Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Indonesia vs Mozambik: Skuad Garuda Menang Tipis, Ranking FIFA Berpeluang Naik Lagi

Rabu, 10 Juni 2026 08:10 WIB

Pertamax Naik Telak Hampir Rp4.000 Per Liter! Cek Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 06:52 WIB
Ole Romeny

Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik

Rabu, 10 Juni 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Indonesia vs Mozambik: Skuad Garuda Menang Tipis, Ranking FIFA Berpeluang Naik Lagi
  • Pertamax Naik Telak Hampir Rp4.000 Per Liter! Cek Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina Hari Ini
  • Menang Lagi! Segini Tambahan Poin Timnas Indonesia di Ranking FIFA Usai Jinakkan Mozambik
  • STY Bocorkan Mariano Peralta Sudah Dikontrak Persija, Bek Persib Ikut Disinggung
  • PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!
  • Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak
  • Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 10 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terobosan Kesehatan Nasional: Bio Farma Kantongi Izin Edar Radiofarmaka FloDeg untuk Diagnostik Kanker

By Aga GustianaRabu, 21 Mei 2025 10:45 WIB4 Mins Read
Bio Farma raih NIE BPOM untuk FloDeg. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – PT Bio Farma (Persero), holding BUMN farmasi terkemuka di Indonesia, kembali menorehkan pencapaian signifikan dalam upaya mewujudkan kemandirian kesehatan bangsa. Perusahaan pelat merah ini secara resmi mengantongi Nomor Izin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk produk radiofarmaka 18-F Fluorodeoxyglucose (FDG) dengan merek dagang FloDeg. Produk ini menjadi radiofarmaka pertama di Indonesia yang mendapatkan izin edar untuk diagnostik kanker berbasis PET-Scan (Positron Emission Tomography).

NIE tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPOM, Taruna Ikrar, kepada Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma, Yuliana Indriati, dalam acara Asistensi Regulatori Terpadu Wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Sumatera yang diselenggarakan oleh BPOM dan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) pada 19 Mei 2025 di Jakarta.

Dalam sambutannya, Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyoroti tantangan krusial dalam sektor kesehatan Indonesia saat ini. Ia menyatakan, “Di era ini, bangsa kita menghadapi berbagai tantangan di aspek kesehatan. Pertama, berkembangnya penyakit baru. Kedua, lebih dari 90% Bahan Baku Obat kita masih impor, artinya kita sangat tergantung pada negara lain. Namun secara bertahap, BPOM mengajak berbagai pihak untuk mengurangi ketergantungan tersebut sampai setidaknya mencapai angka 50%. Ketiga, SDM kita ditantang oleh perkembangan teknologi yang pesat. Oleh karena itu, peran berbagai stakeholder kesehatan sangat penting dalam menyikapi tantangan ini.”

Lebih lanjut, Taruna Ikrar menekankan pentingnya pengembangan produk inovatif seperti radiofarmaka dalam penanganan penyakit, khususnya kanker. Saat sesi doorstop, ia mengatakan, “Radiofarmaka itu penting, kita tahu banyak penyakit yang bisa dipercepat penyembuhannya lewat penggunaan radiofarma, salah satunya adalah penyakit kanker. Radiofarmaka merupakan produk inovatif untuk menghadapi tantangan cepatnya perkembangan penyakit dewasa ini. Kemarin, kita menghadapi kanker dengan metode kemoterapi dan radioterapi, namun saat ini, radiofarmaka menjadi salah satu metode terbaru dalam menghadapi kanker. Kami meyakini Bio Farma bisa semakin melayani masyarakat dengan menghasilkan produk – produk inovatif salah satunya adalah radiofarmaka.”

Baca Juga:  Tingkatkan Kapasitas UMKM, 50 Pelaku Usaha Ikuti Pelatihan di Bio Farma Bandung

Menyambut baik perolehan NIE ini, Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma, Yuliana Indriati, menyampaikan bahwa hal ini merupakan tonggak penting bagi Bio Farma dalam mewujudkan kemandirian nasional di bidang radiofarmasi.

Baca Juga:  Bukan Sekedar Sunnah, Ini Manfaat Kurma untuk Berbuka Puasa

“Penerbitan NIE ini menjadi tonggak penting dalam transformasi Bio Farma sebagai pemain utama industri farmasi berteknologi tinggi. Ini membuka jalan bagi kemandirian teknologi radiofarmasi, yang selama ini sangat bergantung pada impor.” ujarnya.

Yuliana menambahkan bahwa dengan izin edar ini, Bio Farma akan memproduksi dan mendistribusikan FDG secara nasional dari fasilitas produksi berstandar CPOB untuk mendukung rumah sakit rujukan dan fasilitas onkologi di berbagai daerah. Untuk mempermudah pemesanan, Bio Farma juga mengembangkan sistem digital Ordering Management System (OMS). Ia juga menegaskan, “Dengan diterbitkannya NIE radiofarmaka FloDeg , Indonesia kini berada di jalur yang lebih kuat untuk memastikan bahwa inovasi dalam deteksi dan penanganan kanker tidak hanya dapat diakses oleh segelintir wilayah, tetapi menjadi bagian dari layanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan untuk seluruh rakyat Indonesia.”

Ke depan, Bio Farma berkomitmen untuk terus berinovasi dalam lini radiofarmasi nasional sebagai bagian dari bioekonomi strategis Indonesia. Yuliana mengungkapkan, “Ke depan, kami akan terus berinovasi dan memperkuat ekosistem lini radiofarmasi nasional sebagai bagian dari bioekonomi strategis Indonesia.”

Baca Juga:  Cek Kesehatan Gratis untuk Anak Sekolah Tiap Tahun Ajaran Baru

Lebih lanjut, Yuliana memastikan kesiapan fasilitas produksi radiofarmaka Bio Farma di Cikarang yang telah memenuhi standar CPOB dan keselamatan radiasi dari BAPETEN untuk beroperasi secara komersial. Ia memungkasi, “Fasilitas produksi radiofarmaka Bio Farma di Cikarang saat ini telah sepenuhnya siap beroperasi secara komersial, menyusul diterbitkannya Nomor Izin Edar (NIE) dari BPOM untuk produk Fluorodeoxyglucose (FDG). Seluruh infrastruktur dan sistem penunjang telah memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk produk radiofarmaka, serta standar keselamatan radiasi yang ditetapkan oleh BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir).”

Bio Farma memiliki visi untuk mendukung kebutuhan rumah sakit dalam pelayanan theranostic (terapi dan diagnostik) dengan radiofarmaka. Langkah ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin ke-4 tentang peningkatan produktivitas untuk mencapai masyarakat yang sejahtera, serta berkontribusi pada ketahanan dan kemandirian kesehatan nasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bio Farma kanker kesehatan Nasional radiofarmaka
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Nominal, dan Cara Ceknya!

Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!

Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tidak Panik Hadapi SPMB, Masalah Pemetaan Masih Bisa Diperbaiki

Komisi II DPRD Jabar Dorong Peningkatan Kualitas Peternak Lewat Bimtek Ternak Domba di Cirebon

Siasat Dadang Supriatna Atasi Banjir & Sampah: Dari Danau Retensi Hingga ASN Wajib Bawa Tumbler!

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Jangan Asal Klik! Link Video Cut Salwa Viral Berpotensi Jadi Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.