bukamata.id – PSSI akhirnya menjawab spekulasi panjang soal kursi pelatih Timnas Indonesia. Pada Sabtu (3/1/2026), federasi sepak bola nasional itu secara resmi mengumumkan penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Merah Putih. Pelatih asal Inggris tersebut dipercaya memimpin Indonesia memasuki babak baru setelah posisi itu ditinggalkan Patrick Kluivert.
Nama Herdman sebenarnya sudah beredar luas dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah sumber menyebut PSSI memang tengah membidik sosok pelatih dengan pengalaman internasional kuat dan rekam jejak nyata di level tertinggi sepak bola dunia. Dugaan itu akhirnya terkonfirmasi setelah pengumuman resmi dirilis melalui situs dan kanal komunikasi PSSI.
“Resmi! PSSI Tunjuk John Herdman, Arsitek Level Piala Dunia Siap Bawa Garuda Masuki Era Baru,” demikian judul pengumuman yang dirilis federasi untuk memperkenalkan pelatih berusia 50 tahun tersebut kepada publik.
Dalam pernyataan resminya, PSSI menekankan bahwa keputusan menunjuk Herdman bukanlah langkah sembarangan. Pengalaman panjang dan prestasi nyata di panggung global menjadi pertimbangan utama. Herdman dikenal sebagai pelatih dengan kemampuan membangun fondasi tim nasional secara bertahap hingga mampu bersaing di level elite.
“PSSI menyambut antusias kehadiran pelatih berusia 50 tahun tersebut. Ragam rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini. Dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA,” tulis PSSI dalam keterangan resminya.
Nama John Herdman memang lekat dengan sejarah sepak bola Kanada. Di sektor putri, ia menjadi sosok kunci di balik kebangkitan Timnas Putri Kanada di panggung dunia. Bersama Herdman, Kanada tampil di Piala Dunia Putri 2007 dan 2011. Tak hanya itu, ia juga mencetak pencapaian prestisius dengan membawa Kanada meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016.
Keberhasilan di tim putri menjadi pijakan kuat Herdman untuk naik kelas menangani tim nasional putra. Tantangan besar pun datang ketika ia dipercaya menukangi Timnas Putra Kanada. Di tangan Herdman, Kanada menorehkan sejarah dengan lolos ke Piala Dunia Qatar 2022, sebuah pencapaian yang mengakhiri penantian panjang selama 36 tahun.
Tak hanya memastikan tiket ke Piala Dunia, transformasi Kanada di era Herdman juga tercermin dari lonjakan peringkat FIFA. Dalam periode kepemimpinannya, Kanada melesat dari posisi 77 dunia hingga menembus peringkat 33, sebuah lompatan signifikan yang menunjukkan dampak nyata kepelatihannya.
Bagi PSSI, pengalaman tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan Timnas Indonesia saat ini. Indonesia tengah berada dalam fase pembangunan, dengan target jangka menengah dan panjang untuk tampil lebih kompetitif di level Asia hingga dunia. Herdman dipandang sebagai figur yang tak hanya piawai secara taktik, tetapi juga mampu membangun kultur, mentalitas, dan sistem pembinaan berkelanjutan.
Penunjukan Herdman sekaligus menandai babak baru bagi Timnas Indonesia. Publik kini menanti langkah-langkah konkret sang pelatih: mulai dari perombakan strategi, pemanggilan pemain, hingga visi jangka panjang yang akan diterapkan bersama Garuda. Dengan reputasi sebagai “arsitek Piala Dunia”, ekspektasi pun mengiringi langkah awal John Herdman di sepak bola Indonesia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










