Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Sabtu, 12 September 2026 13:16 WIB

Teror Petasan Jelang Big Match: Malam Mencekam Skuad Persib di Hotel Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 12:54 WIB

Persija vs Persib Diprediksi Hujan Gol, Maung Bandung Diunggulkan Menang Tipis

Sabtu, 12 September 2026 12:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi
  • Teror Petasan Jelang Big Match: Malam Mencekam Skuad Persib di Hotel Jakarta
  • Persija vs Persib Diprediksi Hujan Gol, Maung Bandung Diunggulkan Menang Tipis
  • Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!
  • Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong
  • Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP
  • GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija
  • Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ekonomi Jabar Melesat Lampaui Nasional, Terasa Gak? Masa Gak?

By Aga GustianaSenin, 12 Mei 2025 12:40 WIB2 Mins Read
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan I tahun 2025 tercatat sebesar 4,98% (year-on-year), melampaui angka pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 4,87%. Meski demikian, sejumlah tantangan struktural masih menjadi perhatian.

Pengamat ekonomi dari Universitas Pasundan, Acuivarta Kartabi, menyebutkan bahwa capaian ini merupakan sinyal awal yang baik untuk tahun 2025, meskipun sedikit menurun dibanding kuartal IV 2024 lalu yang tercatat sebesar 5,02%.

“Kalau kita lihat, ini awal yang bagus. Angka 4,98% lebih tinggi dari nasional, walau sedikit lebih rendah dibanding kuartal IV tahun lalu,” ujarnya, Senin (12/5/2025).

Namun, Acuivarta mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi semata tidak cukup untuk menggambarkan kondisi riil masyarakat. Ia menekankan pentingnya pertumbuhan yang inklusif, yaitu mampu menciptakan lapangan kerja dan menurunkan kemiskinan.

Baca Juga:  Kolaborasi di BDD 2025 Kunci Indonesia Cetak Developer Kualitas Dunia

“Pertumbuhan ekonomi tidak serta-merta menandakan perbaikan menyeluruh. Tingkat pengangguran per Februari 2025 masih cukup tinggi, yaitu 6,74%. Ini artinya belum semua kelompok masyarakat merasakan dampak positif dari pertumbuhan tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan ekonomi suatu daerah tak hanya dinilai dari seberapa tinggi angka pertumbuhan, tetapi juga sejauh mana manfaat ekonomi tersebut bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Baca Juga:  Investasi Jabar Meningkat Masif, Penyerapan Tenaga Kerja Ikut Terkerek Capai 303.469 Orang

“Kita tidak bisa puas hanya dengan angka 4,98%. Pertumbuhan yang ideal adalah yang mampu menciptakan pekerjaan dan mengurangi angka kemiskinan,” tegasnya.

Acuivarta mendorong pemerintah daerah untuk tidak hanya fokus pada angka makroekonomi, tetapi juga memperkuat sektor-sektor padat karya dan UMKM agar pertumbuhan ekonomi bisa lebih merata dan berdampak nyata.

Sebelumnya, Pemprov Jawa Barat mengklaim jika laju pertumbuhan ekonomi Jabar pada kuartal I/2025 sebesar 4,98 persen secara year on year (yoy). Angka ini melebihi pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 4,87 persen.

Baca Juga:  Ratusan Kepsek di Jabar Terancam Dicopot Imbas Gelar Study Tour

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus menyebutkan menurut lapangan usaha yang menjadi sumber pertumbuhan tertinggi adalah kategori pertanian sebesar 1,83 persen, kategori perdagangan 0,90 persen, transportasi dan pergudangan sebesar 0,56 persen, informasi dan komunikasi sebesar 0,56 persen.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ekonomi jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, PKH hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan

Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia

Kasus Abah Setu Belum Usai, Polisi Masih Dalami Video yang Disebut Hasil Editan AI

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.