Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Turis Asing Terpikat, Ini 7 Surga Wisata Indonesia yang Tak Kalah Cantik dari Bali

Selasa, 3 November 2026 12:24 WIB

Mengupas Makna Dibalik Lirik ‘Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit’ yang Buat Aviwkila Pilih Vakum Medsos

Selasa, 3 November 2026 12:14 WIB

Intip Fantastisnya Penghasilan Nadia Omara usai Video KHW 400 Tembus Puluhan Juta Views!

Selasa, 3 November 2026 12:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Turis Asing Terpikat, Ini 7 Surga Wisata Indonesia yang Tak Kalah Cantik dari Bali
  • Mengupas Makna Dibalik Lirik ‘Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit’ yang Buat Aviwkila Pilih Vakum Medsos
  • Intip Fantastisnya Penghasilan Nadia Omara usai Video KHW 400 Tembus Puluhan Juta Views!
  • Sinyal Bahaya Emiten Raffi-Nagita: Saham RANS Ambles Lebih dari 50 Persen!
  • I.League Cup 2026/2027 Kick Off Hari Ini: Cek Jadwal 6 Matchday Pertama dan Nasib Persib Bandung
  • Penertiban 48 Bangli Bundaran Cibiru Bandung dan Jeritan Kompensasi Pedagang
  • Akhirnya Comeback! Dari Skandal Podcast Sampai Tutup Channel, Juan dan Eve Buka Lembaran Baru!
  • Ujian Fisik Skuad Persib: Usai Tarung di Australia, Langsung Tantang Java United di Pekan Ke-9
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gencatan Senjata Berantakan! Pakistan Meradang Lihat Israel Gempur Lebanon di Tengah Perundingan Damai

By Aga GustianaSabtu, 11 April 2026 10:48 WIB2 Mins Read
Serangan udara Israel. ANTARA/Xinhua
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan diplomatik di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Pemerintah Pakistan melontarkan kecaman keras terhadap agresi militer Israel di Lebanon. Di tengah upaya Islamabad menjadi mediator perdamaian, serangan udara Israel justru dinilai sebagai upaya penghancuran kemanusiaan secara sistematis.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, secara terbuka menyebut aksi militer tersebut sebagai bentuk genosida. Pernyataan ini muncul saat Pakistan tengah sibuk memfasilitasi dialog tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran.

Kecaman Keras Khawaja Asif

Melalui platform media sosial X, Asif mengungkapkan kemarahannya atas ketidakmampuan diplomasi menghentikan jatuhnya korban sipil. Ia tidak segan-segan menggunakan kata-kata tajam untuk menggambarkan situasi di lapangan.

“Israel itu jahat dan kutukan bagi umat manusia, sementara perundingan damai sedang berlangsung di Islamabad, genosida sedang dilakukan di Lebanon,” tulis Asif (9/4/2026).

Baca Juga:  Krisis Memburuk: Lebih dari 1.200 Jiwa Melayang dalam Gempuran AS-Israel di Iran

Kekecewaan ini didasari atas terus berlanjutnya pertumpahan darah yang kini meluas dari Gaza hingga ke wilayah Lebanon.

“Warga sipil tidak bersalah dibunuh oleh Israel, pertama Gaza, kemudian Iran, dan sekarang Lebanon, pertumpahan darah terus berlanjut tanpa henti,” tambahnya.

Negara “Kanker” dan Kegagalan Gencatan Senjata

Lebih jauh, Asif menggambarkan eksistensi Israel sebagai pemicu ketidakstabilan global yang destruktif. Dalam nada yang emosional, ia juga menyentuh sejarah pembentukan negara tersebut di tanah Palestina.

Baca Juga:  Trump Gertak Iran: Siap Buka Paksa Selat Hormuz Meski Tanpa Izin Teheran!

“Saya berharap dan berdoa agar orang-orang yang menciptakan negara kanker ini di tanah Palestina, yang bertujuan untuk menyingkirkan orang-orang Yahudi di Eropa, terbakar di neraka,” tegas Asif.

Komentar pedas ini muncul bukan tanpa alasan. Hanya dalam hitungan hari sejak serangan udara diintensifkan pada Rabu (8/4), korban jiwa dilaporkan mencapai sedikitnya 303 orang, dengan lebih dari 1.000 orang lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga:  Ali Shamkhani Tewas dalam Serangan Israel, Iran Kehilangan Tokoh Diplomasi Penting

Sengketa Diplomasi: Gencatan Senjata yang Simpang Siur

Ironisnya, serangan ini terjadi di tengah klaim Pakistan mengenai kesepakatan gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran yang seharusnya turut mencakup wilayah Lebanon. Namun, skenario perdamaian ini pecah setelah Israel dan Amerika Serikat membantah bahwa perjanjian tersebut berlaku untuk front Lebanon.

Saat ini, Pakistan masih berupaya keras mempertahankan posisinya sebagai mediator utama di Islamabad, meski tantangan di lapangan semakin berdarah dan tak menentu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita internasional
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sinyal Bahaya Emiten Raffi-Nagita: Saham RANS Ambles Lebih dari 50 Persen!

Penertiban 48 Bangli Bundaran Cibiru Bandung dan Jeritan Kompensasi Pedagang

Dilarang Nge-Vape di Area Kantor Polisi, Nekat Bakal Disanksi!

Ini Rincian Biaya Hidup Warga Jabar Biar Bisa Survive Sebulan Menurut BPS

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.