Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klok dan Thom Haye Dicadangkan! Ini Line Up Mengejutkan Persib vs Garudayaksa

Minggu, 25 Oktober 2026 18:32 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

7 Langkah Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu, Cukup dari HP

Minggu, 25 Oktober 2026 17:30 WIB

Lawan Main Seperti Perang! Dedi Kusnandar Ungkap Beratnya Jadi Persib

Minggu, 25 Oktober 2026 16:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klok dan Thom Haye Dicadangkan! Ini Line Up Mengejutkan Persib vs Garudayaksa
  • 7 Langkah Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu, Cukup dari HP
  • Lawan Main Seperti Perang! Dedi Kusnandar Ungkap Beratnya Jadi Persib
  • Petang Berdarah di Pasar Induk Caringin! Polisi Buru 30 Penyerang
  • Bukan Cuma Modal Tampan! Alasan Gede Ais Bikin Geger Mister International 2026 Hingga Tembus 3 Besar
  • Senjata Persib Kembali! Beckham dan Ragnar Siap Gempur Garudayaksa
  • Bukan Cuma Nostalgia, 5 Tempat Makan Jadul Bandung Ini Rasanya Tak Pernah Berubah
  • Cuma Gara-gara Dikira Melirik Pacar, Remaja di Garut Todongkan Golok!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 25 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Chaos di Parepare: Oknum Suporter Serbu Lapangan Usai Persib Tekuk PSM, Dua Pemain Senior Jadi Korban!

By Aga GustianaSenin, 18 Mei 2026 11:41 WIB3 Mins Read
Ricuh supporter usai laga PSM vs Persib. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Laga panas antara PSM Makassar kontra Persib Bandung di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Minggu (17/5/2026) malam, berakhir dengan antiklimaks yang menegangkan. Begitu wasit meniup peluit panjang penanda kemenangan 2-1 untuk keunggulan tim tamu, atmosfer stadion langsung berubah drastis akibat aksi pitch invasion massal oleh oknum suporter.

Kondisi di dalam stadion seketika mencekam saat ribuan penonton nekat melompati pagar dan merangsek masuk ke area lapangan. Di bawah kepungan asap tebal dari flare, petasan, serta smoke bomb yang dinyalakan dari arah tribun, perayaan kemenangan skuad ‘Maung Bandung’ terpaksa dibubarkan secara paksa demi keselamatan.

Melihat gelombang massa yang tak terbendung dari tribun selatan, para penggawa Persib langsung berhamburan menyelamatkan diri menuju lorong ruang ganti. Sayangnya, situasi telanjur chaos. Dua punggawa Persib dilaporkan sempat terkena bogem mentah berupa tendangan dari oknum suporter saat berjuang meloloskan diri dari kepungan massa.

Berdasarkan rekaman video yang viral di jagat maya, salah satu korban kekerasan tersebut adalah bek senior Persib, Achmad Jufriyanto. Pria yang akrab disapa Jupe itu terlihat langsung mempercepat larinya menuju ruang ganti usai mendapat kontak fisik dari penyusup lapangan.

Baca Juga:  Masih Perkasa di Puncak, Kapten Persib Targetkan Dua Kemenangan Beruntun

Amuk massa kian tak terkendali saat area bench pemain mulai disasar dengan lemparan petasan. Kendati pihak master of ceremony (MC) stadion terus mengumumkan imbauan lewat pengeras suara agar massa tenang, aksi perusakan fasilitas stadion dan tekanan di pintu keluar tetap tidak terhindarkan.

Di tengah kekacauan tersebut, sebuah spanduk putih bertuliskan kecaman hitam dibentangkan di depan bangku cadangan PSM. Spanduk itu memuat kritik pedas yang dialamatkan langsung kepada jajaran manajemen klub ‘Juku Eja’.

Baca Juga:  Persib Resmi Berhenti Berburu Pemain? Umuh Muchtar Ungkap Alasannya

Dalih Kepolisian: Hanya Reaksi Spontan dan Tradisi Akhir Musim

Merespons insiden penyerangan terhadap skuad Persib, Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda angkat bicara. Menurut pandangannya, aksi kejar-kejaran di dalam lapangan hijau tersebut kemungkinan besar hanyalah respons refleks di lapangan.

Indra berkilah bahwa kerusuhan pascapertandingan itu tidak didasari niat untuk mencelakai tim lawan, melainkan hanya dinamika luapan emosi penonton.

“Itu bukan seperti yang kita perkirakan, (bukan) mengejar pemain, bukan. Itu riak-riak di lapangan, rekan-rekan semua, ya,” ujar Indra kepada wartawan, Minggu (17/5/2026).

Lebih lanjut, Indra menilai kesalahpahaman visual terjadi karena kepanikan pemain yang berlari menghindari kerumunan, sehingga memicu kesan adanya perburuan di atas lapangan.

“Jadi mungkin refleks dari pemain lari, sehingga seperti kejar-kejaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, aksi turun ke lapangan oleh para pendukung PSM merupakan hal yang biasa dijumpai saat kompetisi sepak bola memasuki pekan-pekan terakhir, bahkan menyebutnya sebagai bagian dari kebiasaan suporter.

Baca Juga:  Kembali Latihan, Dua Pemain Persib Absen Sakit

“Tetapi itu bentuk penyampaian aspirasi dan juga tradisi yang mana biasa dilakukan pada saat akhir musim kompetisi,” ujarnya.

Kendati sempat diwarnai ketegangan tinggi, pihak kepolisian mengklaim situasi di Stadion Gelora B.J. Habibie berhasil dikendalikan dengan cepat. Hingga berita ini diturunkan, Indra memastikan belum ada laporan terkait jatuhnya korban cedera parah maupun korban jiwa.

“Sampai saat ini kita belum menerima laporan adanya korban jiwa ataupun yang lain sebagainya,” tegas Indra.

Setelah situasi dipastikan kondusif, aparat gabungan yang berjaga langsung melakukan penyisiran untuk mengosongkan area tribun dan lapangan. Massa suporter akhirnya membubarkan diri keluar dari kawasan stadion secara tertib.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Persib PSM
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Lampaui Target Dua Kali Lipat! Indonesia Bawa Pulang 15 Emas dari Asian Para Games 2026

MotoGP

Tampil Agresif di Phillip Island, Marc Marquez Rajai Sprint Race MotoGP Australia Pasca-Insiden Jorge Martin

Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos

Tembus Rp36 Triliun! Cristiano Ronaldo Jadi Pesepak Bola Terkaya Sepanjang Sejarah

Dua Emas Lagi! Indonesia Kokoh di 10 Besar Asian Para Games 2026

Dua Kali Penalti, Dua Kali Gagal: Alex Martins Bikin Persebaya Tumbang

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.