bukamata.id – Kabar gembira bagi para alumni sekolah menengah atas yang ingin meniti karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Tahun 2026 ini, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) resmi memberikan lampu hijau untuk penerimaan calon pegawai baru dari jalur lulusan SMA sederajat.
Langkah ini dianggap sebagai terobosan menarik, mengingat biasanya kursi CPNS lebih banyak diperebutkan oleh mereka yang memegang gelar sarjana. Berikut adalah ringkasan mengenai rencana besar rekrutmen di lingkungan Kementerian Keuangan tersebut.
Target Eksekusi: Mei 2026
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan sinyal kuat bahwa pendaftaran akan segera bergulir dalam waktu dekat. Jika tidak ada hambatan, proses seleksi diprediksi mulai dibuka satu bulan setelah April 2026.
Tidak tanggung-tanggung, kuota yang dialokasikan mencapai 300 formasi. Seluruh posisi ini dirancang khusus bagi mereka yang memiliki ijazah SMA untuk bergabung dalam korps Bea Cukai.
“Di internal Kemenkeu sendiri, prosesnya tidak akan lama. Rencananya kita buka di Bea Cukai untuk 300 lulusan SMA,” ungkap Purbaya.
Mencari “Petarung” di Lapangan
Kebijakan membuka jalur SMA ini bukan tanpa alasan. Purbaya menjelaskan bahwa DJBC saat ini sangat membutuhkan tambahan tenaga kerja yang siap terjun langsung ke titik-titik operasional. Pekerjaan di level teknis lapangan menuntut personel yang gesit dan memiliki kesiapan fisik prima.
Meskipun sempat tertunda selama beberapa bulan, pemerintah kini mendorong percepatan agar pengisian jabatan teknis ini tidak semakin terhambat.
“Saya instruksikan untuk segera eksekusi. Kebutuhan SDM di lapangan sangat mendesak untuk level teknis. Kemungkinan besar bulan depan pendaftarannya sudah bisa diakses,” tambahnya.
Siap Diterjunkan ke Berbagai Wilayah
Mengingat fungsi Bea Cukai sebagai penjaga gerbang negara, para pelamar yang nantinya dinyatakan lolos harus bersiap untuk penempatan di seluruh pelosok Nusantara. Wilayah kerjanya meliputi:
- Pos lintas batas negara.
- Bandara internasional.
- Pelabuhan laut utama.
- Kantor pelayanan di daerah terpencil.
Ini menjadi kesempatan berharga bagi pemuda-pemudi dari berbagai provinsi untuk mengabdi bagi negara sekaligus memiliki karier yang stabil sejak usia muda.
Kesiapan Anggaran dan Koordinasi
Mengenai detail pembiayaan seleksi, Purbaya menyatakan bahwa hal tersebut merupakan ranah Kementerian PAN-RB. Namun, ia memastikan bahwa secara administratif dan anggaran, persiapan seharusnya sudah matang.
“Koordinasi ada di MenPAN. Untuk anggaran, semestinya sudah tersedia dan tidak ada masalah,” pungkasnya.
Walau pengumuman resmi masih menunggu koordinasi final antar-lembaga, para calon pelamar disarankan mulai mencicil persiapan fisik dan dokumen dari sekarang. Mengingat tingginya minat masyarakat terhadap posisi ini, persaingan dipastikan akan cukup ketat meski kuota yang disediakan terbilang besar.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










