Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Larangan Spanduk Karhutla Berujung Hujatan! Klarifikasi Mentah, Oki Rengga Dituding Star Syndrome dan Jumawa!

Sabtu, 7 November 2026 08:49 WIB

Bencana Beneran Dianggap Arena Bermain? Ria Ricis Diamuk Warganet!

Sabtu, 7 November 2026 08:01 WIB

Ukir Catatan Emas di Asia, Persib dan Borneo FC Tuai Pujian Setinggi Langit dari Ferry Paulus

Sabtu, 7 November 2026 07:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Larangan Spanduk Karhutla Berujung Hujatan! Klarifikasi Mentah, Oki Rengga Dituding Star Syndrome dan Jumawa!
  • Bencana Beneran Dianggap Arena Bermain? Ria Ricis Diamuk Warganet!
  • Ukir Catatan Emas di Asia, Persib dan Borneo FC Tuai Pujian Setinggi Langit dari Ferry Paulus
  • BSU 2026 Rp900 Ribu Cair Kapan? Cek Syarat Gaji UMK dan Cara Validasi Data via JMO
  • Dicari Warganet! Link Video Viral ‘Hampir 10 Menit’ Karyawan HWI Jepara, Asli atau Hoaks?
  • Bocor di TikTok dan X, Isu Video Egar dan Fina Banyuwangi Akhirnya Terbongkar!
  • Resmi dari Kemnaker! BSU 2026 Rp900 Ribu Disalurkan Lewat Himbara dan Pos
  • Dari Pengarah Hingga Hapus Bukti: Ini Peran 4 Jenderal Polri di Kasus Penyadapan Ilegal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 7 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Basarnas Ungkap Luas Longsor Gunung Burangrang Capai 26 Hektare

By Aga GustianaSenin, 26 Januari 2026 20:16 WIB2 Mins Read
Longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bencana longsor besar yang terjadi di lereng Gunung Burangrang menyebabkan kerusakan parah di wilayah Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (26/1/2026) tersebut mengakibatkan sedikitnya 30 rumah warga di Kampung Pasir Kuda dan Pasir Kuning rata dengan tanah.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan, hasil pengukuran terbaru menunjukkan area longsoran membentang sangat luas. Berdasarkan data sementara, total wilayah terdampak mencapai sekitar 26 hektare, dengan panjang longsoran lebih dari dua kilometer.

“Area operasi SAR ini lebih dari 26 hektare. Kemudian dari mahkota yang sudah diberi tanda sampai lidah longsor ini mencapai 2.009 meter dengan lebar 140 meter,” ujar Syafii, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, material longsor bergerak mengikuti jalur aliran sungai lama yang sebelumnya sudah ada. Namun, besarnya tekanan tanah dan endapan sedimen membuat aliran air terpecah, sehingga air meluap ke sejumlah sisi dan memperluas area terdampak.

Baca Juga:  Update Terkini Longsor Pasirlangu Bandung Barat: 8 Warga Tewas, 82 Orang Masih dalam Pencarian

Kondisi tersebut, lanjut Syafii, menjadi tantangan besar bagi tim pencarian dan pertolongan di lapangan. Luas wilayah yang terus berubah membuat proses evakuasi korban tidak bisa mengandalkan data statis.

“Pencarian korban ini menjadi tantangan tersendiri, apalagi angka-angka tadi bukan sesuatu yang akurat. Selalu terdapat penambahan luas dan lebar tergantung kondisi di lapangan,” katanya.

Baca Juga:  Cuaca Buruk Hambat Pencarian Korban Longsor Pasirlangu, Tim SAR Tetap Siaga

Memasuki hari ketiga operasi SAR, tim gabungan kembali menemukan korban jiwa. Sebanyak empat jenazah berhasil dievakuasi dari timbunan material longsor, sehingga total korban yang telah ditemukan mencapai 29 orang.

“Jumlah korban yang berhasil dievakuasi hari ini sebanyak 4 body bag. Dengan demikian, total korban yang diserahkan sejak operasi SAR dimulai berjumlah 29 body bag,” ujar Syafii.

Seluruh jenazah yang berhasil diangkat langsung dibawa ke posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat yang berada di Puskesmas Desa Pasirlangu. Proses identifikasi dilakukan sebelum korban diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca Juga:  Nihil Korban Jiwa, Proyek PLTA Upper Cisokan Diterjang Longsor Saat Pekerja Libur

Syafii menegaskan, proses identifikasi korban sepenuhnya menjadi kewenangan kepolisian dan bukan berada dalam ranah Badan SAR Nasional.

“Terkait identifikasi korban, disampaikan bahwa hal tersebut bukan menjadi ranah Badan SAR Nasional. Kewenangan identifikasi secara hukum berada pada Polri. Informasi terakhir yang diterima menyebutkan bahwa 17 korban telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga,” tutupnya.

Operasi pencarian masih terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan pergerakan tanah yang dinamis di lokasi bencana.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Basarnas Longsor Bandung Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dari Pengarah Hingga Hapus Bukti: Ini Peran 4 Jenderal Polri di Kasus Penyadapan Ilegal

Tudingan Dokter Tifa Soal Jokowi Ambil Map Ijazah di Lantai Ruang Sidang, Demi Simpati?

Gelar Aksi di DPRD Jabar, BEM Nusantara Bandung Soroti Pengawasan MBG hingga Kasus Karhutla

Aksi Begal Todong Pistol di Cangkuang Bandung Viral, Pelaku Utama Ternyata Masih 17 Tahun

CPNS

Resmi! Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS 2026 Mulai November

Bukan Orang Sembarangan! Rahasia Gadis Bukittinggi Ini Disegani Para Syekh Besar Universitas Al-Azhar

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.