Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin SIM Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif, Segera Diberlakukan Secara Nasional?

Jumat, 7 Agustus 2026 08:00 WIB

Gagal Juarai Piala Presiden 2026 Lewat Adu Penalti, Persib Tetap Bungah Menatap Asia

Jumat, 7 Agustus 2026 07:20 WIB

Update Bansos BPNT Tahap 3: Dana Rp600 Ribu Cair, Begini Cara Cek Statusnya di HP

Jumat, 7 Agustus 2026 07:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin SIM Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif, Segera Diberlakukan Secara Nasional?
  • Gagal Juarai Piala Presiden 2026 Lewat Adu Penalti, Persib Tetap Bungah Menatap Asia
  • Update Bansos BPNT Tahap 3: Dana Rp600 Ribu Cair, Begini Cara Cek Statusnya di HP
  • Perburuan Item Gratis, Cek Deretan Kode Redeem FF 7 Agustus 2026
  • Kapan PKH dan BPNT Cair Agustus 2026? Simak Jadwal Lengkap serta Cara Mengambilnya
  • Persib Dapat Start Berat! Ini Jadwal Lengkap Super League 2026/2027 hingga Pekan Ke-34
  • Bansos Agustus 2026 Mulai Dicairkan! Ini Jadwal PKH, BPNT, Beras 30 Kg dan Cara Cek Penerima
  • Peluang Klaim Saldo DANA Gratis 7 Agustus 2026: Cara Aman dan Legal Berburu Cuan Tambahan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 7 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Basarnas Ungkap Luas Longsor Gunung Burangrang Capai 26 Hektare

By Aga GustianaSenin, 26 Januari 2026 20:16 WIB2 Mins Read
Longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bencana longsor besar yang terjadi di lereng Gunung Burangrang menyebabkan kerusakan parah di wilayah Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (26/1/2026) tersebut mengakibatkan sedikitnya 30 rumah warga di Kampung Pasir Kuda dan Pasir Kuning rata dengan tanah.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan, hasil pengukuran terbaru menunjukkan area longsoran membentang sangat luas. Berdasarkan data sementara, total wilayah terdampak mencapai sekitar 26 hektare, dengan panjang longsoran lebih dari dua kilometer.

“Area operasi SAR ini lebih dari 26 hektare. Kemudian dari mahkota yang sudah diberi tanda sampai lidah longsor ini mencapai 2.009 meter dengan lebar 140 meter,” ujar Syafii, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, material longsor bergerak mengikuti jalur aliran sungai lama yang sebelumnya sudah ada. Namun, besarnya tekanan tanah dan endapan sedimen membuat aliran air terpecah, sehingga air meluap ke sejumlah sisi dan memperluas area terdampak.

Kondisi tersebut, lanjut Syafii, menjadi tantangan besar bagi tim pencarian dan pertolongan di lapangan. Luas wilayah yang terus berubah membuat proses evakuasi korban tidak bisa mengandalkan data statis.

“Pencarian korban ini menjadi tantangan tersendiri, apalagi angka-angka tadi bukan sesuatu yang akurat. Selalu terdapat penambahan luas dan lebar tergantung kondisi di lapangan,” katanya.

Memasuki hari ketiga operasi SAR, tim gabungan kembali menemukan korban jiwa. Sebanyak empat jenazah berhasil dievakuasi dari timbunan material longsor, sehingga total korban yang telah ditemukan mencapai 29 orang.

“Jumlah korban yang berhasil dievakuasi hari ini sebanyak 4 body bag. Dengan demikian, total korban yang diserahkan sejak operasi SAR dimulai berjumlah 29 body bag,” ujar Syafii.

Seluruh jenazah yang berhasil diangkat langsung dibawa ke posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat yang berada di Puskesmas Desa Pasirlangu. Proses identifikasi dilakukan sebelum korban diserahkan kepada pihak keluarga.

Syafii menegaskan, proses identifikasi korban sepenuhnya menjadi kewenangan kepolisian dan bukan berada dalam ranah Badan SAR Nasional.

“Terkait identifikasi korban, disampaikan bahwa hal tersebut bukan menjadi ranah Badan SAR Nasional. Kewenangan identifikasi secara hukum berada pada Polri. Informasi terakhir yang diterima menyebutkan bahwa 17 korban telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga,” tutupnya.

Operasi pencarian masih terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan pergerakan tanah yang dinamis di lokasi bencana.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Basarnas Cisarua KBB Longsor Bandung Barat Longsor Gunung Burangrang Pasirlangu
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin SIM Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif, Segera Diberlakukan Secara Nasional?

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kapan PKH dan BPNT Cair Agustus 2026? Simak Jadwal Lengkap serta Cara Mengambilnya

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Agustus 2026 Mulai Dicairkan! Ini Jadwal PKH, BPNT, Beras 30 Kg dan Cara Cek Penerima

Diduga Live TikTok Saat Bekerja, ASN Bandung Barat Viral Usai Singgung Fee Proyek

Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis

Polda Jabar Imbau Bobotoh Rayakan Kemenangan Persib dengan Tertib, Hindari Vandalisme dan Provokasi

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.