bukamata.id – Langkah sang juara bertahan untuk mempertahankan mahkota juara kini memasuki fase krusial. Setelah menyudahi perlawanan melelahkan di babak 32 besar, jadwal resmi babak 16 besar Piala Dunia 2026 dipastikan akan menyajikan mega duel super sengit yang mempertemukan Tim Nasional Argentina berkostum Albiceleste melawan raksasa benua Afrika, Mesir.
Pertandingan bertabur bintang yang diprediksi bakal menyedot atensi jutaan pasang mata di seluruh dunia ini akan diselenggarakan di Atlanta Stadium, Amerika Serikat. Berdasarkan rilis resmi turnamen, sepak mula (kick-off) laga hidup-mati ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 23.00 WIB.
Bentrokan ini juga menjadi panggung impian bagi para pencinta sepak bola. Penonton akan disuguhkan duel adu taktik dan magis di lapangan hijau antara dua ikon sepak bola modern yang menjadi kapten sekaligus inspirasi tim mereka masing-masing, yakni Lionel Messi di kubu Argentina dan Mohamed Salah yang memimpin skuad Mesir.
Jalan Terjal Argentina Usai Dijegal Perlawanan Epik Tanjung Verde
Sebelum mengunci jadwal pertemuan dengan Mesir, armada racikan Lionel Scaloni harus melewati laga dramatis yang menguras fisik dan mental. Kisah heroik tim debutan Tanjung Verde (Cabo Verde) memaksa sang juara bertahan bertarung habis-habisan selama 120 menit di Miami Stadium.
Sejak menit awal, Argentina langsung mengambil kendali permainan. Namun, tembok pertahanan kokoh skuad ‘Hiu Biru’ beserta penampilan gemilang penjaga gawang Vozinha sempat membuat lini depan Argentina frustrasi, termasuk saat mementahkan peluang emas Lionel Messi di menit ke-15 dan ke-18.
Kebuntuan Albiceleste baru pecah pada menit ke-29. Memanfaatkan umpan terobosan akurat dari Lisandro Martinez, Messi dengan cerdik melepaskan sepakan dari sudut sempit yang merobek jala gawang lawan. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.
Memasuki paruh kedua, kejutan datang pada menit ke-59 ketika penyerang Tanjung Verde, Deroy Duarte, melepaskan tembakan menyusur tanah yang melewati kolong kaki bek Argentina dan mengubah skor menjadi 1-1. Laga ketat ini akhirnya harus berlanjut ke babak tambahan waktu (extra time).
Drama memuncak di babak tambahan:
- Menit 92: Lisandro Martinez sempat membawa Argentina kembali unggul menjadi 2-1.
- Menit 103: Skuad Hiu Biru menolak menyerah setelah Sidny Lopes Cabral mencetak gol penyeimbang spektakuler lewat sepakan roket dari luar kotak penalti.
- Menit 111: Gol penentu kemenangan Argentina akhirnya lahir lewat skema bola mati. Sepak pojok terukur Lionel Messi disambut dengan sundulan tajam Cristian Romero yang merubah kedudukan menjadi 3-2 sekaligus menghentikan dongeng indah Tanjung Verde.
Mesir Lolos Lewat Drama Adu Penalti Kontra Australia
Sama halnya dengan Argentina, langkah Mesir menuju babak 16 besar juga dilewati dengan drama yang tidak kalah menegangkan. Skuad berjuluk The Pharaohs ini harus berjuang hingga babak tos-tosan sebelum berhasil menyingkirkan wakil Asia, Australia.
Mesir sebenarnya sempat berada di atas angin setelah memimpin cepat pada menit ke-13 melalui gol sundulan Emam Ashour yang mengonversi umpan silang akurat Karim Hafez. Namun, keunggulan tersebut sirna pada menit ke-55 akibat gol bunuh diri Mohamed Hany yang salah mengantisipasi arah datangnya bola hasil eksekusi sepakan bebas Aiden O’Neill.
Laga berjalan makin sengit di waktu normal. Australia hampir saja membalikkan keadaan andai kiper Patrick Beach tidak melakukan penyelamatan ajaib di masa injury time dengan menepis tandukan Ramy Rabia. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal dan babak perpanjangan selesai.
Dalam drama adu penalti, mental baja para pemain Mesir akhirnya berbicara. Mereka sukses menyudahi perlawanan Australia dengan keunggulan penalti 4-2, di mana eksekusi tenang Hossam Abdelmaguid yang mengecoh kiper Mathew Ryan menjadi penentu lolosnya Mesir ke fase 16 besar untuk menantang Argentina.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News







