bukamata.id – Seorang warga Kota Malang resmi melayangkan laporan polisi terhadap seorang dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Malang yang juga dikenal sebagai seorang kyai. Laporan tersebut mencakup dugaan pelecehan seksual, pencemaran nama baik, hingga perusakan aset usaha rental mobil milik pelapor.
Dalam keterangannya, pelapor mengaku mengalami berbagai kerugian, mulai dari dugaan pelecehan, kerusakan mobil, pemblokiran akses jalan menuju garasi, hingga aksi pengerahan massa ke lokasi usahanya. Ia juga menyebut sempat menerima tuduhan serta fitnah yang diarahkan kepadanya.
“Saya awalnya memilih diam karena masih menghormati beliau sebagai seorang dosen sekaligus kyai. Namun, tindakan provokatif yang terus berulang, baik secara lisan, tulisan, maupun melalui tuduhan yang tidak benar, membuat saya akhirnya memutuskan untuk bicara,” ungkap pelapor, Senin (15/9/2025).
Menurutnya, persoalan ini tidak hanya merugikan dirinya, melainkan juga berpotensi mengganggu kenyamanan warga sekitar. Karena itu, ia memilih menempuh jalur hukum agar penyelesaian bisa dilakukan oleh aparat berwenang.
Video Viral Diduga Pura-pura Stroke
Setelah laporan masuk ke kepolisian, muncul kabar bahwa dosen yang dilaporkan mendadak berpura-pura mengalami stroke. Aksi tersebut terekam kamera ketika berhadapan dengan aparat dan videonya kemudian viral di media sosial.
Video yang diunggah akun @nyinyir_update_official langsung menuai beragam komentar. Banyak warganet menilai aksi tersebut sebagai cara untuk menghindari proses hukum.
“Pak, saran saja… sudah sepuh, sebaiknya lebih banyak mengingat kematian. Dengan begitu kita tidak akan berbuat macam-macam. Ini juga pengingat untuk saya pribadi,” tulis salah satu netizen.
“Pak dosen sudah tidak muda lagi, seharusnya hidupnya dibuat lebih tenang. Tidak usah mengejar dunia, biarlah lebih pasrah,” komentar pengguna lain.
Respon warganet bervariasi, mulai dari kritik pedas, sindiran satir, hingga kecaman keras. Banyak yang menyoroti peran terlapor sebagai tokoh agama sekaligus akademisi, sehingga kasus ini memunculkan rasa kecewa yang cukup besar di masyarakat.
Belum Ada Pernyataan Resmi
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut maupun kondisi terbaru terlapor. Pihak Universitas Islam Negeri Malang juga belum mengeluarkan tanggapan mengenai kasus yang menyeret nama salah satu dosennya tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










