bukamata.id – Kemenangan krusial Persib Bandung atas PSM Makassar dalam lanjutan kompetisi Liga 1 Super League pada Minggu (17/5/2026) malam harus dinodai oleh aksi anarkis di luar kendali. Kekecewaan mendalam atas hasil minor yang diraih tim tuan rumah memicu gelombang kerusuhan dari atas tribun tak lama setelah peluit panjang berbunyi.
Suporter yang merangsek masuk ke area steril lapangan meluapkan kekesalan mereka dengan menyalakan flare serta melempar petasan ke berbagai arah, mengubah atmosfer stadion menjadi mencekam.
Kronologi Laga dan Pemicu Amarah Fans Juku Eja
Ketegangan sejatinya sudah terasa sepanjang jalannya pertandingan. Bermain di hadapan pendukung sendiri, skuat Juku Eja dipaksa bertekuk lutut dengan skor tipis 1-2 oleh tim tamu, Maung Bandung.
- Gol Persib: Keunggulan Persib dibuka lewat aksi Thom Haye pada menit ke-32, sebelum akhirnya dikunci oleh gol dramatis Julio Cesar di masa injury time babak kedua.
- Gol PSM: Tuan rumah sempat menyamakan kedudukan melalui sundulan Yuran Fernandes di menit ke-53.
Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan bagi pendukung setia PSM Makassar. Performa klub yang terus merosot drastis hingga nyaris terjerembab ke jurang degradasi membuat suporter kehilangan kesabaran. Di tengah lapangan, massa yang emosional meneriakkan protes keras dan menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak manajemen klub.
Evakuasi Pemain dan Penonton VIP
Situasi chaos bermula dari tribun selatan saat sejumlah oknum mencoba menerobos barikade pembatas. Kendati sempat dihadang oleh petugas keamanan (steward), aksi tersebut justru memancing penonton dari sektor lain untuk ikut turun ke lapangan.
Melihat kondisi yang semakin tidak kondusif, para penggawa Persib Bandung langsung berlari menyelamatkan diri ke ruang ganti. Tim tamu sempat tertahan beberapa saat di dalam stadion sebelum akhirnya berhasil dievakuasi keluar dari Stadion Gelora BJ Habibie dengan pengawalan super ketat dari aparat kepolisian. Petugas di lapangan juga bergerak cepat mengevakuasi kelompok rentan, termasuk wanita dan anak-anak yang berada di tribun VIP Utara.
Menanggapi insiden mencekam tersebut, Kapten Persib Bandung, Marc Klok, mencoba menyikapi situasi dengan kepala dingin. Ia menilai tindakan anarkis tersebut murni karena faktor kedekatan emosional fans terhadap klubnya.
“Hal biasa, kita semua cinta Makassar, semua pemain (kondisi Persib) aman,” ujarnya saat dimintai keterangan pasca-kejadian.
Persib Selangkah Menuju Tangga Juara
Di balik insiden kelam ini, tambahan tiga poin berharga ini membuat posisi Persib Bandung semakin kokoh di puncak klasemen sementara Liga 1 Super League dengan raihan 78 poin.
Peluang juara Pangeran Biru kini terbuka lebar, terlebih di saat yang bersamaan, rival terdekat mereka yakni Borneo FC dipaksa berbagi angka setelah bermain imbang 0-0 kontra Persijap Jepara. Borneo FC kini tertahan di peringkat kedua dengan koleksi 76 poin, menyisakan jarak dua poin di bawah Persib.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








