Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Berusia Puluhan Tahun! Ini 12 Kuliner Legendaris Bekasi yang Paling Dicari Pemburu Cita Rasa

Selasa, 13 Oktober 2026 06:00 WIB

Liburan ke Sumedang? Ini 5 Tempat Wisata Instagramable, Ada Kastil Warna-Warni

Selasa, 13 Oktober 2026 05:00 WIB

Bingung Cari Makan Malam di Sumedang? Ini 5 Tempat dengan Menu Lezat dan Harga Terjangkau

Selasa, 13 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Berusia Puluhan Tahun! Ini 12 Kuliner Legendaris Bekasi yang Paling Dicari Pemburu Cita Rasa
  • Liburan ke Sumedang? Ini 5 Tempat Wisata Instagramable, Ada Kastil Warna-Warni
  • Bingung Cari Makan Malam di Sumedang? Ini 5 Tempat dengan Menu Lezat dan Harga Terjangkau
  • Bansos Oktober–Desember 2026, Cek Nama Penerima Lewat HP dengan Cara Ini
  • Jadwal Super Padat Bikin Pemain Tumbang, Thom Haye Buka Suara Soal Fasilitas Recovery Persib
  • Era Baru Pengajuan Bansos: Cukup Gunakan NIK KTP, Proses Verifikasi Cuma Hitungan Menit
  • Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari
  • Berusia Puluhan Tahun! Ini 6 Kuliner Legendaris Sukabumi yang Selalu Diincar Wisatawan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Waspada! BNPT Bongkar Modus ‘Digital Grooming’ Terorisme di Game Roblox

By Aga GustianaJumat, 1 Mei 2026 16:36 WIB2 Mins Read
Roblox
Game Roblox. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia maya kembali diguncang isu keamanan anak yang serius. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) baru saja merilis temuan terkait infiltrasi kelompok radikal ke dalam ekosistem game populer, Roblox. Platform yang digandrungi jutaan anak-anak ini kedapatan disalahgunakan sebagai ladang rekrutmen teroris muda.

Aksi cepat tanggap yang dilakukan BNPT bersama aparat penegak hukum membuahkan hasil krusial. Tercatat, setidaknya 112 anak berhasil diamankan dan diselamatkan dari jeratan doktrinasi berbahaya yang tersembunyi di balik keseruan bermain game.

Cara Kerja “Digital Grooming”: Dari Chat hingga Doktrin

Kepala BNPT, Eddy Hartono, menjelaskan bahwa para pelaku menggunakan teknik yang sangat rapi untuk mengelabui korban di bawah umur. Memanfaatkan fitur interaksi sosial di dalam game, pelaku melakukan pendekatan yang terlihat sangat natural.

“Fitur chat dan voice chat di Roblox ini dimanfaatkan untuk melakukan pendekatan kepada anak-anak. Ini yang kami sebut sebagai digital grooming,” ujar Eddy dalam konferensi pers bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga:  Begini Kata TikTok Usai Izin Dibekukan Gara-gara Tolak Beri Data

Metode ini dilakukan secara perlahan guna memanipulasi psikologis anak. Pelaku memposisikan diri sebagai teman bermain yang suportif sebelum akhirnya melakukan langkah yang lebih jauh.

“Mereka berinteraksi, merasa punya hobi yang sama, bahkan saling curhat. Dari situ dibangun empati,” jelasnya.

Baca Juga:  Bukan Saling Sikut! FTTH dan FWA Jadi 'Duet Maut' Percepat Internet Merata di Indonesia

Jalur Perpindahan ke Platform Privat

Setelah kepercayaan terbangun, pelaku biasanya mulai menarik korbannya keluar dari ekosistem Roblox. Mereka diarahkan untuk berkomunikasi melalui aplikasi pesan instan yang lebih tertutup seperti WhatsApp atau Telegram. Di sanalah, proses radikalisasi yang sesungguhnya dimulai.

“Di tahap berikutnya, mulai dilakukan normalisasi dan penyebaran doktrin radikal. Ini yang sangat berbahaya,” kata Eddy.

Respons Tegas Pemerintah: Keamanan Roblox Jadi Sorotan

Baca Juga:  Stasiun TV Diminta Siarkan Lagu Indonesia Raya Tiap Pagi

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Data BNPT menunjukkan bahwa infiltrasi melalui media online gaming telah terdeteksi sejak tahun 2024. Menanggapi eskalasi ancaman ini, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengambil langkah preventif dengan mendesak manajemen Roblox.

Meutya menekankan pentingnya pengawasan ketat pada interaksi antara pengguna anak dengan orang asing yang tidak dikenal.

“Fitur komunikasi dengan orang asing ini yang menjadi perhatian utama karena berpotensi dimanfaatkan untuk hal-hal berbahaya, termasuk rekrutmen radikalisasi anak,” tutur Meutya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

komdigi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Bansos Oktober–Desember 2026, Cek Nama Penerima Lewat HP dengan Cara Ini

Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

PKH hingga PIP 2026, Segini Nominal Bantuan dan Cara Cek Status Penerima secara Online

Nasib PMI Asal Cililin di Dubai Bikin Keluarga Cemas, Komunikasi Terputus usai Minta Pertolongan

Dikira Nyata, Aksi Heroik ODGJ Gagalkan Curanmor Ternyata Rekayasa AI

Misteri Pria Hilang di Cimahi Berakhir, Ditemukan Meninggal di Persawahan Cipatat

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
  • Incar Poin Penuh di Kandang Port FC, Persib Bandung Siap Tampil Habis-habisan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.