Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gemparkan Paris! Mengenal The Sacred Riana: Pesulap Indonesia Pertama yang Raih ‘Oscar Dunia Sulap’

Sabtu, 24 Oktober 2026 16:38 WIB

Garudayaksa vs Persib: Adu Taktik Skuad Mewah Ratusan Miliar di Pakansari

Sabtu, 24 Oktober 2026 16:01 WIB

Intip 5 Wisata Curug Hits di Kuningan, Ada yang Punya Pemandian Air Panas Alami!

Sabtu, 24 Oktober 2026 15:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gemparkan Paris! Mengenal The Sacred Riana: Pesulap Indonesia Pertama yang Raih ‘Oscar Dunia Sulap’
  • Garudayaksa vs Persib: Adu Taktik Skuad Mewah Ratusan Miliar di Pakansari
  • Intip 5 Wisata Curug Hits di Kuningan, Ada yang Punya Pemandian Air Panas Alami!
  • Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 1.100 Hektare Lahan Hangus, Subang Jadi Wilayah Paling Parah!
  • Stop Sok Ngatur Hidup Orang! Petuah Berkelas Luna Maya di Tengah Kasus Juan Eve
  • Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang
  • Heboh Sindiran ‘KING’ dari Bos Madura United Usai Tundukkan Persib Bandung
  • Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Lautan Manusia Padati Gedung Sate, Kemeriahan Kirab Milangkala Tatar Sunda Sukses Hipnotis Warga Bandung

By Aga GustianaSenin, 18 Mei 2026 09:22 WIB2 Mins Read
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyapa warga di acara Milangkala Tatar Sunda di Bandung. (Foto: Humas Pemkot Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana Kota Kembang berubah menjadi panggung kebudayaan terbuka yang luar biasa semarak pada Sabtu (16/5/2026) malam. Ribuan pasang mata menyemut di kawasan ikonis Gedung Sate hingga sepanjang Jalan Diponegoro demi menyaksikan langsung pergelaran akbar Kirab Milangkala Tatar Sunda yang kaya akan nilai tradisi.

Gelombang masyarakat bahkan sudah mulai membanjiri lokasi sejak sore hari. Mereka rela datang lebih awal demi mengamankan posisi terbaik di pinggir jalan agar bisa melihat dari dekat arak-arakan seni khas yang dibawa oleh perwakilan dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

Panggung Budaya Berjalan Sepanjang 3,5 Kilometer

Parade kebudayaan ini mengambil titik mula dari Kiara Artha Park, kemudian bergerak menyusuri Jalan Jakarta dan Jalan Supratman, hingga akhirnya mencapai garis finis di pelataran Gedung Sate. Jarak rute sejauh 3,5 kilometer tersebut sukses disulap menjadi lautan seni lewat gemuruh musik daerah, pertunjukan tari tradisional, hingga alunan merdu suara para sinden.

Daya tarik utama ini terbukti ampuh menyedot perhatian warga lintas generasi yang ingin merasakan kembali kehangatan warisan leluhur Sunda di tengah modernisasi kota.

Baca Juga:  5 Tempat Wisata Bandung Hits 2025 yang Wajib Masuk Bucket List Liburanmu!

Saking tingginya magnet acara ini, Melly Susilawati (40), seorang warga asal Antapani, mengaku memboyong seluruh keluarganya untuk bersiap di lokasi sejak siang menjelang sore.

“Sengaja datang dari jam setengah tiga sore. Pengen lihat langsung Kang Dedi sama kereta kencana,” kata Melly.

Baca Juga:  Bandung Zoo Punya Bos Baru! Revitalisasi Besar Disiapkan, Harga Tiket Jadi Sorotan

Bagi Melly, festival tahunan seperti ini bukan sekadar hiburan pelepas penat di akhir pekan, melainkan media edukasi yang sangat efektif untuk memperkenalkan akar budaya Sunda kepada anak-cucu. Meski sangat menikmati jalannya acara, ia menyelipkan sedikit evaluasi terkait manajemen kerumunan demi kenyamanan bersama ke depan.

“Tahun depan semoga ada lagi tapi lebih tertata supaya warga lebih nyaman,” ujarnya.

Bandung yang Jauh Lebih Hidup

Kesan mendalam juga dirasakan oleh Andri Aji (29). Pria asal Buahbatu ini memilih area sekitar Taman Lansia bersama anak dan istrinya untuk menikmati jalannya parade. Ia mengaku sangat terpukau dengan konsep arak-arakan yang melintas di hadapan ribuan penonton.

Baca Juga:  Gedung Sate Hanya Boleh Dimasuki Kendaraan Listrik Setiap Kamis dan Jumat

“Paling menarik lihat sinden dan arak-arakan budayanya. Bandung jadi terasa lebih hidup malam ini,” ujarnya.

Pada akhirnya, Kirab Milangkala Tatar Sunda 2026 bukan sekadar agenda seremonial belaka. Event ini sukses menjelma menjadi ruang komunal yang mempertemukan masyarakat Jawa Barat dalam satu harmoni: menjaga, merawat, dan merayakan identitas tradisi mereka agar tetap lestari tak lekang oleh waktu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

budaya sunda Gedung Sate wisata bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 1.100 Hektare Lahan Hangus, Subang Jadi Wilayah Paling Parah!

Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang

Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas

Bansos

BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026

Kemacetan

Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.