Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siap-siap Borong Pemain Bintang! Klaim Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 21 Juni 2026

Minggu, 21 Juni 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

Serbu Hadiah Gratis! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 21 Juni 2026, Ada Skin Senjata Keren

Minggu, 21 Juni 2026 01:00 WIB
CPNS

Heboh Tautan Pendaftaran CPNS 2026 di Medsos, Benarkah Sudah Dibuka? Cek Fakta dari BKN

Sabtu, 20 Juni 2026 22:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siap-siap Borong Pemain Bintang! Klaim Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 21 Juni 2026
  • Serbu Hadiah Gratis! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 21 Juni 2026, Ada Skin Senjata Keren
  • Heboh Tautan Pendaftaran CPNS 2026 di Medsos, Benarkah Sudah Dibuka? Cek Fakta dari BKN
  • Ranking AFC Melesat, Klub Liga 1 Dapat Durian Runtuh untuk Slot Asia Musim Depan
  • Instagram Rilis Fitur Baru yang Bikin Postingan Carousel Jadi Lebih Hidup
  • Ikuti Jejak Indonesia, Inggris Larang Total Anak di Bawah 16 Tahun Main Medsos Mulai 2027
  • Sisi Lain Icuk Baros: Dari Tukang Servis Kompor Jadi ‘Bos Saep’ Copet Legendaris yang Dicintai Penonton
  • Depak Kurzawa dan Barba, Persib Dikabarkan Incar Eks Striker Real Madrid
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 21 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Waspada! BNPT Bongkar Modus ‘Digital Grooming’ Terorisme di Game Roblox

By Aga GustianaJumat, 1 Mei 2026 16:36 WIB2 Mins Read
Roblox
Game Roblox. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia maya kembali diguncang isu keamanan anak yang serius. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) baru saja merilis temuan terkait infiltrasi kelompok radikal ke dalam ekosistem game populer, Roblox. Platform yang digandrungi jutaan anak-anak ini kedapatan disalahgunakan sebagai ladang rekrutmen teroris muda.

Aksi cepat tanggap yang dilakukan BNPT bersama aparat penegak hukum membuahkan hasil krusial. Tercatat, setidaknya 112 anak berhasil diamankan dan diselamatkan dari jeratan doktrinasi berbahaya yang tersembunyi di balik keseruan bermain game.

Cara Kerja “Digital Grooming”: Dari Chat hingga Doktrin

Kepala BNPT, Eddy Hartono, menjelaskan bahwa para pelaku menggunakan teknik yang sangat rapi untuk mengelabui korban di bawah umur. Memanfaatkan fitur interaksi sosial di dalam game, pelaku melakukan pendekatan yang terlihat sangat natural.

“Fitur chat dan voice chat di Roblox ini dimanfaatkan untuk melakukan pendekatan kepada anak-anak. Ini yang kami sebut sebagai digital grooming,” ujar Eddy dalam konferensi pers bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga:  UMKM Tersungkur Akibat TikTok Live Diblokir, Publik Sindir Judol Masih Bebas

Metode ini dilakukan secara perlahan guna memanipulasi psikologis anak. Pelaku memposisikan diri sebagai teman bermain yang suportif sebelum akhirnya melakukan langkah yang lebih jauh.

“Mereka berinteraksi, merasa punya hobi yang sama, bahkan saling curhat. Dari situ dibangun empati,” jelasnya.

Baca Juga:  Stasiun TV Diminta Siarkan Lagu Indonesia Raya Tiap Pagi

Jalur Perpindahan ke Platform Privat

Setelah kepercayaan terbangun, pelaku biasanya mulai menarik korbannya keluar dari ekosistem Roblox. Mereka diarahkan untuk berkomunikasi melalui aplikasi pesan instan yang lebih tertutup seperti WhatsApp atau Telegram. Di sanalah, proses radikalisasi yang sesungguhnya dimulai.

“Di tahap berikutnya, mulai dilakukan normalisasi dan penyebaran doktrin radikal. Ini yang sangat berbahaya,” kata Eddy.

Respons Tegas Pemerintah: Keamanan Roblox Jadi Sorotan

Baca Juga:  Jokowi Lantik Saifullah Yusuf sebagai Mensos dan Eddy Hartono Jadi Kepala BNPT

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Data BNPT menunjukkan bahwa infiltrasi melalui media online gaming telah terdeteksi sejak tahun 2024. Menanggapi eskalasi ancaman ini, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengambil langkah preventif dengan mendesak manajemen Roblox.

Meutya menekankan pentingnya pengawasan ketat pada interaksi antara pengguna anak dengan orang asing yang tidak dikenal.

“Fitur komunikasi dengan orang asing ini yang menjadi perhatian utama karena berpotensi dimanfaatkan untuk hal-hal berbahaya, termasuk rekrutmen radikalisasi anak,” tutur Meutya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BNPT Digital Grooming game online Keamanan Anak komdigi Meutya Hafid Rekrutmen Teroris Roblox
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger Sopir Angkot Kesurupan Usai Kecelakaan di Sumedang, Polisi Ungkap Fakta Medisnya

Viral! Liburan Berujung Panik, Sejumlah Mobil Terjebak Gelombang Pasang di Pantai Ujung Genteng

Padam Listrik

Terungkap! Ini Penyebab Utama Pemadaman Listrik Bergilir yang Landa Sejumlah Wilayah Jawa Barat

Rayakan Ultah ke-19, DPRD Jabar Soroti Kemajuan Infrastruktur Bandung Barat Selatan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Daftar Nominal PKH 2026 Terbaru, Ada yang Dapat Hingga Rp2,7 Juta per Tahun

Refleksi Pedas 19 Tahun KBB: Tokoh Pendiri Sindir Pejabat yang Cuma Pamer Pencapaian Semu!

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Viral di Media Sosial! Siapa Sebenarnya Cut Salwa dan Cut Salsa yang Bikin Geger Ini?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.