Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya

Senin, 16 Maret 2026 01:00 WIB
Persib Bandung

Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League

Minggu, 15 Maret 2026 22:48 WIB

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

Minggu, 15 Maret 2026 21:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Warganet Penasaran Video Mukena Pink Tanpa Sensor, Hati-Hati Link Berbahaya
  • Persib Gagal Menang, tapi Poin Tetap di Puncak Klasemen Super League
  • Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka
  • Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan
  • Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk
  • Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya
  • Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!
  • Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 16 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Basarnas Ungkap Luas Longsor Gunung Burangrang Capai 26 Hektare

By Aga GustianaSenin, 26 Januari 2026 20:16 WIB2 Mins Read
Longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bencana longsor besar yang terjadi di lereng Gunung Burangrang menyebabkan kerusakan parah di wilayah Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (26/1/2026) tersebut mengakibatkan sedikitnya 30 rumah warga di Kampung Pasir Kuda dan Pasir Kuning rata dengan tanah.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan, hasil pengukuran terbaru menunjukkan area longsoran membentang sangat luas. Berdasarkan data sementara, total wilayah terdampak mencapai sekitar 26 hektare, dengan panjang longsoran lebih dari dua kilometer.

“Area operasi SAR ini lebih dari 26 hektare. Kemudian dari mahkota yang sudah diberi tanda sampai lidah longsor ini mencapai 2.009 meter dengan lebar 140 meter,” ujar Syafii, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, material longsor bergerak mengikuti jalur aliran sungai lama yang sebelumnya sudah ada. Namun, besarnya tekanan tanah dan endapan sedimen membuat aliran air terpecah, sehingga air meluap ke sejumlah sisi dan memperluas area terdampak.

Baca Juga:  Basarnas Sebut 8 Orang Selamat dan 14 MD Akibat Banjir Bandang di Ternate

Kondisi tersebut, lanjut Syafii, menjadi tantangan besar bagi tim pencarian dan pertolongan di lapangan. Luas wilayah yang terus berubah membuat proses evakuasi korban tidak bisa mengandalkan data statis.

“Pencarian korban ini menjadi tantangan tersendiri, apalagi angka-angka tadi bukan sesuatu yang akurat. Selalu terdapat penambahan luas dan lebar tergantung kondisi di lapangan,” katanya.

Baca Juga:  Cuaca Buruk Hambat Pencarian Korban Longsor Pasirlangu, Tim SAR Tetap Siaga

Memasuki hari ketiga operasi SAR, tim gabungan kembali menemukan korban jiwa. Sebanyak empat jenazah berhasil dievakuasi dari timbunan material longsor, sehingga total korban yang telah ditemukan mencapai 29 orang.

“Jumlah korban yang berhasil dievakuasi hari ini sebanyak 4 body bag. Dengan demikian, total korban yang diserahkan sejak operasi SAR dimulai berjumlah 29 body bag,” ujar Syafii.

Seluruh jenazah yang berhasil diangkat langsung dibawa ke posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat yang berada di Puskesmas Desa Pasirlangu. Proses identifikasi dilakukan sebelum korban diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca Juga:  Evakuasi Terus Berlanjut, Korban Longsor Cisarua Bertambah Jadi 29 Orang

Syafii menegaskan, proses identifikasi korban sepenuhnya menjadi kewenangan kepolisian dan bukan berada dalam ranah Badan SAR Nasional.

“Terkait identifikasi korban, disampaikan bahwa hal tersebut bukan menjadi ranah Badan SAR Nasional. Kewenangan identifikasi secara hukum berada pada Polri. Informasi terakhir yang diterima menyebutkan bahwa 17 korban telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga,” tutupnya.

Operasi pencarian masih terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan pergerakan tanah yang dinamis di lokasi bencana.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Basarnas Cisarua KBB Longsor Bandung Barat Longsor Gunung Burangrang Pasirlangu
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ledakan Misterius Hancurkan Kontrakan 19 Kamar di Cileunyi, Satu Penghuni Terluka

CPNS Kemenag

Atur WFA Saat Libur Nyepi–Lebaran 2026, Pemkab Bandung Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan

Pulang Umrah, Bupati Bandung Dadang Supriatna Langsung Tinjau Banjir Bandang Desa Panyadap Solokanjeruk

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

CPNS Kemenag

Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.