Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi video syur

Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes

Jumat, 9 Oktober 2026 14:03 WIB

Total Hadiah Fantastis! Ajang Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026 Resmi Dibuka, Simak Kategori Barunya

Jumat, 9 Oktober 2026 13:51 WIB

Ban Diduga Pecah, Mobil Hantam Tembok Bandung Zoo hingga Roboh!

Jumat, 9 Oktober 2026 13:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
  • Total Hadiah Fantastis! Ajang Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026 Resmi Dibuka, Simak Kategori Barunya
  • Ban Diduga Pecah, Mobil Hantam Tembok Bandung Zoo hingga Roboh!
  • Terungkap! Mantan Koki di Amerika Tanam Ganja di Rooftop Rumah di Bandung
  • Sampel Makanan Raib, Misteri Dugaan Keracunan Massal di Restoran 88 Seoul Bandung Belum Terpecahkan
  • Berawal dari Protes Kartu Kuning, Ini Kronologi Lengkap Dugaan Rasisme yang Timpa Gabriel Mutombo
  • Persib Tuntaskan Mimpi Buruk Port FC, Dominasi Thailand dari Indonesia Berakhir?
  • Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Kapan Cair? Ini Jadwal, Nominal, dan Cara Ceknya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 9 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Larang PR, Minta Pembelajaran Diselesaikan di Sekolah

By Aga GustianaSabtu, 15 Maret 2025 18:50 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat Grand Opening PT Ultimate Noble Indonesia di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Senin (3/3/2025). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berencana menerapkan kebijakan baru terkait sistem pembelajaran di sekolah. Ia menegaskan bahwa seluruh materi pelajaran harus diselesaikan di sekolah tanpa membawa pekerjaan rumah (PR).

“Kurikulum nanti akan dirancang agar seluruh pembelajaran selesai di sekolah,” ujar Dedi dalam pertemuan dengan siswa dan perangkat sekolah, Sabtu (15/2/2025).

Hapus PR Demi Efektivitas Belajar

Menurut Dedi, tugas sekolah yang diberikan untuk dikerjakan di rumah justru bertentangan dengan semangat pendidikan.

“Anak-anak tidak boleh pulang ke rumah dengan tumpukan PR. Itu bertentangan dengan spirit pendidikan,” tegasnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Beri Imbauan untuk Pengelola Wisata Hadapi Libur Lebaran

Ia menjelaskan bahwa pekerjaan rumah (PR) seharusnya merujuk pada kegiatan rumah tangga seperti membersihkan rumah, mencuci pakaian, atau menyetrika. Sementara tugas sekolah seharusnya tetap dikerjakan di sekolah.

“Kalau dari sekolah dibawa ke rumah, namanya bukan pekerjaan rumah, tapi pekerjaan sekolah. Jadi, sebaiknya diselesaikan di sekolah agar fokus dan tidak ada penumpukan pelajaran,” lanjut Dedi.

Kurikulum Terlalu Padat, Fokus ke Pendidikan Dasar

Mantan Bupati Purwakarta ini juga mengkritik kurikulum pendidikan di Indonesia yang dianggap terlalu banyak mata pelajaran sehingga siswa sulit memahami materi dengan optimal.

Baca Juga:  Rafael Situmorang ke KDM: Tata Ruang Boleh Ditegakkan, tapi Kunci Suksesnya Ada di Dialog Sosial dan Solusi Usaha

“Kita ini pelajarannya terlalu banyak. Karena kebanyakan, akhirnya satu pun tidak hafal,” kata Dedi.

Ia pun menekankan pentingnya fokus pada pendidikan dasar, terutama dalam kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

“Fokus ke pendidikan dasar saja. Kalau SD calistung, ya calistung saja,” tambahnya.

Belajar Tanpa Digital, Latih Otak Kiri

Selain itu, Dedi menegaskan bahwa menulis dan berhitung harus dilakukan secara manual tanpa bantuan perangkat digital. Menurutnya, hal ini penting untuk melatih otak kiri dan meningkatkan kecerdasan anak.

Baca Juga:  5 Provinsi dengan Kasus PHK Tertinggi, Jabar Tempati Posisi Pertama!

“Tidak boleh pakai HP atau perangkat digital. Kenapa? Agar otak kirinya terlatih,” ujarnya.

Dedi menyatakan akan segera berkomunikasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk merealisasikan kebijakan ini. Ia berharap, perubahan ini dapat meningkatkan efektivitas sistem pendidikan di Jawa Barat dan membentuk generasi yang lebih fokus serta mandiri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat siswa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi video syur

Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes

Total Hadiah Fantastis! Ajang Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026 Resmi Dibuka, Simak Kategori Barunya

Ban Diduga Pecah, Mobil Hantam Tembok Bandung Zoo hingga Roboh!

Terungkap! Mantan Koki di Amerika Tanam Ganja di Rooftop Rumah di Bandung

Sampel Makanan Raib, Misteri Dugaan Keracunan Massal di Restoran 88 Seoul Bandung Belum Terpecahkan

JNE Raih Sertifikasi Halal dari BPJPH, Begini Standar Baru Layanan Logistiknya

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.