Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Mei 2026: Klaim Reward Spesial Akhir Bulan!

Minggu, 31 Mei 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

Update Kode Redeem Free Fire 31 Mei 2026: Klaim Hadiah Eksklusif Akhir Pekan!

Minggu, 31 Mei 2026 01:00 WIB

Prediksi Final Liga Champions: PSG vs Arsenal, Pertarungan Taktik Luis Enrique dan Arteta

Sabtu, 30 Mei 2026 22:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Mei 2026: Klaim Reward Spesial Akhir Bulan!
  • Update Kode Redeem Free Fire 31 Mei 2026: Klaim Hadiah Eksklusif Akhir Pekan!
  • Prediksi Final Liga Champions: PSG vs Arsenal, Pertarungan Taktik Luis Enrique dan Arteta
  • Resmi! Liverpool Tunjuk Andoni Iraola sebagai Nakhoda Baru di Anfield
  • Buka Suara soal Sanksi FIFA, Daisuke Sato Bongkar Permintaan Rahasia Manajemen Persib
  • Dulu Dihujat Habis-habisan, Kini Menteri Bahlil Malah Jadi ‘Bolu Ketan’ Netizen! Kok Bisa?
  • Link Video Viral Rok Hijau Banyak Diburu Netizen, Isinya Bikin Penasaran!
  • Blora Babak Belur, Jawa Barat Punya Solusinya? Sentilan Keras untuk Manajemen Infrastruktur Jateng!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 31 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Hanya Ada di Indonesia! Jalan Menuju Sekolah yang Juga Jadi Landasan Pacu Pesawat Aktif!

By Aga GustianaSabtu, 21 Februari 2026 18:59 WIB5 Mins Read
Siswa SD di Papua rela mengantre menunggu pesawat melintas. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Matahari baru saja mengintip dari balik pegunungan Jayawijaya yang dingin. Di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, kabut tipis masih menyelimuti lembah-lembah curam. Namun, sunyinya pagi di tanah tinggi ini tak bertahan lama. Suara deru mesin turboprop memecah keheningan, bergema di antara dinding-dinding bukit yang mengepung kota kecil itu.

Di pinggir sebuah hamparan aspal yang lurus namun terbatas, sekelompok bocah mungil dengan seragam merah putih yang mulai memudar warnanya berdiri mematung. Tas ransel di punggung mereka tampak terlalu besar untuk ukuran tubuh mereka yang kecil. Mereka bukan sedang menunggu angkutan kota atau bus sekolah. Mereka sedang menunggu sebuah burung besi raksasa untuk lewat.

Inilah rutinitas pagi anak-anak SD di Karubaga. Sebuah pemandangan yang bagi masyarakat perkotaan di Jawa mungkin dianggap sebagai adegan film aksi, namun bagi mereka, ini adalah satu-satunya jalan menuju masa depan.

Menunggu “Burung Besi” Melintas

Sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @ussfeeds pada Jumat, 20 Februari 2026, mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Video yang bersumber dari akun @yauw_1990 itu menangkap sebuah realita getir sekaligus mengagumkan dari ujung timur Indonesia. Dalam rekaman tersebut, terlihat belasan siswa SD berdiri tertib di tepi runway (landasan pacu) Bandar Udara Karubaga.

Mereka tidak bermain lari-larian atau bercanda layaknya anak-anak seusianya. Wajah-wajah mungil itu menatap lurus ke arah landasan. Di depan mereka, sebuah pesawat sedang bersiap untuk lepas landas. Angin kencang hasil putaran baling-baling pesawat menyapu debu di sekitar mereka, namun anak-anak ini tetap bergeming. Mereka paham betul aturan mainnya: nyawa adalah taruhannya jika mereka melangkah satu senti saja sebelum petugas memberi komando.

Baca Juga:  Kisah Rizki yang Viral Makan Rumput, Kini Dapat Perhatian Pemerintah

“Momen ini mulanya beredar dari akun @yauw_1990 memperlihatkan anak-anak berseragam sekolah berdiri di tepi runway, menunggu situasi dinyatakan aman oleh petugas,” demikian tulis unggahan tersebut.

Di Karubaga, Bandar Udara bukan sekadar tempat pemberhentian pesawat. Landasan pacu di sini berfungsi ganda sebagai akses jalan utama yang membelah pemukiman dengan fasilitas publik, termasuk sekolah. Tidak ada jembatan penyeberangan orang (JPO), tidak ada terowongan bawah tanah. Yang ada hanyalah kedisiplinan dan kesabaran menanti area dinyatakan clear.

Sekolah di Seberang Landasan

Setelah pesawat menjauh ke angkasa dan suara bising mesinnya mulai mengecil di telinga, seorang petugas bandara memberikan isyarat tangan. Seketika, barisan anak-anak itu bergerak. Mereka berjalan beriringan, sesekali berlari kecil melintasi aspal landasan yang masih terasa hangat sisa gesekan ban pesawat.

Tujuan mereka jelas: gedung sekolah yang berdiri di seberang bandara. Sebagian besar dari anak-anak tangguh ini merupakan siswa dari SD YPPGI Karubaga dan beberapa sekolah dasar negeri di sekitarnya. Bagi mereka, menyeberangi landasan pacu adalah “gerbang” pertama yang harus dilewati sebelum mereka bisa duduk di bangku kelas dan membuka buku pelajaran.

Pemandangan ini menyentuh sanubari siapa pun yang melihatnya. Di tengah keterbatasan infrastruktur, semangat mereka untuk mengenyam pendidikan tidak luntur oleh bisingnya mesin atau ancaman bahaya. Video tersebut pun menyisipkan pesan haru bagi para siswa: “Sehat-sehat adik, teruslah belajar hingga kelak menjadi pemimpin di negeri ini.”

Baca Juga:  Geram Diseret Kasus Inisial SAM, Ustaz Solmed Beri Ultimatum: Hapus atau Polisikan!

Gelombang Simpati di Dunia Maya

Hingga Jumat, 20 Februari 2026 pukul 08.30 WIB, unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 51,1 ribu tanda suka. Kolom komentar dibanjiri oleh ribuan pesan dari warganet yang merasa tertampar oleh perjuangan anak-anak Papua. Di saat banyak anak di kota besar mengeluh karena kemacetan atau fasilitas sekolah yang dianggap kurang modern, anak-anak Tolikara mengingatkan dunia tentang arti sebuah kegigihan.

Warganet dengan akun @denafifa menuliskan rasa simpatinya, “Sehat dan bahagia selalu adik-adik.” Sementara akun @ffizza menambahkan doa yang mendalam, “Semangat menuntut ilmu adik-adik, jadilah hebat kelak di masa depan.”

Simpati yang mengalir ini bukan sekadar kata-kata manis. Ia merupakan cerminan dari kesadaran kolektif bahwa ketimpangan akses pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi bangsa ini. Tantangan akses menuju sekolah di daerah terpencil seperti Tolikara bukan hanya soal jarak, tapi soal keamanan dan ketersediaan fasilitas dasar yang layak.

Realita Geografis dan Tantangan Pembangunan

Kabupaten Tolikara secara geografis terletak di pegunungan tengah Papua yang sulit dijangkau. Medan yang terjal membuat pembangunan jalan raya permanen menjadi tantangan logistik yang mahal dan rumit. Alhasil, transportasi udara menjadi urat nadi utama bagi masyarakat setempat, baik untuk mobilitas orang maupun logistik barang pokok.

Baca Juga:  Lama Tak Muncul, Ridwan Kamil Viral Gara-Gara Ikut Protes Delay di Bandara

Kondisi bandara yang terintegrasi dengan aktivitas warga adalah konsekuensi dari terbatasnya lahan datar di wilayah pegunungan. Namun, keselamatan anak-anak sekolah tentu tidak bisa selamanya digantungkan pada keberuntungan dan instruksi petugas di lapangan. Diperlukan solusi jangka panjang agar akses menuju pendidikan tidak lagi harus bertaruh nyawa di lintasan pacu pesawat.

Meski penuh tantangan, ada sebuah cahaya yang tak pernah padam di mata anak-anak Tolikara. Setiap langkah kaki mereka di atas aspal runway adalah langkah menuju mimpi yang lebih tinggi dari ketinggian terbang pesawat yang mereka tunggu. Mereka adalah bukti hidup bahwa di tanah yang paling sulit sekalipun, harapan bisa tumbuh dan mekar.

Penutup: Harapan dari Tolikara

Kisah dari Karubaga ini adalah pengingat bagi kita semua. Bahwa di balik seragam merah putih yang berdebu itu, ada calon-calon dokter, menteri, pilot, atau bahkan presiden masa depan. Mereka tidak butuh belas kasihan, mereka butuh kepastian bahwa jalan mereka menuju sekolah akan selalu aman.

Semangat anak-anak SD di Tolikara, Papua Pegunungan, tetap menyala demi menimba ilmu. Mereka telah mengajarkan kita tentang ketertiban, kesabaran, dan keberanian. Jika hari ini mereka berdiri di tepi landasan menanti pesawat lewat, semoga esok hari, mereka jugalah yang akan duduk di dalam pesawat itu sebagai pemimpin-pemimpin hebat yang membawa kemajuan bagi tanah kelahirannya.

Teruslah melangkah, adik-adik. Negeri ini menanti baktimu di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita viral Karubaga Papua Pegunungan Pendidikan Papua Siswa SD Papua Tolikara
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Mei 2026: Klaim Reward Spesial Akhir Bulan!

Game Free Fire

Update Kode Redeem Free Fire 31 Mei 2026: Klaim Hadiah Eksklusif Akhir Pekan!

Dulu Dihujat Habis-habisan, Kini Menteri Bahlil Malah Jadi ‘Bolu Ketan’ Netizen! Kok Bisa?

Link Video Viral Rok Hijau Banyak Diburu Netizen, Isinya Bikin Penasaran!

Ilustrasi emas antam

Update Harga Emas Antam Hari Ini 30 Mei 2026: Melesat Naik, Berikut Rincian Lengkapnya!

Hukum Alam Kalah! Menguak Misteri Sapi “Matilda” dan Kerbau “Donald Trump” yang Gagal Dikurbankan!

Terpopuler
  • Video Viral TKW Taiwan ‘3 vs 1’ Heboh di Medsos, Ini Fakta dan Klarifikasinya
  • Video 3 Menit 21 Detik ‘Rok Hijau Tosca’ Bikin Heboh TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Dicap Sensasional! Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral, Netizen Ramai Cari Link Aslinya
  • Video Viral Kakak Adik di Dapur Ramai Dicari, Ada Link Asli Full Durasi?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.