bukamata.id – Spekulasi panjang mengenai nasib Timnas Iran di ajang Piala Dunia 2026 akhirnya menemui titik terang. Di tengah panasnya tensi geopolitik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan memberikan restu bagi skuad “Team Melli” untuk berlaga di turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.
Kepastian ini muncul langsung dari Ruang Oval Gedung Putih. Menanggapi pertanyaan awak media mengenai kehadiran Iran di tanah Amerika, Trump memberikan jawaban yang tergolong santai.
“Tahukah Anda? Biarkan saja mereka bermain,” ujarnya, sebagaimana dilaporkan oleh Anadolu Agency.
Delegasi ke FIFA dan Persahabatan dengan Infantino
Dalam keterangannya, Trump mengaku tidak ingin terlalu mencampuri urusan teknis turnamen. Ia mengungkapkan bahwa pembicaraan mengenai partisipasi Iran telah didiskusikan bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino. Trump memilih untuk menyerahkan keputusan final kepada otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut.
“Gianni (Infantino) luar biasa. Dia teman saya, dan dia sudah membicarakan hal ini. Saya bilang, ‘Lakukan saja apa pun yang kamu mau. Kamu boleh membiarkan mereka ikut, atau kamu tidak perlu menyertakannya. Mungkin mereka punya tim yang bagus,” lanjut Trump.
Misi Diplomasi Melalui Sepak Bola
Senada dengan Trump, Gianni Infantino menegaskan komitmennya untuk menjaga netralitas olahraga. Baginya, Piala Dunia harus menjadi jembatan perdamaian, bukan alat pemisah. Menepis segala polemik, Infantino memastikan Mehdi Taremi dan kawan-kawan tetap memiliki kursi di turnamen empat tahunan itu.
“Tentu saja, Iran akan bertanding di Amerika Serikat. Alasannya sederhana, karena kita harus bersatu. Kita harus mendekatkan orang-orang,” tegas Infantino saat berbicara kepada BBC.
Tensi Politik di Balik Layar
Meskipun lampu hijau telah diberikan, perjalanan Iran menuju Amerika Utara tidaklah mulus. Sebelumnya, atmosfer sempat memanas akibat beberapa faktor:
- Usulan Italia: Utusan Trump, Paolo Zampolli, sempat melontarkan ide kontroversial untuk mencoret Iran dan menggantikannya dengan Timnas Italia.
- Boikot Visa di Kanada: Hubungan makin pelik setelah sejumlah pejabat Federasi Sepak Bola Iran ditolak masuk ke Kanada untuk mengikuti Kongres FIFA di Vancouver.
- Isu Keamanan & IRGC: Mehdi Taj, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, menjadi sorotan karena tuduhan keterkaitan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengeluarkan pernyataan tegas. Ia memastikan bahwa meskipun tim nasional boleh bertanding, individu yang terafiliasi dengan organisasi yang dianggap teroris oleh AS tidak akan mendapatkan akses masuk.
Kini, meski bayang-bayang konflik politik masih menyelimuti, dunia sepak bola setidaknya bisa bernapas lega karena integritas kompetisi tetap terjaga. Kehadiran Iran diprediksi akan menjadi salah satu magnet perhatian terbesar sepanjang perhelatan Piala Dunia 2026 nanti.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










