bukamata.id – Mengembangkan roda bisnis sering kali menuntut ketersediaan modal yang tidak sedikit. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk kembali menghadirkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di tahun 2026.
Fasilitas pembiayaan ini dirancang sebagai solusi instan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja maupun investasi produktif tanpa harus membebani operasional usaha. Keunggulan utama KUR BNI 2026 terletak pada suku bunganya yang sangat kompetitif, yakni hanya 6 persen efektif per tahun (setara dengan kisaran 0,5 persen per bulan). Dengan pilihan jangka waktu (tenor) yang fleksibel hingga 5 tahun, para pelaku usaha dapat menyelaraskan kewajiban bulanan tanpa perlu khawatir arus kas bisnis terganggu.
Simulasi Pembiayaan: Rincian Angsuran Plafon Rp100 Juta
Bagi Anda yang berencana mengajukan pinjaman modal usaha dengan nominal Rp100 juta, menyimak simulasi tabel angsuran bulanan adalah langkah bijak agar keuangan usaha tetap sehat. Berikut adalah estimasi rincian cicilan per bulan berdasarkan tenor yang dipilih:
| Jumlah Pinjaman | Jangka Waktu (Tenor) | Estimasi Angsuran per Bulan |
|---|---|---|
| Rp100.000.000 | 12 Bulan (1 Tahun) | Rp8.606.643 |
| Rp100.000.000 | 24 Bulan (2 Tahun) | Rp4.432.061 |
| Rp100.000.000 | 36 Bulan (3 Tahun) | Rp3.042.194 |
| Rp100.000.000 | 48 Bulan (4 Tahun) | Rp2.348.503 |
| Rp100.000.000 | 60 Bulan (5 Tahun) | Rp1.933.280 |
Syarat Sah Pengajuan KUR BNI 2026
Merujuk pada ketentuan resmi dari pihak bank, berikut adalah berkas dokumen serta kriteria yang harus dipenuhi oleh calon debitur:
- Kriteria Pemohon: Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usia minimal 21 tahun atau sudah berstatus menikah.
- Masa Operasional: Bisnis atau usaha produktif yang diajukan wajib telah berjalan aktif sekurang-kurangnya selama 6 bulan.
- Administrasi Pribadi: Fotokopi e-KTP, Kartu Keluarga (KK), serta Surat Nikah (khusus bagi yang sudah berkeluarga).
- Legalitas Bisnis: Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) yang dikeluarkan oleh pejabat berwenang setempat.
- Kewajiban Pajak: Fotokopi NPWP (wajib dilampirkan karena jumlah pinjaman berada di atas nominal Rp50 juta).
- Rekam Jejak Pembiayaan: Tidak sedang menikmati kredit produktif atau kredit program sejenis dari perbankan atau lembaga keuangan lain.
- Catatan Pengecualian: Bagi nasabah yang sedang mencicil KPR, KKB untuk keperluan produktif, atau tagihan kartu kredit tetap diperbolehkan mendaftar, dengan catatan riwayat pembayarannya berstatus lancar.
- Agunan Tambahan: Sebagai informasi, dokumen jaminan tambahan hanya diwajibkan untuk nominal pinjaman yang berada di atas Rp100 juta.
Mekanisme Pendaftaran: Jalur Online dan Offline
BNI memberikan kemudahan akses pengajuan bagi para pelaku UMKM melalui dua metode praktis, yaitu:
1. Cara Pengajuan Secara Online
- Masuk ke halaman resmi https://eform.bni.co.id.
- Baca dan pahami seluruh syarat serta ketentuan KUR yang tertera di layar.
- Berikan tanda centang pada kolom persetujuan persyaratan umum, lalu klik “Lanjutkan”.
- Isi data personal serta data operasional usaha Anda secara lengkap dan akurat pada kolom yang disediakan.
- Kirim formulir tersebut dan tunggu notifikasi lanjutan yang dikirimkan oleh pihak BNI.
- Petugas bank akan menjadwalkan kunjungan lapangan (survei lokasi) serta wawancara langsung ke tempat usaha Anda.
2. Cara Pengajuan Secara Offline
- Datangi kantor cabang BNI terdekat dengan membawa seluruh dokumen persyaratan fisik.
- Ambil nomor antrean untuk layanan Customer Service atau petugas pembiayaan.
- Sampaikan maksud Anda dan isi formulir pengajuan KUR secara manual yang diberikan petugas.
- Tim analis BNI akan mendatangi lokasi usaha Anda untuk melakukan survei fisik dan wawancara bisnis.
- Proses peninjauan, verifikasi data, hingga persetujuan pencairan kredit umumnya memakan waktu sekitar 3 hingga 7 hari kerja.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










