Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?

Jumat, 16 Oktober 2026 21:01 WIB

Target 4 Perunggu Asian Para Games 2026, Indonesia Awali Perjuangan dengan Dua Kemenangan

Jumat, 16 Oktober 2026 20:33 WIB

IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana

Jumat, 16 Oktober 2026 20:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Target 4 Perunggu Asian Para Games 2026, Indonesia Awali Perjuangan dengan Dua Kemenangan
  • IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana
  • Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api
  • Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka
  • Kabar Duka! Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
  • 3 Wakil Indonesia Berburu Semifinal Denmark Open 2026, Putri KW Hadapi Penguasa China
  • Agnez Mo Jadi Artis Indonesia Pertama yang Punya Patung Lilin di Madame Tussauds Hollywood
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kia Muhram Nyaris Terbawa Arus, Selamatkan Keluarga di Banjir Majalaya

By SusanaKamis, 12 Februari 2026 16:00 WIB2 Mins Read
Kia Muhram (22) menceritakan detik-detik jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah di Kampung Bojong Keusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Kamis (12/2/2026). Foto: Agi.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Detik-detik jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah di Kampung Bojong Keusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, masih membekas bagi Kia Muhram (22).

Warga setempat itu harus berjuang menyelamatkan adik dan keluarganya saat banjir datang tiba-tiba di tengah malam. Adapun lokasi rumah Kia juga sangat dekat dengan jebolnya tanggul sungai.

Kia menceritakan, banjir bermula saat dirinya baru pulang sekitar pukul 23.00 WIB dan bersiap tidur. Ia kemudian mendapat kabar dari grup pertemanan bahwa air mulai menggenangi jalan depan rumah setinggi sebetis.

“Awalnya mah banjir di depan itu sebetis, belum jebol. Saya sama Mama langsung beres-beres nyelamatin peralatan bengkel di depan rumah,” ujarnya saat ditemui, Kamis (12/2/2026).

Namun situasi berubah cepat. Belum lima menit sejak mereka mulai membereskan barang, terdengar suara keras tanggul jebol. Saat itu adiknya masih tertidur di dalam rumah.

“Belum sempat lima menit, langsung kedengaran jebol. Adik saya masih tidur pulas di dalam, saya langsung masuk buat nyelamatin,” katanya.

Ia mengaku sempat terbawa arus deras saat mengevakuasi adiknya keluar rumah. Air yang masuk ke dalam rumah bahkan mencapai setinggi lehernya.

“Waktu nyelamatin adik saya itu air di dalam seleher. Saya jalan bukan menginjak lantai, tapi lemari sama kulkas karena derasnya air,” ucapnya.

Di tengah kepanikan, Kia juga mendengar teriakan minta tolong dari kerabat ayahnya yang rumahnya berdekatan. Meski arus di luar sangat deras, ia berusaha mengevakuasi keduanya.

“Saya dengar mereka minta tolong, akhirnya saya selamatkan juga. Waktu bawa adik ke luar malah saya sempat kepental arus karena di luar deras pisan,” tuturnya.

Ia menyebut, saat kejadian hanya ada tiga orang di rumahnya, yakni dirinya, ibu dan adiknya, sementara sang ayah sedang bekerja.

Ibunya mengalami luka cukup parah akibat insiden tersebut, namun telah mendapat penanganan medis dari relawan dan tenaga kesehatan.

Kia menambahkan, ketinggian air mulai naik sekitar tengah malam dan berangsur surut sekitar pukul 02.00 WIB. Meski banjir bukan pertama kali terjadi di wilayah tersebut, ia mengaku kejadian kali ini terasa lebih mendadak dan berbahaya.

“Sebenarnya dulu juga pernah banjir, tapi beda titik. Yang ini mah datangnya cepat banget,” katanya.

Kini, Kia bersama warga lainnya masih membersihkan sisa lumpur di rumah dan lingkungan sekitar. Ia berharap penanganan tanggul bisa segera dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana

Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api

Ilustrasi korupsi

Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka

Viral Petugas SPBU Menangis di Depan I Wayan Koster: Saya Bukan Robot, Pak!

Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen PIK 2

Nasib Tragis Pria di Bandung, Mengaku Ditipu Rekan Bisnis Puluhan Juta lalu Dibuang di Cimenyan

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.