Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mudik Lebaran: Ritual Pulang sebagai Bahasa Sosial yang Tak Tergantikan

Kamis, 19 Maret 2026 14:17 WIB

Jangan Sampai Terlewat! Inilah Batas Akhir dan Waktu Paling Afdal Bayar Zakat Fitrah

Kamis, 19 Maret 2026 14:15 WIB

Muhammadiyah Jabar Gelar Salat Id 20 Maret, Ratusan Titik Disiapkan di Seluruh Daerah

Kamis, 19 Maret 2026 14:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mudik Lebaran: Ritual Pulang sebagai Bahasa Sosial yang Tak Tergantikan
  • Jangan Sampai Terlewat! Inilah Batas Akhir dan Waktu Paling Afdal Bayar Zakat Fitrah
  • Muhammadiyah Jabar Gelar Salat Id 20 Maret, Ratusan Titik Disiapkan di Seluruh Daerah
  • Rahasia Rekor Pertahanan Persib: Duet Barba-Matricardi yang Bikin Striker Lawan Frustrasi
  • Waspada Mudik! Nagreg Mulai Padat, Cikaledong Jadi Titik Kepadatan Sementara
  • Ibu Aceh Ini Buktikan Jadi Viral Gak Perlu Joget, Cukup Laporin Nasib Kue Lebaran!
  • Kapan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Digelar? Ini Bocoran Jam Pengumuman dari Kemenag
  • Persib Dekati Sejarah Hattrick Juara Liga Indonesia, Begini Rahasianya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Bikin Nangis! Bocah 9 Tahun Ini Sekolah Sambil Jaga Adik, Sang Ibu Sedang Lawan Kanker

By Aga GustianaJumat, 30 Januari 2026 19:01 WIB6 Mins Read
Sekolah Sambil Jaga Adik! Perjuangan Bocah Ini Saat Ibu Sakit Bikin Haru. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pagi baru saja dimulai di SD Negeri Gembongan, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Suara anak-anak membaca pelajaran terdengar bersahut-sahutan dari dalam kelas, berpadu dengan gesekan kursi dan tawa kecil yang sesekali pecah. Namun di antara suasana sekolah dasar yang biasanya riuh dan ringan, ada satu pemandangan yang membuat siapa pun berhenti sejenak.

Di salah satu bangku, seorang siswi kelas 3 duduk dengan tubuh tegap, matanya fokus pada buku pelajaran. Tangannya lincah menyalin tulisan dari papan tulis. Di sampingnya, bukan teman sebaya yang duduk, melainkan seorang balita yang tampak tenang dengan aktivitasnya sendiri.

Siswi itu adalah Ariendra Raela Irgantari, 9 tahun. Sementara balita yang setia berada di sisinya adalah sang adik, Reyfan Elcaraka Fahturohman, yang baru berusia 4 tahun.

Bagi sebagian orang, masa kecil adalah waktu untuk bermain dan belajar tanpa beban. Tetapi bagi Raela, hari-harinya juga diisi dengan tanggung jawab besar—menjadi kakak sekaligus pengasuh.

Dua Tas, Dua Dunia

Hampir setiap pagi, Raela berangkat ke sekolah dengan dua tas di pundaknya. Satu tas berisi buku pelajaran, pensil warna, dan pekerjaan rumah. Tas lainnya berisi botol susu, camilan, serta kebutuhan adiknya selama berada di sekolah.

Ia menggandeng Reyfan melewati halaman sekolah, memastikan langkah kecil adiknya tetap seirama dengannya.

Tak banyak yang tahu, rutinitas itu lahir dari keadaan yang tidak mudah. Ibu mereka, Rubiyanti (36), tengah berjuang melawan kanker payudara. Kondisi kesehatannya menuntut serangkaian pemeriksaan dan terapi rutin, termasuk radioterapi di RSPAU Hardjolukito, Banguntapan, Bantul.

Ketika ditanya mengapa selalu membawa adiknya, Raela menjawab dengan polos, tanpa drama.

“Soalnya mama radioterapi,” ujarnya singkat.

Jawaban sederhana itu menyimpan realitas yang jauh lebih berat dari yang mampu diucapkan anak seusianya.

Baca Juga:  Benarkah Ditangkap Polisi? Terjawab Sudah Teka-Teki Pemeran Video Cukur Kumis yang Hebohkan Medsos

Tak Ada Pilihan Lain

Di rumah kecil mereka, pilihan memang terasa terbatas. Rubiyanti adalah orang tua tunggal. Saat kesehatannya menurun, tak ada banyak tangan yang bisa membantu menjaga Reyfan.

“Ya karena nggak ada yang momong (menjaga) di rumah itu. Mau minta bantuan ke siapa juga, bingung nggak punya biaya untuk membayarnya, sehari-harinya,” ungkap Rubiyanti.

Kalimat itu menggambarkan situasi yang kerap dihadapi banyak keluarga—ketika sakit bukan hanya soal tubuh, tetapi juga tentang bertahan secara ekonomi dan emosional.

Akhirnya, tanpa banyak diskusi panjang, Raela mengambil peran itu. Ia menjaga adiknya bahkan di sela-sela pelajaran berlangsung.

Yang mengejutkan, ia menjalaninya seolah itu bagian alami dari hidup.

Tetap Menjadi Anak-Anak

Meski memikul tanggung jawab besar, Raela tidak kehilangan cahaya masa kecilnya. Guru-gurunya mengenalnya sebagai anak yang ceria dan tekun. Ia jarang terlihat murung, apalagi mengeluh.

Di tengah pelajaran, ia tetap mengangkat tangan saat ingin bertanya. Saat Reyfan mulai gelisah, Raela akan menepuk pelan atau membisikkan sesuatu untuk menenangkannya, lalu kembali fokus pada buku.

Ketika ditanya apakah keberadaan adiknya mengganggu proses belajarnya, Raela kembali menjawab dengan polos.

“Seneng gak papa, gak (terganggu bawa adik ke sekolah),” kata Raela.

Ada ketulusan dalam jawabannya—seolah kebersamaan dengan sang adik justru menjadi sumber kekuatan.

Sekolah yang Memilih Berempati

Pihak SD Negeri Gembongan memahami kondisi keluarga kecil ini. Alih-alih melarang, sekolah justru memberi izin Reyfan berada di kelas.

Balita itu biasanya diberikan aktivitas ringan seperti mewarnai atau bermain, sehingga tidak mengganggu jalannya pelajaran.

Kepala SD Negeri Gembongan, Pri Hastuti Komarul, menilai situasi ini menghadirkan pelajaran penting bagi siswa lain.

Baca Juga:  Hanya Ada di Indonesia! Jalan Menuju Sekolah yang Juga Jadi Landasan Pacu Pesawat Aktif!

“Secara tidak langsung menumbuhkan pendidikan karakter anak,” ujarnya.

Di ruang kelas itu, murid-murid belajar sesuatu yang tak tertulis di buku: empati, tanggung jawab, dan arti keluarga.

Bertahan di Tengah Sepi

Bagi Rubiyanti, perjuangan melawan penyakit ternyata bukan satu-satunya ujian. Ia mengaku menjalani masa sulit ini hampir tanpa dukungan keluarga besar.

“Jujur aja dari saya sakit, keluarga saya dekat tapi nggak ada yang nengok saya ke sini. Nggak ada sama sekali.

Maksudnya, tego nyawang sehatnya (tega melihat pas sehat), tego nyawang lorone (tega melihat pas sakit) gitu ya. Tapi enggak.

Ternyata saya tunggu-tunggu, juga nggak ada yang ngeruhke (menyapa) saya gitu. Makanya saya berusaha sendiri, berusaha menyelesaikan masalah saya sendiri gitu loh,” kata Rubiyanti.

Ada rasa kecewa yang terselip, tetapi juga keteguhan. Ia memilih berdiri di atas kakinya sendiri, meski jalannya tidak mudah.

Syukurlah, bantuan mulai datang dari berbagai pihak, termasuk yayasan, Disdikpora, dan DPRD Kulon Progo. Dukungan tersebut sedikit meringankan beban yang selama ini ia pikul sendirian.

Keteladanan dari Anak Sembilan Tahun

Kisah Raela tak hanya menyentuh hati orang-orang di sekolahnya. Kepala Disdikpora Kulon Progo, Nur Wahyudi, bahkan menyebutnya sebagai anak dengan keteladanan luar biasa.

Perhatian juga datang dari Komisi IV DPRD Kulon Progo yang berkomitmen mengawal keberlanjutan pendidikan Raela agar hak-haknya sebagai anak tetap terpenuhi.

Sebab di balik semua tanggung jawab yang ia jalani, Raela tetaplah seorang anak yang berhak bermimpi.

Mimpi yang Tumbuh dari Luka

Pengalaman melihat ibunya berjuang melawan penyakit ternyata menumbuhkan cita-cita besar dalam diri Raela.

Baca Juga:  Heboh Link Video Syur Andini Permata 2 Menit 31 Detik, Polisi Diminta Usut Tuntas

Ia ingin menjadi dokter. Lebih dari itu, ia bermimpi memiliki rumah sakit sendiri suatu hari nanti—tempat orang-orang bisa mendapatkan pertolongan ketika sakit, seperti yang kini dibutuhkan ibunya.

Mimpi itu mungkin terdengar besar untuk anak kelas 3 SD. Namun sering kali, harapan paling kuat justru lahir dari pengalaman paling sulit.

Gelombang Doa dari Dunia Maya

Ketika kisah Raela mulai dikenal luas, respons pun mengalir dari warganet. Banyak yang tersentuh oleh ketegaran kakak kecil ini.

“Nama anaknya bagus dan penuh makna ‘Ariendra railea irgantari’, semoga jadi anak sukses ya nduk, sing sayang karo adik, do’akan ibukmu semoga segera diberikan kesehatan, aamiin…,” ujar seorang netizen.

“Bu, panjang umur ya bu. Semangat bu, aku yakin ibu panjang umur dan pasti sembuh bu. Aamiin,” kata netizen lain.

“Ya allah ade syg.. km hebat.. tante doain km besar sukses ya, aamiin yra,” timpal yang lain.

Doa-doa itu mungkin tak langsung mengubah keadaan, tetapi setidaknya menjadi pengingat bahwa mereka tidak benar-benar sendiri.

Tentang Cinta yang Tidak Banyak Bicara

Di sudut kelas sederhana itu, Raela mengajarkan sesuatu yang sering dilupakan orang dewasa: cinta tidak selalu hadir dalam kata-kata besar. Kadang ia terlihat dalam langkah kecil seorang kakak yang menggandeng adiknya ke sekolah.

Tentang keberanian, ternyata tidak selalu milik mereka yang sudah dewasa. Kadang ia tinggal dalam diri anak sembilan tahun yang memilih bertahan, belajar, dan tetap tersenyum.

Dan tentang harapan—ia bisa tumbuh bahkan di tengah rasa sakit.

Selama Raela masih berjalan ke sekolah dengan dua tas di pundaknya, selama itu pula cerita tentang keteguhan akan terus hidup.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak jaga adik di sekolah berita viral Cerita Inspiratif ibu sakit kanker kisah haru siswa SD Kulon Progo Raela
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Sampai Terlewat! Inilah Batas Akhir dan Waktu Paling Afdal Bayar Zakat Fitrah

Ibu Aceh Ini Buktikan Jadi Viral Gak Perlu Joget, Cukup Laporin Nasib Kue Lebaran!

Kapan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Digelar? Ini Bocoran Jam Pengumuman dari Kemenag

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Potongan Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral di TikTok, Adegan Disensor Bikin Spekulasi

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Daftar Bansos yang Cair Usai Lebaran 2026: PKH, BPNT, dan Beras 10 Kg Meluncur!

Kapan Lebaran 2026? Pemerintah Gelar Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H Hari Ini

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.