bukamata.id – Nama peselancar putri Indonesia, Dhea Novitasari, kembali mencuri perhatian dunia olahraga selancar internasional setelah berhasil menjuarai ajang World Surf League (WSL) Longboard Qualifying Series (LQS) 1000 Hamamatsu Open 2026 di Jepang.
Kemenangan di Pantai Nakatajima, Hamamatsu, pada Minggu (17/5/2026) itu bukan hanya sekadar podium emas, tetapi juga menorehkan sejarah baru bagi Indonesia. Dhea resmi menjadi peselancar putri Indonesia pertama yang lolos ke WSL Longboard Tour 2026/2027, kasta tertinggi dalam kompetisi longboard dunia.
Prestasi ini menjadi puncak perjalanan panjang seorang atlet yang memulai kariernya dari ombak Pantai Kuta, Bali, hingga akhirnya berdiri di panggung dunia.
Tampil Dominan di Final Hamamatsu Open 2026
Dalam final LQS 1000 Hamamatsu Open, Dhea tampil impresif sejak awal heat. Ia mencatatkan total skor tertinggi 15,87 poin dari dua ombak terbaiknya, menjadikannya tak tertandingi di kategori putri.
Dhea berhasil mengungguli dua peselancar tuan rumah Jepang, Hiroki Yoshikawa dan Yamaguchi Hana, yang harus puas finis di posisi kedua dan ketiga.
Kemenangan telak tersebut menunjukkan kematangan teknik, ketenangan mental, dan pengalaman bertanding yang telah ditempa selama bertahun-tahun.
Tiket Emas ke WSL Longboard Tour 2026/2027
Berdasarkan laporan resmi Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI), kemenangan ini sekaligus mengantarkan Dhea ke level tertinggi dunia, yaitu WSL Longboard Tour 2026/2027.
Turnamen tersebut merupakan kompetisi elit yang hanya diikuti peselancar terbaik dunia, menjadikan capaian Dhea sebagai tonggak sejarah penting bagi surfing Indonesia.
Tak hanya itu, keberhasilannya juga menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan perkembangan pesat dalam cabang olahraga selancar ombak dunia.
Dapat Apresiasi dari Erick Thohir
Prestasi Dhea juga mendapat perhatian dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir.
Melalui unggahan di media sosial, Erick menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Dhea yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
“Peselancar Indonesia, Dhea Novitasari berhasil menjadi juara Hamamatsu Open 2026 di Jepang pada nomor Women’s Longboard. Hasil ini membuat Dhea berhak berlaga di WSL World Longboard Tour 2026/2027 dan menjadi atlet putri Indonesia pertama yang masuk jajaran elit dunia,” tulisnya.
Jejak Panjang dari Pantai Kuta ke Dunia Internasional
Perjalanan Dhea bukanlah kisah instan. Ia mulai mengenal dunia surfing sejak usia 6 tahun di Pantai Kuta, Bali, ditemani keluarga.
Awalnya, Dhea dikenal sebagai shortboarder dan bahkan berhasil meraih gelar juara Asia di kategori junior girls pada 2016. Namun titik balik kariernya terjadi ketika ia mencoba divisi longboard di sebuah kompetisi lokal di Kuta.
Dari momen itu, pelatih tim nasional melihat potensinya dan merekrutnya untuk persiapan SEA Games 2019.
Dhea kemudian menjalani pelatihan intensif di Batu Karas, pusat latihan surfing Indonesia. Ia harus memulai dari nol untuk teknik longboard seperti cross step, noseriding, hingga transisi rail.
Kerja keras tersebut berbuah manis ketika ia berhasil meraih medali emas pada SEA Games 2019 di Filipina untuk cabang olahraga surfing.
Dari SEA Games ke Juara Dunia
Tujuh tahun setelah debut internasionalnya, Dhea kembali mencatat sejarah baru. Ia kini berdiri sebagai juara WSL Longboard Qualifying Series dan memastikan tempat di ajang paling bergengsi dunia.
Konsistensi, disiplin, dan keberanian beradaptasi dari shortboard ke longboard menjadi kunci keberhasilannya menembus level dunia.
Dukungan dan Kebanggaan Publik Indonesia
Prestasi Dhea juga mendapat sambutan hangat dari warganet. Dalam kolom komentar media sosial, banyak yang memberikan apresiasi atas pencapaiannya.
“Terima kasih @dhea.natasya,” tulis salah satu akun.
“The best,” komentar akun lainnya.
“Maju terus olahraga Indonesia,” tulis warganet lainnya.
Dukungan publik ini menunjukkan besarnya kebanggaan terhadap atlet yang mampu membawa nama Indonesia bersinar di level dunia.
Simbol Kebangkitan Surfing Indonesia
Keberhasilan Dhea Novitasari tidak hanya menjadi prestasi individu, tetapi juga simbol kebangkitan olahraga surfing Indonesia di kancah global.
Dengan lolosnya ke WSL Longboard Tour 2026/2027, harapan baru kini terbuka bagi generasi muda peselancar Indonesia untuk mengikuti jejaknya.
Dari ombak Kuta hingga podium dunia, perjalanan Dhea menjadi bukti bahwa kerja keras, keberanian, dan konsistensi mampu mengantarkan mimpi menjadi kenyataan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










