bukamata.id – Wajah pusat pemerintahan Jawa Barat, Gedung Sate, bersiap mengalami perubahan besar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi memulai proyek revitalisasi ambisius senilai Rp15,8 miliar untuk menyulap area ikonik tersebut menjadi sebuah plaza terintegrasi yang menyatu langsung dengan Lapangan Gasibu.
Proyek ini bukan sekadar perbaikan estetika, melainkan upaya menciptakan ruang publik yang lebih inklusif dan fungsional bagi warga Bandung maupun wisatawan. Transformasi ini diharapkan memperkuat status Gedung Sate sebagai simbol sejarah sekaligus pusat aktivitas sosial yang modern.
Plaza Terintegrasi: Menghapus Sekat Ruang Publik
Inti dari perombakan ini adalah pembangunan plaza yang akan menghubungkan area Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu secara mulus. Langkah ini diambil untuk memberikan akses yang lebih luas dan nyaman bagi pejalan kaki, sekaligus menata ulang lanskap yang selama ini terpisah oleh infrastruktur jalan.
Gubernur Jawa Barat menekankan bahwa perombakan ini merupakan upaya untuk mengembalikan nilai historis sekaligus mengikuti perkembangan zaman.
“Kami ingin Gedung Sate bukan hanya sebagai pusat perkantoran pemerintah, tetapi juga sebagai ruang terbuka yang bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dengan fasilitas yang lebih terintegrasi dan ramah pejalan kaki,” ujar pejabat terkait dalam keterangannya.
Detail Alokasi Anggaran dan Tahapan Proyek
Anggaran sebesar Rp15,8 miliar tersebut bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2024. Dana ini akan dialokasikan untuk beberapa titik utama pengerjaan, meliputi:
- Penataan Lanskap: Pembersihan dan penataan ulang taman di sekitar area utama.
- Pembangunan Plaza: Konstruksi penghubung antara sisi depan Gedung Sate menuju Gasibu.
- Fasilitas Penunjang: Peningkatan pencahayaan, bangku taman, dan fasilitas umum lainnya yang mendukung konsep plaza terintegrasi.
Meskipun akan dilakukan perombakan besar di area luar, pemerintah menjamin bahwa struktur asli bangunan Gedung Sate sebagai cagar budaya tidak akan diganggu gugat.
“Proses renovasi ini tetap mengedepankan prinsip konservasi bangunan bersejarah. Tidak ada struktur utama bangunan peninggalan Belanda yang diubah, fokus kami murni pada penataan area luar dan peningkatan aksesibilitas publik,” tegas pihak pengelola proyek.
Harapan Baru Bagi Pariwisata Bandung
Dengan wajah baru ini, Gedung Sate diprediksi akan semakin memperkuat daya tarik pariwisata di Jawa Barat. Integrasi dengan Gasibu diharapkan mampu menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif dan wisata sejarah di kawasan tersebut.
Warga Bandung kini menanti rampungnya proyek ini, yang dijanjikan akan memberikan pengalaman baru dalam menikmati salah satu landmark paling bersejarah di Indonesia. Transformasi ini menjadi bukti bahwa pelestarian sejarah bisa berjalan selaras dengan modernisasi ruang publik.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









