Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

7 Kuliner Legendaris Khas Bandung Barat, Wajib Mampir ke Sentra Pembuatannya!

Selasa, 6 Oktober 2026 06:00 WIB

Jelang Port FC vs Persib, Rekor Maung Bandung Bikin Deg-Degan: Belum Pernah Menang!

Selasa, 6 Oktober 2026 05:00 WIB

Bikin Kalap! 5 Restoran AYCE Bandung dengan Korean BBQ hingga Shabu-Shabu

Selasa, 6 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 7 Kuliner Legendaris Khas Bandung Barat, Wajib Mampir ke Sentra Pembuatannya!
  • Jelang Port FC vs Persib, Rekor Maung Bandung Bikin Deg-Degan: Belum Pernah Menang!
  • Bikin Kalap! 5 Restoran AYCE Bandung dengan Korean BBQ hingga Shabu-Shabu
  • BSU Rp900 Ribu hingga Bansos Beras 30 Kg, Ini Bantuan Pemerintah Oktober 2026
  • Lagi Cari Tempat Liburan? Ini 10 Destinasi Wisata Paling Populer dan Instagramable di Bandung Barat
  • Jelang Tiga Laga Kandang Persib Bandung, Polisi Minta Bobotoh Jaga Ketertiban dan Jadi Tuan Rumah yang Baik
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
  • Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup Usai Bekuk Thailand Lewat Adu Penalti
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent

By Putra JuangJumat, 21 Agustus 2026 20:25 WIB3 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi di NTT. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kunjungan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (21/8/2026) untuk menyalurkan bantuan bencana senilai Rp4,5 miliar menuai sorotan mendalam dari para pengamat.

Langkah ini dinilai memiliki nuansa politik yang kental di tengah tumpukan persoalan domestik Jabar yang belum terselesaikan.

Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi bertolak langsung ke NTT untuk menyerahkan bantuan hasil penggalangan Pemprov Jabar bersama kalangan pengusaha dan lembaga daerah.

Dedi menyampaikan bahwa kehadiran serta bantuan tersebut merupakan wujud empati masyarakat Jawa Barat terhadap warga NTT yang sedang dilanda musibah gempa bumi.

“Prinsip orang yang sedang kesusahan, ditengok saja sudah menjadi kebahagiaan, apalagi jika dibawakan bantuan,” ujar Dedi, Jumat (21/8/2026).

Motif Politik dan Pencitraan

Meski berbalut aksi kemanusiaan, pengamat menilai ada agenda politik implisit di balik manuver tersebut.

Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Trubus, menilai kehadiran orang nomor satu di Jabar tersebut ke NTT terlampau berlebihan karena sudah ada lembaga resmi yang bertugas mengurus penanganan bencana di daerah setempat.

Baca Juga:  Disenggol Purbaya, Dedi Mulyadi Melawan: Adu Data dan Integritas di Balik APBD Jabar

“Menurut saya itu lebih ke kepentingan politik. Untuk simpati dan bantuan kan sudah ada lembaganya yang menyalurkan dan mengurusi urusan di NTT, jadi ya dia ke sana juga mau ngapain,” tegas Trubus saat dihubungi.

Ia menambahkan, aksi ini dimanfaatkan untuk memperkuat ketokohan Dedi di level nasional, terlebih namanya tercatat unggul dalam beberapa survei elektabilitas.

Untuk diketahui, Dedi Mulyadi menempati posisi teratas dengan elektabilitas 35,0 persen dalam survei terbaru yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 5-19 Juli 2026.

Sementara itu, Prabowo Subianto berada di posisi kedua dengan 14,5 persen, disusul Anies Baswedan sebesar 8,2 persen dan Gibran Rakabuming Raka 7,7 persen. Sebanyak 12,8 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan.

SMRC juga melakukan simulasi head-to-head antara Dedi Mulyadi dan Prabowo Subianto. Hasilnya, Dedi Mulyadi memperoleh dukungan 59,0 persen, sedangkan Prabowo Subianto 28,3 persen. Sebanyak 12,7 persen responden belum memberikan jawaban.

Baca Juga:  Terganjal Aturan Kawasan Kumuh, DPRD Jabar Desak Perluasan Jangkauan Bantuan Rutilahu

Temuan ini menunjukkan bahwa dalam simulasi semi-terbuka 20 nama, Dedi Mulyadi menjadi figur dengan tingkat elektabilitas tertinggi.

“Kunjungan dia pure untuk kepentingan politik dan menguatkan sosoknya. Survei kemarin nama dia tertinggi, nah makanya dia mau mengambil peran dalam kekurangan pemerintah, padahal kan dia satu gerbong dari Gerindra. Dia ingin punya nama yang lain juga, karena di satu sisi di Jawa Barat ini tidak ada tokoh yang menonjol, masih kalah sama Pramono Anung,” terangnya.

Soroti Masalah Internal Jawa Barat

Kritik senada disampaikan Pengamat Administrasi Publik, Yogi Suprayogi. Meskipun menyambut baik respons cepat Pemprov Jabar dalam menggalang dana urunan dan mengirimkan tim SAR, ia menilai keberangkatan sang gubernur secara langsung ke lokasi bencana tidak memiliki urgensi yang mendesak.

Baca Juga:  Keracunan Massal, Dedi Mulyadi Perintahkan Audit Besar-Besaran Dapur MBG di Jabar

“Sebenarnya bantuan sekitar Rp4,5 miliar dan tim SAR sudah dikirimkan, saya apresiasi gerak cepat dari Jawa Barat. Tapi dengan kompleksitas masalah sekarang di Jawa Barat, sebetulnya tidak harus sekarang ke sana. Nanti saat sudah tenang baru KDM bisa hadir, atau bisa mengutus Wakil Gubernur agar ada pembagian kewenangan,” jelas Yogi.

Yogi mengingatkan bahwa Jabar saat ini tengah dihadapkan pada berbagai persoalan krusial yang membutuhkan perhatian penuh dari kepala daerah, mulai dari dampak musim El Nino hingga janji-janji politik yang belum terealisasi.

“Jika melihat dari kebijakan publik, tidak ada urgensinya ke sana karena Jawa Barat sendiri banyak masalah yang belum selesai. Misalnya infrastruktur, sektor pendidikan yang merupakan janji beliau, hingga musim El Nino yang membuat banyak sawah di Jabar mulai mengering. Jadi tidak urgent banget, cukup mengutus selevel wakil gubernur,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jabar jawa barat NTT
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BSU Rp900 Ribu hingga Bansos Beras 30 Kg, Ini Bantuan Pemerintah Oktober 2026

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Oktober 2026 Mulai Cair! 6 Bantuan Ini Siap Disalurkan, Cek Daftarnya

960 Gas Portable Sehari! Polisi Bongkar Pabrik Oplosan LPG 3 Kg di Bandung

Sempat Terdengar Teriakan, Pria Jatuh dari Flyover Kopo hingga Meninggal

Dulu Serba Pink, Sekarang Makeup?! Penampilan Terbaru Ustaz Riza Muhammad Kembali Disorot Warganet

Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.