Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia

Rabu, 16 September 2026 04:00 WIB

Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang

Rabu, 16 September 2026 03:00 WIB

Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik

Rabu, 16 September 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia
  • Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang
  • Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik
  • Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong
  • Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi
  • Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah
  • Jelang Duel Kontra FC Seoul, Marc Klok Kobarkan Semangat Juang Persib di Panggung Asia
  • Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gencatan Senjata Berantakan! Pakistan Meradang Lihat Israel Gempur Lebanon di Tengah Perundingan Damai

By Aga GustianaSabtu, 11 April 2026 10:48 WIB2 Mins Read
Serangan udara Israel. ANTARA/Xinhua
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan diplomatik di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Pemerintah Pakistan melontarkan kecaman keras terhadap agresi militer Israel di Lebanon. Di tengah upaya Islamabad menjadi mediator perdamaian, serangan udara Israel justru dinilai sebagai upaya penghancuran kemanusiaan secara sistematis.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, secara terbuka menyebut aksi militer tersebut sebagai bentuk genosida. Pernyataan ini muncul saat Pakistan tengah sibuk memfasilitasi dialog tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran.

Kecaman Keras Khawaja Asif

Melalui platform media sosial X, Asif mengungkapkan kemarahannya atas ketidakmampuan diplomasi menghentikan jatuhnya korban sipil. Ia tidak segan-segan menggunakan kata-kata tajam untuk menggambarkan situasi di lapangan.

“Israel itu jahat dan kutukan bagi umat manusia, sementara perundingan damai sedang berlangsung di Islamabad, genosida sedang dilakukan di Lebanon,” tulis Asif (9/4/2026).

Baca Juga:  Kamboja vs Thailand: Menakar Kekuatan Tempur di Tengah Konflik Memanas

Kekecewaan ini didasari atas terus berlanjutnya pertumpahan darah yang kini meluas dari Gaza hingga ke wilayah Lebanon.

“Warga sipil tidak bersalah dibunuh oleh Israel, pertama Gaza, kemudian Iran, dan sekarang Lebanon, pertumpahan darah terus berlanjut tanpa henti,” tambahnya.

Negara “Kanker” dan Kegagalan Gencatan Senjata

Lebih jauh, Asif menggambarkan eksistensi Israel sebagai pemicu ketidakstabilan global yang destruktif. Dalam nada yang emosional, ia juga menyentuh sejarah pembentukan negara tersebut di tanah Palestina.

Baca Juga:  Krisis Memburuk: Lebih dari 1.200 Jiwa Melayang dalam Gempuran AS-Israel di Iran

“Saya berharap dan berdoa agar orang-orang yang menciptakan negara kanker ini di tanah Palestina, yang bertujuan untuk menyingkirkan orang-orang Yahudi di Eropa, terbakar di neraka,” tegas Asif.

Komentar pedas ini muncul bukan tanpa alasan. Hanya dalam hitungan hari sejak serangan udara diintensifkan pada Rabu (8/4), korban jiwa dilaporkan mencapai sedikitnya 303 orang, dengan lebih dari 1.000 orang lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga:  Peringatan Keras Iran di Jalur Minyak Dunia: AS Dituding Manipulasi Pasar Energi

Sengketa Diplomasi: Gencatan Senjata yang Simpang Siur

Ironisnya, serangan ini terjadi di tengah klaim Pakistan mengenai kesepakatan gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran yang seharusnya turut mencakup wilayah Lebanon. Namun, skenario perdamaian ini pecah setelah Israel dan Amerika Serikat membantah bahwa perjanjian tersebut berlaku untuk front Lebanon.

Saat ini, Pakistan masih berupaya keras mempertahankan posisinya sebagai mediator utama di Islamabad, meski tantangan di lapangan semakin berdarah dan tak menentu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita internasional
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Underpass Gatot Subroto Cimahi Ditargetkan Rampung Desember, Nilai Proyek Rp126 Miliar

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
  • Bikin Penasaran! Sosok Lylia Kasir Indomaret Jadi Buruan Warganet di TikTok
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.