Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Marc Klok

Ini Alasan Persib Bisa Pertahankan Marc Klok hingga Pensiun seperti Jupe

Rabu, 21 Oktober 2026 12:52 WIB

Bukan Sekedar Roasting! Alasan Celetukan Oki Rengga ke Juan dan Eve Disorot Warganet

Rabu, 21 Oktober 2026 11:33 WIB

Sejumlah Fasilitas Umum di Bandung Terdampak Vandalisme Usai Unjuk Rasa 20 Oktober

Rabu, 21 Oktober 2026 11:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ini Alasan Persib Bisa Pertahankan Marc Klok hingga Pensiun seperti Jupe
  • Bukan Sekedar Roasting! Alasan Celetukan Oki Rengga ke Juan dan Eve Disorot Warganet
  • Sejumlah Fasilitas Umum di Bandung Terdampak Vandalisme Usai Unjuk Rasa 20 Oktober
  • Suhu Majalengka Membara Hingga 41 Derajat, Udara Sejuk Pegunungan Lemahsugih Mendadak Hilang
  • Guncang Tahta Infantino, David Beckham Dilaporkan Masuk Bursa Presiden FIFA
  • Persib & Borneo FC Tampil Gemilang di Asia, Posisi Liga Indonesia Melesat Tajam di Ranking AFC
  • Truk Dalmas Diserang Molotov dan Batu di Dago Bandung, 3 Anggota Polisi Luka-luka
  • Massa Berbaju Hitam Diduga Bakar Truk Polisi di Bandung Pasca-Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Belasan Warga Dibacok ODGJ di Purwakarta–Cianjur, 13 Orang Terluka!

By SusanaSenin, 17 November 2025 16:00 WIB2 Mins Read
Foto/Ilustrasi Garis Polisi. (pusiknas.polri.go.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Belasan orang menjadi korban pembacokan di wilayah Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, dan Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur.

Pelaku yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sempat kabur hingga ke lembah sebelum akhirnya ditangkap dan dihakimi massa.

Kapolres Purwakarta Ajun Komisaris Besar I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menyampaikan, insiden ini bermula dari cekcok antara pelaku dan orang tuanya. Usai keluar rumah dengan membawa golok, pelaku langsung menyerang siapa pun yang ditemuinya di jalan.

“Informasi sementara, pelaku setelah cekcok dengan orang tuanya keluar rumah dan melakukan kekerasan menggunakan golok kepada siapa pun yang ditemuinya,” ujar Anom, Senin (17/11/2025).

Peristiwa mengerikan itu terjadi sekitar pukul 16.15 WIB pada Minggu, 16 November 2025, di tiga titik berbeda:

  • Kampung Cijayu, Desa Ciramagirang, Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur
  • Kampung Cihonje, Desa Ciramahilir, Kecamatan Maniis, Purwakarta
  • Kampung Pasirbondol, Desa Ciramahilir, Kecamatan Maniis, Purwakarta

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga panik melihat beberapa korban berlumuran darah sambil berteriak meminta pertolongan. Di saat bersamaan, sebagian warga mengejar pelaku hingga akhirnya tertangkap dan diamuk massa.

Polisi mengungkap identitas pelaku sebagai Deni Supriyani (29), warga Kampung Pasir Bondol, Desa Ciramahilir, Kecamatan Maniis.

Pelaku disebut memiliki riwayat gangguan jiwa dan kini tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Jiwa Cisarua setelah mengalami luka akibat dihakimi massa.

Kapolres mencatat 13 korban pembacokan, dengan kategori luka ringan, sedang, hingga parah. Lima di antaranya harus dirawat intensif di RSUD Sayang Cianjur dan RSUD Bayu Asih Purwakarta.

Korban mengalami luka di bagian kepala, leher, tangan, dan bahu. Salah satu korban anak mengalami luka serius sehingga harus dirujuk ke RSUD Cianjur. Meski demikian, seluruh korban kini sudah mendapatkan perawatan medis dan dalam kondisi stabil.

“Terkahir kami cek, korban dalam keadaan sadar dan sedang menjalani perawatan,” kata Kapolres Anom.

Salah satu korban, Indi (61), menceritakan detik-detik ia diserang.

“Tiba-tiba datang dan langsung menebas. Kami sempat berhadapan, tapi tidak sempat melawan. Langsung oleng dan pingsan,” ungkapnya.

Pihak Puskesmas Maniis membenarkan bahwa pelaku adalah pasien ODGJ yang rutin berobat. Meski sering kambuh, sebelumnya pelaku tidak pernah sampai melukai orang lain.

“Obat rutin dikasih, tapi memang sering kambuh. Informasinya golok itu dibawa sendiri dari rumah,” kata Gani, petugas puskesmas.

Polisi kini melakukan pendalaman terkait motif, kondisi psikologis, serta kronologi lengkap kejadian untuk keperluan penyidikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sejumlah Fasilitas Umum di Bandung Terdampak Vandalisme Usai Unjuk Rasa 20 Oktober

Ilustrasi cuaca panas.

Suhu Majalengka Membara Hingga 41 Derajat, Udara Sejuk Pegunungan Lemahsugih Mendadak Hilang

Truk Dalmas Diserang Molotov dan Batu di Dago Bandung, 3 Anggota Polisi Luka-luka

Massa Berbaju Hitam Diduga Bakar Truk Polisi di Bandung Pasca-Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran

Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.