Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
gempa

Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan

Rabu, 12 Agustus 2026 19:02 WIB

Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban

Rabu, 12 Agustus 2026 19:01 WIB

Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 18:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan
  • Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban
  • Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras
  • Tak Perlu Jago Desain, 5 Prompt AI Ini Bisa Bikin Poster HUT RI Makin Keren
  • Persib Dapat Suntikan 2 Bintang Timnas, Sandy Walsh dan Ragnar Siap Unjuk Gigi
  • Geger! 35 Pohon di Bandung Ditebang Ilegal, Ada yang Sudah Ditutup Cor
  • Persebaya Punya 5 Senjata untuk Musim Baru, Rivera dan Yuran Fernandes Jadi Sorotan
  • Nama Bisa Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026, Ini Penyebab dan Cara Ceknya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Waspada! BNPT Bongkar Modus ‘Digital Grooming’ Terorisme di Game Roblox

By Aga GustianaJumat, 1 Mei 2026 16:36 WIB2 Mins Read
Roblox
Game Roblox. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia maya kembali diguncang isu keamanan anak yang serius. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) baru saja merilis temuan terkait infiltrasi kelompok radikal ke dalam ekosistem game populer, Roblox. Platform yang digandrungi jutaan anak-anak ini kedapatan disalahgunakan sebagai ladang rekrutmen teroris muda.

Aksi cepat tanggap yang dilakukan BNPT bersama aparat penegak hukum membuahkan hasil krusial. Tercatat, setidaknya 112 anak berhasil diamankan dan diselamatkan dari jeratan doktrinasi berbahaya yang tersembunyi di balik keseruan bermain game.

Cara Kerja “Digital Grooming”: Dari Chat hingga Doktrin

Kepala BNPT, Eddy Hartono, menjelaskan bahwa para pelaku menggunakan teknik yang sangat rapi untuk mengelabui korban di bawah umur. Memanfaatkan fitur interaksi sosial di dalam game, pelaku melakukan pendekatan yang terlihat sangat natural.

“Fitur chat dan voice chat di Roblox ini dimanfaatkan untuk melakukan pendekatan kepada anak-anak. Ini yang kami sebut sebagai digital grooming,” ujar Eddy dalam konferensi pers bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Metode ini dilakukan secara perlahan guna memanipulasi psikologis anak. Pelaku memposisikan diri sebagai teman bermain yang suportif sebelum akhirnya melakukan langkah yang lebih jauh.

“Mereka berinteraksi, merasa punya hobi yang sama, bahkan saling curhat. Dari situ dibangun empati,” jelasnya.

Jalur Perpindahan ke Platform Privat

Setelah kepercayaan terbangun, pelaku biasanya mulai menarik korbannya keluar dari ekosistem Roblox. Mereka diarahkan untuk berkomunikasi melalui aplikasi pesan instan yang lebih tertutup seperti WhatsApp atau Telegram. Di sanalah, proses radikalisasi yang sesungguhnya dimulai.

“Di tahap berikutnya, mulai dilakukan normalisasi dan penyebaran doktrin radikal. Ini yang sangat berbahaya,” kata Eddy.

Respons Tegas Pemerintah: Keamanan Roblox Jadi Sorotan

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Data BNPT menunjukkan bahwa infiltrasi melalui media online gaming telah terdeteksi sejak tahun 2024. Menanggapi eskalasi ancaman ini, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengambil langkah preventif dengan mendesak manajemen Roblox.

Meutya menekankan pentingnya pengawasan ketat pada interaksi antara pengguna anak dengan orang asing yang tidak dikenal.

“Fitur komunikasi dengan orang asing ini yang menjadi perhatian utama karena berpotensi dimanfaatkan untuk hal-hal berbahaya, termasuk rekrutmen radikalisasi anak,” tutur Meutya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BNPT Digital Grooming game online Keamanan Anak komdigi Meutya Hafid Rekrutmen Teroris Roblox
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

gempa

Bukan Sekali! Dua Gempa Dangkal Guncang Bandung, Getarannya Dirasakan Warga Pangalengan

Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10 Dikritik, Pakar Warning Kelas Menengah Terancam Jadi Korban

Dua Orang Ditangkap Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras

Geger! 35 Pohon di Bandung Ditebang Ilegal, Ada yang Sudah Ditutup Cor

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Nama Bisa Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026, Ini Penyebab dan Cara Ceknya

Gerhana Matahari Total Hari Ini Bikin Langit Gelap, Indonesia Bisa Melihat atau Tidak?

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.