bukamata.id – Laga klasik penuh gengsi akan tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) malam nanti, Senin (2/3/2026). Persib Bandung datang ke markas Persebaya Surabaya dengan kepercayaan diri tinggi setelah sebelumnya sukses melumat Madura United lima gol tanpa balas. Kini, target Maung Bandung sudah bulat: pulang dengan membawa tiga poin penuh.
Salah satu sosok yang akan menjadi tembok kokoh di lini belakang Persib, Federico Barba, mengaku sangat antusias menyambut duel kontra skuad asuhan Bernardo Tavares tersebut. Baginya, menghadapi Persebaya bukanlah perkara mudah mengingat kolektivitas permainan mereka yang solid.
Mengenai kekuatan lawan, bek asal Italia tersebut memberikan pujian sekaligus kewaspadaan. “Mereka memiliki kualitas, mereka adalah tim yang kompak, kuat, dan memiliki pemain berkualitas,” kata Barba.
Persiapan Matang di Tengah Tren Positif Lawan
Meski Persebaya sedang dalam performa stabil dengan torehan dua kemenangan dan dua hasil seri dari lima laga terakhir, hal itu tidak menyurutkan nyali Barba. Persib sendiri telah menjalani latihan intens demi menjaga konsistensi permainan mereka.
Barba menegaskan bahwa seluruh penggawa Pangeran Biru sudah siap tempur. “Tentunya, kami telah datang ke sini setelah melakukan persiapan intensif, seperti yang kami lakukan pada pertandingan sebelumnya. Kami akan bermain besok dan bertekad memenangkan tiga poin,” tegas Barba.
Tantangan Jadwal Malam dan Adaptasi Profesional
Bertanding di malam hari, terutama saat memasuki bulan Ramadhan, seringkali dianggap sebagai tantangan fisik bagi para pemain. Namun, Barba menanggapi hal tersebut dengan sangat tenang. Baginya, perubahan jadwal adalah bagian dari risiko sebagai pemain bola profesional yang merumput di level tertinggi.
Ia membandingkan situasi di Indonesia dengan kompetisi di tanah kelahirannya maupun liga-liga top Eropa lainnya. “Sejujurnya tidak terlalu sulit. Kami melihat di televisi bahwa pertandingan Liga Inggris atau Italia jadwalnya berubah-ubah. Saya kira kami harus beradaptasi. Kemudian, bermain malam seperti sekarang, kami juga melakukan adaptasi penyesuaian dalam bermain dan berlatih,” jelasnya.
Bagi Barba, kunci utama dalam menghadapi jadwal padat maupun perubahan waktu kick-off hanyalah satu: kelincahan dalam menyesuaikan diri. “Itu bukan hal yang sulit, yang penting adaptasi,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








