Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Mei 2026: Klaim Reward Spesial Akhir Bulan!

Minggu, 31 Mei 2026 02:00 WIB
Game Free Fire

Update Kode Redeem Free Fire 31 Mei 2026: Klaim Hadiah Eksklusif Akhir Pekan!

Minggu, 31 Mei 2026 01:00 WIB

Prediksi Final Liga Champions: PSG vs Arsenal, Pertarungan Taktik Luis Enrique dan Arteta

Sabtu, 30 Mei 2026 22:24 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Mei 2026: Klaim Reward Spesial Akhir Bulan!
  • Update Kode Redeem Free Fire 31 Mei 2026: Klaim Hadiah Eksklusif Akhir Pekan!
  • Prediksi Final Liga Champions: PSG vs Arsenal, Pertarungan Taktik Luis Enrique dan Arteta
  • Resmi! Liverpool Tunjuk Andoni Iraola sebagai Nakhoda Baru di Anfield
  • Buka Suara soal Sanksi FIFA, Daisuke Sato Bongkar Permintaan Rahasia Manajemen Persib
  • Dulu Dihujat Habis-habisan, Kini Menteri Bahlil Malah Jadi ‘Bolu Ketan’ Netizen! Kok Bisa?
  • Link Video Viral Rok Hijau Banyak Diburu Netizen, Isinya Bikin Penasaran!
  • Blora Babak Belur, Jawa Barat Punya Solusinya? Sentilan Keras untuk Manajemen Infrastruktur Jateng!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 31 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gencatan Senjata Berantakan! Pakistan Meradang Lihat Israel Gempur Lebanon di Tengah Perundingan Damai

By Aga GustianaSabtu, 11 April 2026 10:48 WIB2 Mins Read
Serangan udara Israel. ANTARA/Xinhua
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan diplomatik di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Pemerintah Pakistan melontarkan kecaman keras terhadap agresi militer Israel di Lebanon. Di tengah upaya Islamabad menjadi mediator perdamaian, serangan udara Israel justru dinilai sebagai upaya penghancuran kemanusiaan secara sistematis.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, secara terbuka menyebut aksi militer tersebut sebagai bentuk genosida. Pernyataan ini muncul saat Pakistan tengah sibuk memfasilitasi dialog tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran.

Kecaman Keras Khawaja Asif

Melalui platform media sosial X, Asif mengungkapkan kemarahannya atas ketidakmampuan diplomasi menghentikan jatuhnya korban sipil. Ia tidak segan-segan menggunakan kata-kata tajam untuk menggambarkan situasi di lapangan.

“Israel itu jahat dan kutukan bagi umat manusia, sementara perundingan damai sedang berlangsung di Islamabad, genosida sedang dilakukan di Lebanon,” tulis Asif (9/4/2026).

Baca Juga:  Bandara Mehrabad di Teheran Iran Dilanda Kebakaran Hebat Usai Diduga Akibat Serangan Rudal

Kekecewaan ini didasari atas terus berlanjutnya pertumpahan darah yang kini meluas dari Gaza hingga ke wilayah Lebanon.

“Warga sipil tidak bersalah dibunuh oleh Israel, pertama Gaza, kemudian Iran, dan sekarang Lebanon, pertumpahan darah terus berlanjut tanpa henti,” tambahnya.

Negara “Kanker” dan Kegagalan Gencatan Senjata

Lebih jauh, Asif menggambarkan eksistensi Israel sebagai pemicu ketidakstabilan global yang destruktif. Dalam nada yang emosional, ia juga menyentuh sejarah pembentukan negara tersebut di tanah Palestina.

Baca Juga:  Tak Terima Dikeluarkan dari Grup WA, Pria Ini Tembak Admin Hingga Tewas

“Saya berharap dan berdoa agar orang-orang yang menciptakan negara kanker ini di tanah Palestina, yang bertujuan untuk menyingkirkan orang-orang Yahudi di Eropa, terbakar di neraka,” tegas Asif.

Komentar pedas ini muncul bukan tanpa alasan. Hanya dalam hitungan hari sejak serangan udara diintensifkan pada Rabu (8/4), korban jiwa dilaporkan mencapai sedikitnya 303 orang, dengan lebih dari 1.000 orang lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga:  Iran Nyatakan Siap Perang Panjang dengan Israel: Dunia Akan Lihat Inovasi Kami di Medan Tempur

Sengketa Diplomasi: Gencatan Senjata yang Simpang Siur

Ironisnya, serangan ini terjadi di tengah klaim Pakistan mengenai kesepakatan gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran yang seharusnya turut mencakup wilayah Lebanon. Namun, skenario perdamaian ini pecah setelah Israel dan Amerika Serikat membantah bahwa perjanjian tersebut berlaku untuk front Lebanon.

Saat ini, Pakistan masih berupaya keras mempertahankan posisinya sebagai mediator utama di Islamabad, meski tantangan di lapangan semakin berdarah dan tak menentu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita internasional Genosida Lebanon Khawaja Muhammad Asif Konflik Israel Lebanon Pakistan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Blora Babak Belur, Jawa Barat Punya Solusinya? Sentilan Keras untuk Manajemen Infrastruktur Jateng!

Imigrasi Malaysia Lumpuh Total, Ribuan Pelancong Terjebak di Jalur Perbatasan Johor-Singapura

Bansos

Resmi Berjalan! Penyaluran PKH BPNT Mei 2026 Bikin Warga Cek NIK KTP

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Resmi! Jadwal PKH 2026 Sudah Terungkap, Ini Cara Cek Lewat HP

Duka Haji 2026! Dua Jamaah Tasikmalaya Wafat di Tanah Suci

sapi

Sapi Kurban Prabowo Bikin Melongo: Niat Berbagi atau ‘Pencitraan’ Pakai Uang Pajak?

Terpopuler
  • Video Viral TKW Taiwan ‘3 vs 1’ Heboh di Medsos, Ini Fakta dan Klarifikasinya
  • Video 3 Menit 21 Detik ‘Rok Hijau Tosca’ Bikin Heboh TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Dicap Sensasional! Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral, Netizen Ramai Cari Link Aslinya
  • Video Viral Kakak Adik di Dapur Ramai Dicari, Ada Link Asli Full Durasi?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.