Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan

Sabtu, 10 Oktober 2026 21:02 WIB

Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!

Sabtu, 10 Oktober 2026 20:56 WIB
Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Sabtu, 10 Oktober 2026 20:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan
  • Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!
  • Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas
  • Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian
  • Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur
  • Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit
  • Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust
  • The Next Maarten Paes? Aksi Latihan Kiper Cilik Paling Unik dan Keren Se-Indonesia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 10 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dugaan Kasus Rudapaksa di Sapan Bandung, Korban Masih Jalani Pemulihan Trauma

By SusanaJumat, 3 Juli 2026 16:38 WIB3 Mins Read
Pencabulan
Kasus Pelecehan seksual. Foto: ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang pelajar SMP berinisial P diduga menjadi korban rudapaksa yang dilakukan oleh enam orang di sebuah rumah di kawasan Sapan, Kabupaten Bandung. Saat ini, kasus tersebut telah ditangani oleh Polresta Bandung untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Kuasa hukum korban, Reyraya Respati, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut bermula dari perkenalan korban dengan salah satu pelaku melalui media sosial. Setelah berkomunikasi melalui WhatsApp, pelaku kemudian mengajak korban bertemu secara langsung.

Kronologi Dugaan Rudapaksa di Sapan Bandung

Menurut keterangan kuasa hukum, korban dan pelaku sempat bertemu pertama kali sebelum kembali melakukan pertemuan pada 29 Juni 2026.

Pada pertemuan kedua tersebut, korban diduga dibawa ke sebuah rumah di kawasan Sapan sebelum kemudian mengalami tindakan rudapaksa oleh enam orang pelaku.

Baca Juga:  Operasi Tengah Malam! 7 Motor Balap Liar Diamankan di Kabupaten Bandung

“Korban dibawa ke sebuah rumah dan kemudian dirudapaksa oleh enam orang,” ujar Reyraya saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026).

Kuasa hukum menyebut, korban juga diduga diberikan minuman yang membuatnya kehilangan kesadaran sebelum para pelaku melakukan aksi tersebut.

Korban Sempat Tidak Bisa Dihubungi Keluarga

Setelah kejadian, pihak keluarga korban sempat mencoba menghubungi karena korban tidak kunjung pulang ke rumah. Namun, saat itu ponsel korban tidak dapat dihubungi karena masih berada di tangan pelaku.

Belakangan, korban ditemukan dalam kondisi lemas dan diantar ke pinggir jalan di kawasan Sapan.

Baca Juga:  Pelaku Ditangkap, Motif Sakit Hati Jadi Alasan Pembunuhan di Tanjakan Benyeng

“Ketemu di pinggir jalan sekitar Sapan dalam kondisi lemah,” jelasnya.

Setibanya di rumah, korban masih dalam kondisi trauma dan belum mampu menceritakan secara rinci peristiwa yang dialaminya.

Dua Pelaku Ditahan, Lainnya Masih di Bawah Umur

Kuasa hukum menjelaskan bahwa kasus ini telah masuk ke ranah kepolisian. Dari enam terduga pelaku, dua orang telah ditahan, sementara pelaku lainnya masih berstatus anak di bawah umur dan tetap diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, korban saat ini masih menjalani pendampingan psikologis untuk pemulihan trauma.

“Korban masih dalam proses asesmen awal untuk konseling karena trauma mendalam,” ungkap Reyraya.

Korban Alami Trauma Berat, Pendampingan Terus Dilakukan

Baca Juga:  Polisi Tangkap Ratusan Preman, Fokus Amankan Kawasan Industri di Kabupaten Bandung

Hingga kini, korban berinisial P belum dapat memberikan keterangan secara utuh kepada penyidik maupun pendamping hukum akibat kondisi psikologisnya yang masih terguncang.

Pihak pendamping menegaskan bahwa pemulihan trauma menjadi fokus utama sebelum proses hukum berjalan lebih lanjut.

Kuasa Hukum Minta Proses Hukum Dilanjutkan

Kuasa hukum korban berharap agar tidak ada upaya damai dalam kasus ini, mengingat dugaan perbuatan dilakukan secara terencana oleh lebih dari satu orang pelaku.

Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi berulang apabila tidak diproses sesuai hukum yang berlaku.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak di media sosial untuk mencegah kasus serupa terjadi kembali.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Polresta Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.