bukamata.id – Menjelang akhir Ramadan, suasana rumah biasanya mulai sibuk. Ada yang menyiapkan baju Lebaran, menyusun jadwal mudik, hingga menghitung zakat fitrah untuk seluruh anggota keluarga.
Namun, satu hal yang sering membuat ragu adalah niat zakat fitrah. Apakah harus dilafalkan? Cukup di dalam hati? Apakah satu niat bisa untuk sekeluarga?
Padahal, niat zakat fitrah menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah ini. Tanpa niat yang benar, zakat bisa berubah menjadi sedekah biasa.
Apa Itu Niat Zakat Fitrah?
Dalam setiap ibadah, niat adalah pembeda antara rutinitas dan ketaatan. Secara fisik, zakat fitrah bisa berupa beras atau uang yang ditransfer melalui lembaga amil. Namun tanpa niat zakat fitrah yang benar, amalan tersebut tidak bernilai sebagai kewajiban.
Niat menegaskan bahwa zakat:
- Dilakukan karena Allah SWT
- Ditunaikan sebagai kewajiban
- Bertujuan menyucikan diri setelah Ramadan
Sederhananya, niat adalah arah. Tanpa arah yang jelas, ibadah bisa kehilangan maknanya.
Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
Bagi yang membayar zakat untuk diri sendiri, berikut bacaan niat zakat fitrah:
Arab:
Nawaytu an ukhrija zakaatal fithri ‘an nafsii fardhan lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri sendiri, fardu karena Allah Ta’ala.”
Niat ini cukup dihadirkan dalam hati saat menyerahkan zakat kepada amil atau ketika melakukan pembayaran zakat secara digital.
Niat Zakat Fitrah untuk Istri
Bagi kepala keluarga yang membayarkan zakat untuk istri, berikut lafaznya:
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an zaujatii fardhan lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istri saya karena Allah Ta’ala.”
Niat Zakat Fitrah untuk Anak
Untuk Anak Laki-Laki
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an waladii (sebut nama) fardhan lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-laki saya (sebut nama), fardu karena Allah Ta’ala.”
Untuk Anak Perempuan
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an bintii (sebut nama) fardhan lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuan saya (sebut nama), fardu karena Allah Ta’ala.”
Kapan Waktu Membaca Niat Zakat Fitrah?
Waktu membayar zakat fitrah dimulai sejak awal Ramadan dan paling utama sebelum salat Idul Fitri.
Niat dilakukan bersamaan dengan pembayaran. Jika dibayarkan setelah salat Id, maka nilainya menjadi sedekah biasa, bukan zakat fitrah.
Karena itu, banyak keluarga memilih menunaikan zakat beberapa hari sebelum Lebaran agar lebih aman dan tepat waktu.
Besaran Zakat Fitrah dan Ketentuannya
Agar zakat sah, ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan:
1. Besaran Zakat
Setara 2,5 kg atau 3,5 liter beras per jiwa, atau nilai uang yang disesuaikan dengan harga beras di daerah masing-masing.
2. Penerima Zakat
Diberikan kepada mustahik seperti fakir, miskin, dan amil.
3. Cara Penyaluran
Bisa disalurkan langsung kepada penerima atau melalui lembaga amil zakat terpercaya agar lebih tertib dan sesuai syariat.
Penutup
Niat zakat fitrah memang terdengar sederhana, tetapi menjadi fondasi sahnya ibadah. Dengan memahami bacaan niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga, kewajiban ini bisa ditunaikan dengan lebih yakin dan tenang.
Zakat bukan sekadar kewajiban menjelang Lebaran. Ia adalah cara menyucikan diri dan menutup Ramadan dengan hati yang lebih bersih.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











