukkan berkas kepada petugas di lapangan.

Baca Juga:  Jawa Barat Naikkan Anggaran Infrastruktur Jadi Rp2,4 Triliun, Fokus Perbaiki Jalan

Ia menambahkan bahwa para pedagang tidak berniat menghalangi pembangunan fasilitas publik seperti BRT, namun mereka menuntut hak hidup yang berkeadilan. “Kami hanya butuh solusi relokasi yang jelas. Kalau dibongkar sekarang tanpa kejelasan, besok anak-istri kami mau makan apa?” pungkasnya lirih.

Kritik tajam pun mengalir dari warga dan netizen yang menyaksikan kejadian tersebut. Kebijakan eksekusi lapangan ini dinilai kontradiktif dengan citra “humanis” dan pendekatan berbasis dialog yang selama ini melekat pada sosok Dedi Mulyadi. Kehadiran pemimpin di tengah konflik ruang publik dinilai gagal meredam keresahan jika setelah kepulangannya, jeritan rakyat kecil akibat kehilangan lapak tetap tidak terhindarkan.

Baca Juga:  Jadi Pendatang Baru, Anak dan Mantan Istri Dedi Mulyadi Raih Kursi di DPRD Jabar

Hingga Senin malam, situasi di kawasan Cicadas berangsur kondusif meski menyisakan puing-puing lapak yang hancur. Para pedagang mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pihak pengembang proyek BRT untuk segera menggelar dialog terbuka guna memberikan solusi relokasi yang konkret dan manusiawi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BRT Bandung Raya Dedi Mulyadi Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pemprov Jabar Siap Bantu Korban Kebakaran, Pengajuan Harus Lewat Pemda

Lapangan Gasibu Ditutup Mulai Hari Ini, Penataan Ditargetkan Rampung Awal 2027

Ilustrasi isi BBM

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru per 1 September 2026: Tiga Jenis Non-Subsidi Naik Tajam

Bermula Anjing Menggonggong Seret Bangkai, Warga Sumedang Syok Ternyata Jasad Bayi

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos September 2026 Cair! PKH, BPNT hingga Beras 10 Kg, Begini Cara Ceknya

Bansos

KPM Wajib Cek! Bansos September 2026 Masih Disalurkan, Ini 3 Bantuan yang Perlu Diketahui

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • PN Bandung Tolak Lagi Praperadilan Mantan Pengurus Gereja: Status Tersangka ITE Bambang Soeharto Sah
  • Game Free Fire
    Banjir Item Gratis! Kode Redeem FF 26 Agustus 2026 Siap Klaim, Ada Skin M1887 dan Diamond
  • HMI Cabang Bandung Demo Balai Kota: Desak Pemkot Buka Mata Soal RTH dan Kemiskinan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.