Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ramai Dicari Link Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Full 6 Menit, Netizen Diingatkan Modus Phising!

Rabu, 20 Mei 2026 02:00 WIB

Heboh Link Skandal TKW Taiwan 3 vs 1, Pakar Ingatkan Bahaya Terselubung Bagi Netizen

Rabu, 20 Mei 2026 01:00 WIB
Foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diwawancara wartawan.

Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman

Selasa, 19 Mei 2026 22:47 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ramai Dicari Link Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Full 6 Menit, Netizen Diingatkan Modus Phising!
  • Heboh Link Skandal TKW Taiwan 3 vs 1, Pakar Ingatkan Bahaya Terselubung Bagi Netizen
  • Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman
  • Link Video Viral TKW Taiwan 3 vs 1 yang Bikin Penasaran Hingga Banyak Ramai Diburu Netizen
  • Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya
  • Laga Terakhir Super League 2026: Persib Ditinggal Marc Klok, Ini Kondisi Tim
  • Geger! Video ‘Guru Bahasa Inggris vs Murid’ Viral, Warganet Temukan Kejanggalan
  • Link Video Viral “TKW Taiwan 3 Vs 1” Diincar Netizen, Waspada Jebakan Siber!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 20 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kebijakan Dedi Mulyadi Picu Penolakan Daerah, Pakar: Ada Masalah Koordinasi Antarpemerintah

By Aga GustianaSelasa, 24 Juni 2025 14:00 WIB3 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dan para bupati/wali kota. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan politik mewarnai hubungan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan sejumlah pemerintah kabupaten/kota di bawahnya. Sejumlah kepala daerah secara terbuka menyatakan sikap berbeda terhadap kebijakan-kebijakan kontroversial Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dinilai sentralistik dan kurang mempertimbangkan kondisi lokal.

Mulai dari larangan rapat di hotel, kebijakan penggunaan barak militer untuk siswa bermasalah, hingga pembatasan study tour, perbedaan sikap antara Gubernur dan kepala daerah kabupaten/kota semakin memperlihatkan retaknya koordinasi dalam tata kelola pemerintahan di Jawa Barat.

Wali Kota Bandung Dukung Hotel Lokal, Tolak Larangan Rapat

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara terbuka menolak larangan gubernur terkait penggunaan hotel untuk kegiatan dinas. Ia menyebut kebijakan itu dapat merugikan sektor perhotelan yang sedang dalam proses pemulihan pascapandemi.

“Hotel-hotel bintang tiga ke bawah paling terdampak pandemi. Pemerintah Kota Bandung memilih tetap menggelar rapat di hotel agar ekonomi lokal bisa bergerak kembali,” ujar Farhan.

Baca Juga:  Selama Ramadhan, Realisasi Penjualan Operasi Pasar Bersubsidi Capai 90,14 Persen

Sementara itu, Gubernur Dedi Mulyadi bersikukuh bahwa rapat ASN harus dilakukan di gedung pemerintah demi efisiensi anggaran daerah.

Kritik Tajam terhadap Kebijakan Barak Militer untuk Siswa Nakal

Kebijakan kontroversial lainnya—mengirim siswa bermasalah ke barak militer—juga menuai penolakan dari sejumlah kepala daerah. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, justru mengeluarkan instruksi untuk memperkuat pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan.

Senada, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyama, memilih pendekatan preventif dengan mengaktifkan patroli Satpol PP di jam sekolah untuk mengawasi siswa yang berkeliaran. Di Kabupaten Bandung, Bupati Dadang Supriatna mendorong program Magrib Mengaji sebagai alternatif pembinaan.

Bupati Cirebon Tolak Larangan Study Tour Tanpa Dasar Hukum

Di Cirebon, Bupati Imron Rosyadi menegaskan bahwa larangan study tour tidak memiliki kekuatan hukum mengikat, karena hanya berupa imbauan dari Penjabat Gubernur sebelumnya.

Baca Juga:  Bakal Jadi Plaza Megah, Gedung Sate Segera Terhubung Langsung dengan Gasibu Lewat Proyek Rp15,8 Miliar!

“Kami akan menilai manfaat dan risikonya. Kalau banyak mudarat, baru bisa ditiadakan. Tapi selama tidak ada regulasi formal, kegiatan tetap bisa berjalan dengan pengawasan,” katanya.

Pakar Kebijakan Publik: Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Butuh Dialog Terbuka

Merespons dinamika ini, pakar kebijakan publik dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menilai perbedaan sikap ini sebagai dampak dari lemahnya koordinasi antarpemerintah dan minimnya ruang dialog.

“UU No. 23 Tahun 2014 sudah jelas mengatur pembagian kewenangan antara provinsi dan kabupaten/kota. Ketika gubernur memaksakan kebijakan yang menyentuh wilayah operasional daerah tanpa konsultasi, maka wajar jika terjadi resistensi,” jelas Kristian.

Menurutnya, pelarangan rapat di hotel memang bertujuan efisiensi, tetapi di daerah seperti Bandung dan Pangandaran, industri perhotelan merupakan penyumbang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mengalihkan semua kegiatan ke kantor pemerintah bisa berdampak pada sektor pariwisata dan lapangan kerja.

Baca Juga:  Aksi Pekerja Wisata di Gedung Sate Diselimuti Spanduk Sarkas: 'Bapak Duda, Kami Punya Keluarga'

Terkait pendekatan militeristik pada siswa nakal, Kristian menilai kebijakan itu tidak menyentuh akar persoalan. “Studi-studi pendidikan menunjukkan bahwa pendekatan represif berisiko memperburuk kondisi psikologis anak dan berpotensi melanggar UU Perlindungan Anak. Evaluasi berbasis data perlu dilakukan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti larangan study tour yang dinilai terlalu top-down dan kurang mempertimbangkan realitas ekonomi daerah. Di daerah seperti Cirebon, yang menggantungkan sebagian PAD dari sektor pariwisata pendidikan dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), larangan ini justru bisa menurunkan kinerja ekonomi lokal.

Kesimpulan: Reformasi Butuh Koordinasi, Bukan Instruksi Sepihak

Kristian menekankan bahwa upaya reformasi administratif di tingkat provinsi tidak akan berhasil jika dilakukan secara sepihak. “Kebijakan yang adil dan efektif hanya bisa lahir dari proses dialog, keterlibatan publik, dan evaluasi berbasis bukti. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus duduk bersama, bukan saling berhadapan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ASN barak militer Dedi Mulyadi jawa barat kebijakan publik Otonomi Daerah Pemprov Jabar study tour
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diwawancara wartawan.

Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman

ilustrasi bansos

Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya

Kisah Kartika: Kuliah Kelar, Toga Terpasang, Tapi Kondisi Ayahnya Saat Ditelepon Bikin Semua Orang Terdiam

Penangkapan Jurnalis WNI Asal Bandung di Misi Kemanusiaan Gaza Tuai Kecaman

Bisnis Kios Kripto Hancur Lebur, Raksasa ATM Bitcoin Global Resmi Nyatakan Bangkrut!

Geger Video Lorong RSUD Palabuhanratu: Niatnya Bikin Vlog Malah Diikuti Bocah Misterius

Terpopuler
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.