bukamata.id – Nama aktor berbakat Baskara Mahendra mendadak menduduki deretan trending topic di platform X. Sayangnya, bukan karena proyek film terbaru, melainkan karena mantan suami Sherina Munaf ini menjadi sasaran komentar bernada diskriminatif dari seorang netizen berkewarganegaraan Korea Selatan.
Ketegangan bermula saat akun X @bbongbbongboro mengunggah potret Baskara dengan narasi yang memicu amarah publik tanah air. Unggahan yang muncul pada Selasa (10/2/2026) tersebut tak hanya menyerang fisik sang aktor, tetapi juga merembet ke penghinaan terhadap para pekerja migran Indonesia.
Ejekan Fisik yang Merembet ke Isu Paspor
Dalam cuitannya, akun tersebut mengunggah foto Baskara sambil menyindir standar ketampanan orang Indonesia. Ia menuliskan kalimat singkat namun tajam, “Mereka semua terlihat seperti ini.”
Provokasi tidak berhenti di situ. Pemilik akun tersebut bahkan mengaitkan wajah Baskara dengan para pekerja di pabrik Korea, sekaligus melontarkan ejekan mengenai status dokumen perjalanan warga negara Indonesia.
“Orang Indonesia yang menganggap pria ini tampan, datanglah ke pabrik di Korea. Ada banyak orang Indonesia seperti ini di pabrik Korea. Tapi apakah kamu bisa mendapatkan visa kerja? Apakah kamu punya paspor untuk itu?” tulisnya.
Serangan Balik Netizen Indonesia
Tak butuh waktu lama bagi “Intelijen Digital” Indonesia untuk menyerbu kolom komentar. Geram karena sang aktor dan harga diri bangsa diusik, warganet melontarkan berbagai balasan menohok, termasuk menyentil fenomena operasi plastik yang masif di negeri ginseng tersebut.
“Yee warga lo mukanya template semua begitu,” tulis salah satu akun @ssst*** yang viral dengan ratusan suka.
Pembelaan terhadap visual Baskara juga mengalir deras. Akun @qaku*** berkomentar, “Gue suka Kpop sama drakor, tapi mata gue masih bisa lihat dengan jelas lebih ganteng Baskara daripada warlok Korea.”
Menghina Upah Pekerja Indonesia
Alih-alih mereda, akun Korea tersebut justru semakin menjadi-jadi dengan mengungkit persoalan finansial dan menyebut netizen Indonesia dengan kata-kata kasar. Ia mempertanyakan standar gaji yang menurutnya sangat rendah.
“Benarkah gaji tinggi untuk kalian itu sekitar $1.500? Apakah ada yang bisa jawab? Tapi kayaknya enggak ada yang bisa jawab pertanyaan ini sih, dasar pecundang,” tulis akun tersebut.
Konflik ini kini tak lagi sekadar tentang Baskara Mahendra, melainkan telah bergeser menjadi ajang pembelaan identitas nasional di ruang siber. Fenomena ini menunjukkan betapa sensitifnya isu yang menyentuh ranah fisik dan martabat profesi di kancah internasional.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










