Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Resmi Jadi WNI, Luke Anthony Vickery Siap Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030

Kamis, 16 Juli 2026 21:51 WIB
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Saldo DANA Gratis Jadi Rebutan, Ini Cara Klaim DANA Kaget Resmi dan Tips Hindari Penipuan

Kamis, 16 Juli 2026 21:46 WIB

Update SAR KLM Nurul Salsa: 52 Korban Ditemukan, 16 Penumpang Masih Hilang

Kamis, 16 Juli 2026 21:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Resmi Jadi WNI, Luke Anthony Vickery Siap Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
  • Saldo DANA Gratis Jadi Rebutan, Ini Cara Klaim DANA Kaget Resmi dan Tips Hindari Penipuan
  • Update SAR KLM Nurul Salsa: 52 Korban Ditemukan, 16 Penumpang Masih Hilang
  • Adam Alis Ungkap Perkembangan Persib Jelang Piala Presiden 2026, Siap Kejutkan Arema FC!
  • Atasi Macet! Ini Daftar Lengkap 18 Rute BRT Bandung Raya
  • Prediksi Prancis vs Inggris Perebutan Juara 3 Piala Dunia 2026: Jadwal, H2H, dan Skor
  • Kunci Pertahanan Maung Bandung, Julio Cesar Resmi Bertahan di Persib
  • Turis China vs Australia Ribut Demi Jaga Kebersihan Wisata Indonesia! Berakhir Basah Kuyup & Diusir?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 16 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar

By Aga GustianaSenin, 18 Mei 2026 22:03 WIB2 Mins Read
Pembongkaran PKL di Cicadas. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana di kawasan Cicadas, Kota Bandung, mendadak tegang pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Lapak-lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di bahu jalan mulai ditertibkan oleh petugas gabungan. Penertiban ini merupakan bagian dari dampak pembangunan fisik proyek Bus Rapid Transit (BRT) Jawa Barat yang tengah dikebut.

Namun, proses eksekusi di lapangan berlangsung alot dan diwarnai penolakan keras. Ketegangan memuncak karena pembongkaran dilakukan tepat setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan kunjungan kerja dan berdialog di kawasan tersebut.

Dalam rekaman video yang diunggah oleh akun Instagram @patriaadiyasa, para pedagang—terutama kaum ibu—terlihat histeris dan emosional saat mempertahankan tempat mata pencaharian mereka. Mereka menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai terburu-buru melakukan pembongkaran tanpa memberikan kepastian.

“Pembongkaran Jongko PKL Cicadas ini sama sekali tidak ada pemberitahuan sebelumnya, bahkan solusi tempat bagi kami pun tidak ada!” teriak salah seorang pedagang wanita di lokasi dengan suara bergetar menahan tangis.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Terus Perbaiki Jalan Rusak Akibat Bencana di Sukabumi dan Cianjur

Para pedagang menilai, kedatangan Gubernur Dedi Mulyadi ke Cicadas siang itu seharusnya membawa angin segar dan titik temu, bukan justru menjadi penanda dimulainya penggusuran tanpa arah yang jelas.

“Kami ini masih aktif berjualan di sini, Pak! Jangan main bongkar begitu saja. Izin Gubernur Dedi Mulyadi, mungkin ada hal-hal penting yang terlewatkan tadi saat diskusi dengan kami para PKL yang masih mencari nafkah di sini,” ujar perwakilan pedagang lainnya sambil menunjukkan berkas kepada petugas di lapangan.

Baca Juga:  Loncatan Besar! Anggaran Infrastruktur Jawa Barat Naik Jadi Rp4,9 Triliun

Ia menambahkan bahwa para pedagang tidak berniat menghalangi pembangunan fasilitas publik seperti BRT, namun mereka menuntut hak hidup yang berkeadilan. “Kami hanya butuh solusi relokasi yang jelas. Kalau dibongkar sekarang tanpa kejelasan, besok anak-istri kami mau makan apa?” pungkasnya lirih.

Kritik tajam pun mengalir dari warga dan netizen yang menyaksikan kejadian tersebut. Kebijakan eksekusi lapangan ini dinilai kontradiktif dengan citra “humanis” dan pendekatan berbasis dialog yang selama ini melekat pada sosok Dedi Mulyadi. Kehadiran pemimpin di tengah konflik ruang publik dinilai gagal meredam keresahan jika setelah kepulangannya, jeritan rakyat kecil akibat kehilangan lapak tetap tidak terhindarkan.

Baca Juga:  Alasan Lengkap Dedi Mulyadi Ubah Nama RSUD Al Ihsan Jadi Welas Asih

Hingga Senin malam, situasi di kawasan Cicadas berangsur kondusif meski menyisakan puing-puing lapak yang hancur. Para pedagang mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pihak pengembang proyek BRT untuk segera menggelar dialog terbuka guna memberikan solusi relokasi yang konkret dan manusiawi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BRT Bandung Raya Cicadas Bandung Dedi Mulyadi Pemprov Jabar Penertiban PKL PKL Cicadas Proyek BRT Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Update SAR KLM Nurul Salsa: 52 Korban Ditemukan, 16 Penumpang Masih Hilang

Atasi Macet! Ini Daftar Lengkap 18 Rute BRT Bandung Raya

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos BPNT Tahap 3 2026 Segera Cair, Ini Jadwal dan Cara Pencairan Rp600 Ribu

Bukan Soal Gizi, Farhan Bongkar Faktor Besar Pemicu Stunting di Kota Bandung

Kemensos Pastikan Bansos Juli 2026 Cair 20 Juli, Berikut Cara Cek PKH dan BPNT

Krisis Industri Kapur Cipatat KBB, Operasi Tanpa Izin hingga Ancaman Bencana Longsor

Terpopuler
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.