bukamata.id – Bandung Raya dan sekitarnya tengah diguyur suhu udara lebih dingin dari biasanya. Suhu yang bisa turun hingga 14°C ini tidak hanya membuat tubuh menggigil, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Ahli kesehatan mengingatkan pentingnya mengenali risiko penyakit akibat cuaca dingin agar tubuh tetap aman dan prima.
Hipotermia: Bahaya Suhu Tubuh Terlalu Rendah
Hipotermia terjadi ketika suhu inti tubuh turun drastis di bawah 35°C akibat paparan udara dingin yang berlebihan. Gejala awal sering tidak disadari, seperti menggigil, kulit pucat, hingga respon tubuh yang lambat. Bayi, lansia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu memiliki risiko lebih tinggi. Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Perubahan suhu ekstrem, seperti pagi dingin dan siang lebih hangat di Bandung, meningkatkan risiko ISPA. Infeksi ini menyerang saluran napas dari hidung hingga paru-paru, ditandai batuk, pilek, dan demam. Penelitian menunjukkan virus penyebab ISPA lebih mudah menyebar saat cuaca dingin.
Influenza dan Pilek: Virus Lebih “Betah” Saat Dingin
Flu dan pilek meningkat selama musim dingin karena virus bertahan lebih lama di udara dan permukaan benda. Udara dingin dan kering juga menurunkan efektivitas pertahanan hidung, sementara sistem imun yang melemah membuat tubuh lebih rentan terinfeksi.
Kekambuhan Asma dan Alergi Dingin
Udara dingin dapat memicu bronkokonstriksi pada penderita asma, menimbulkan sesak napas, batuk, dan gejala lain. Sementara bagi yang memiliki alergi dingin, tubuh melepaskan histamin sehingga timbul hidung tersumbat, bersin, dan mata gatal.
Nyeri Sendi dan Masalah Muskuloskeletal
Bagi penderita rematik atau radang sendi, gejala nyeri sering memburuk saat cuaca dingin. Perubahan tekanan udara menyebabkan jaringan otot dan sendi sedikit mengembang dan berkontraksi, memicu rasa sakit. Menjaga tubuh tetap hangat menjadi kunci meredakan keluhan.
Tips Mencegah Penyakit Saat Cuaca Dingin
- Kenakan Pakaian Hangat
Pilih bahan wol atau lapisan hangat lain, dan lindungi kepala, leher, dan tangan dengan topi, syal, serta sarung tangan. - Penuhi Nutrisi Seimbang
Konsumsi makanan kaya vitamin C dan antioksidan, seperti buah dan sayur, serta makanan hangat untuk menjaga suhu tubuh. - Hidrasi Cukup
Minum air putih meski tidak haus, membantu menjaga fungsi organ dan kelembapan kulit. - Tetap Aktif Bergerak
Olahraga ringan di dalam ruangan atau pemanasan sebelum beraktivitas di luar mencegah kekakuan otot dan sendi. - Jaga Kebersihan Diri dan Lingkungan
Cuci tangan secara rutin untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri penyebab penyakit pernapasan.
Dengan langkah pencegahan sederhana ini, tubuh dapat tetap sehat meski menghadapi udara dingin khas Bandung. Warga dianjurkan selalu memantau kondisi cuaca dan menyesuaikan aktivitas sehari-hari agar risiko penyakit bisa diminimalkan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









