Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Senin, 28 September 2026 01:00 WIB

Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI

Minggu, 27 September 2026 20:17 WIB

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Minggu, 27 September 2026 19:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
  • Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka
  • Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
  • Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kebakaran di LA, Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang Jadi Faktor Penyebaran Titik Api

By Putra JuangSabtu, 11 Januari 2025 21:10 WIB2 Mins Read
Kondisi kebakaran dahsyat yang melanda Los Angeles, Amerika Serikat. (Foto: The Times)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebakaran Palisades dan Eaton menjadi bencana kebakaran hutan paling merusak di Los Angeles, Amerika Serikat sejak Selasa (7/1/2024).

Mengutip Reuters, kebakaran ini telah menelan 10 orang korban jiwa, 180.000 orang dievakuasi, serta menghanguskan lebih dari 10.000 bangunan.

Secara keseluruhan, ada lima titik kebakaran yang terjadi di Los Angeles, California Selatan, Amerika Serikat. Dari kelima peristiwa kebakaran, kebakaran Palisades dan Eaton menjadi yang terbesar dan merusak lebih dari 90 persen.

Salah satu faktor yang membuat kebakaran ini dapat menyebar dengan cepat adalah bertiupnya angin kencang Santa Ana dan cuaca musim dingin yang kering.

Baca Juga:  Longsor di Lembang, Enam Warga Luka dan Puluhan Mengungsi: Tebing Setinggi 25 Meter Runtuh

Menurut koresponden Vox tentang sains di Washington DC, Umair Irfan, angin Santa Ana sebenarnya merupakan fenomena tahunan bertiupnya angin kencang yang terjadi pada musim dingin.

“Tahun ini, anginnya sangat kencang, dengan hembusan angin mencapai 100 mil per jam. Itu sebagian karena sistem tekanan tinggi yang tertahan di atas pegunungan yang membantu menekan lebih banyak udara ke luar dan ke arah barat menuju kota, dan menambah hembusan angin tambahan,” kata Umair dikutip dari Science Friday, Sabtu (11/1/2025).

Baca Juga:  Api Membumbung Tinggi, Kios Pasar Simpang Dago Habis Terbakar

Selain bertiupnya angin musim dingin yang sangat kencang, kondisi vegetasi yang kering juga menjadi faktor api mudah menjalar. Padahal pada 2024 lalu, musim dingin dinilai lebih basah sehingga banyak rumput dan semak yang tumbuh pesat.

Banyaknya rumput dan semak yang telah tumbuh dan mengering, juga menjadi faktor yang membuat hutan-hutan di Los Angeles mudah dilalap api. Meskipun ribuan petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan dan berjibaku berhari-hari, api masih belum dapat dipadamkan.

Kondisi cuaca dan dampak langsung dari perubahan iklim diperkirakan akan memicu kebakaran yang terus meluas selama beberapa hari ke depan.

Baca Juga:  Fenomena Awan Petir di Bandung, BMKG Imbau Warga Waspada

Kebakaran Palisades antara Santa Monica dan Malibu di sisi barat kota dan Kebakaran Eaton di sisi timur dekat Pasadena merupakan kebakaran besar dalam sejarah Los Angeles yang menghabiskan lebih dari 34.000 hektar lingkungan dan mengubahnya menjadi abu.

Perusahaan Perkiraan Cuaca Swasta AccuWeather memperkirakan kerusakan dan kerugian ekonomi mencapai $135 miliar hingga $150 miliar, menandakan pemulihan yang sulit dan melonjaknya biaya asuransi pemilik rumah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Amerika Serikat angin kencang Cuaca Ekstrem kebakaran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.