bukamata.id – Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) resmi menerima keputusan penolakan banding yang diajukan terkait skandal pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi.
Komite Banding FIFA, melalui pernyataan yang dirilis pada Senin (3/11/2025), menegaskan bahwa pelanggaran terhadap Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) tetap berlaku dan tidak ada perubahan hukuman.
Tujuh pemain yang terlibat dalam kasus ini adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
FAM sebelumnya berharap banding dapat mengurangi atau menghapus sanksi, namun seluruh permintaannya dinyatakan ditolak.
Dengan ditolaknya banding tersebut, keputusan Komite Disiplin FIFA pada 25 September lalu otomatis diperkuat. Hukuman yang harus dijalankan FAM dan para pemain meliputi:
- FAM diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 franc Swiss kepada FIFA.
- Ketujuh pemain masing-masing dijatuhi denda 2.000 franc Swiss.
- Para pemain dikenakan larangan beraktivitas di lingkungan sepak bola selama 12 bulan.
Melalui pernyataan resminya, FIFA menegaskan bahwa FAM dan para pemain tetap memiliki hak untuk meminta salinan lengkap putusan Komite Banding dan melanjutkan upaya hukum ke tingkat selanjutnya, yakni Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
“FAM dan para pemain telah diberitahu mengenai ketentuan keputusan tersebut. Mereka memiliki waktu sepuluh hari untuk meminta salinan lengkap keputusan dari Komite Banding FIFA. Setelah menerima pemberitahuan tersebut, para pihak memiliki waktu 21 hari untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga,” tulis FIFA dalam rilis resminya.
FAM menyatakan kesiapan untuk segera mengajukan permohonan resmi kepada FIFA guna mendapatkan rincian tertulis dan alasan lengkap atas keputusan Komite Banding.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











