bukamata.id – Tim Nasional Argentina harus memeras keringat lebih dalam untuk mengamankan tiket ke fase gugur Piala Dunia 2026. Menghadapi perlawanan luar biasa dari Tanjung Verde, skuad berjuluk Albiceleste tersebut akhirnya menyudahi laga melelahkan sepanjang 120 menit dengan keunggulan tipis 3-2.
Pertandingan yang berlangsung sengit ini menyajikan adu strategi yang kontras. Skuad asuhan Lionel Scaloni mencoba mendominasi jalannya laga lewat operan-operan pendek yang rapi. Di sisi lain, sang kuda hitam Tanjung Verde memilih bermain reaktif dengan mengandalkan transisi cepat para penyerang sayap mereka guna mengeksploitasi pertahanan Argentina lewat serangan balik kilat.
Saling Balas Gol di Waktu Normal
Argentina sejatinya memiliki peluang emas untuk memimpin lebih awal saat laga berjalan 18 menit. Eksekusi sepakan bebas Lionel Messi sayangnya masih terlalu mudah diantisipasi oleh penjaga gawang Tanjung Verde, Vozinha. Skuad Crioulos sendiri sesekali mampu mengancam lini belakang lawan, namun duet kokoh Cristian Romero dan Lisandro Martinez sukses menyapu bahaya sebelum masuk ke area penalti.
Papan skor akhirnya berubah pada menit ke-29. Berawal dari umpan lambung akurat Lisandro Martinez, Messi yang lolos dari jebakan offside berhasil mengontrol bola dengan sempurna sebelum menaklukkan kiper lawan. Skor 1-0 ini bertahan hingga turun minum meski Argentina terus mengurung pertahanan Tanjung Verde.
Memasuki paruh kedua, Tanjung Verde menaikkan intensitas serangan mereka. Hasilnya berbuah manis pada menit ke-59 saat Deroy Duarte sukses menyambar umpan matang dari Ryan da Graca untuk mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Memasuki masa injury time, drama hampir saja berakhir lebih cepat andai tendangan bebas melengkung Messi tidak ditepis secara heroik oleh Vozinha. Skor imbang memaksa laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Klimaks di Babak Perpanjangan Waktu
Baru dua menit fase extra time berjalan, raksasa Amerika Selatan ini kembali memimpin. Berawal dari skema bola mati, Alexis Mac Allister melepaskan flick on kepala yang langsung disambar oleh Lisandro Martinez di tiang jauh dengan sepakan keras terukur.
Namun, daya juang Tanjung Verde patut diacungi jempol. Pada menit ke-103, mereka kembali membuat kejutan setelah Sidny Cabral melepaskan tembakan melengkung indah dari sisi kanan yang gagal dijangkau Emiliano Martinez. Skor kembali sama kuat 2-2.
Messi sempat mendapat peluang emas memanfaatkan kesalahan operan pemain belakang lawan, namun sepakan kerasnya lagi-lagi dimentahkan oleh performa gemilang Vozinha di bawah mistar.
Petaka bagi Tanjung Verde akhirnya datang pada menit ke-111. Berniat menghalau umpan sepak pojok dari Messi, sundulan Diney Borges justru mengarah ke dalam gawangnya sendiri. Skor berubah menjadi 3-2 untuk keunggulan Argentina. Di sisa waktu yang ada, penyelesaian akhir yang terburu-buru dari Tanjung Verde serta ketangguhan Emiliano Martinez memastikan keunggulan juara bertahan tetap aman hingga peluit panjang berbunyi.
Sudah Dinanti Mesir di Fase Gugur
Dengan hasil ini, Argentina resmi menyusul negara-negara elite lainnya di babak 16 besar. Di fase berikutnya, Albiceleste bakal ditantang oleh wakil Afrika, Mesir, yang sudah lebih dulu lolos setelah menyingkirkan Australia via drama adu penalti.
Susunan Pemain Kedua Tim
- Argentina: E. Martinez; Molina (Montiel 105′), Romero, Lisandro, Medina (Tagliafico 86′); De Paul (Paredes 84′), Mac Allister, Enzo, Almada (Gonzalez 64′); Messi, Lautaro (Alvarez 64′)
- Tanjung Verde: Vozinha; Moreira, Lopes, Diney, S. Cabral; Pina (Benchimol 100′); Da Graca (W. Semedo 80′), L. Duarte (Monteiro 67′), D. Duarte (Y. Semedo 100′), J. Cabral (Varela 80′); da Costa (Livramento 67′)
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








