Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Igor Tolic Simpan Kabar Penting Jelang Persib vs Manila Digger

Selasa, 25 Agustus 2026 05:00 WIB

Hari Kedelapan Gempa Flores: 180 Ribu Warga Masih Mengungsi

Selasa, 25 Agustus 2026 04:00 WIB
Bansos

Nama Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026? Ini 6 Penyebab BPNT dan PKH Tak Masuk

Selasa, 25 Agustus 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Igor Tolic Simpan Kabar Penting Jelang Persib vs Manila Digger
  • Hari Kedelapan Gempa Flores: 180 Ribu Warga Masih Mengungsi
  • Nama Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026? Ini 6 Penyebab BPNT dan PKH Tak Masuk
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 25 Agustus 2026, Cair Langsung ke Dompet Digital Tanpa Syarat Rumit
  • Kumpulan Kode Redeem FF Terbaru 25 Agustus 2026, Klaim Skin dan Diamond Gratis Sebelum Hangus
  • Desil 1-4 Jadi Kunci Bansos Agustus 2026, Begini Cara Cek Status PKH dan BPNT Lewat HP
  • Anak Lebih Suka Cokelat daripada Susu? Champion Punya Jawaban Baru untuk Orang Tua
  • Sandy Walsh Bongkar Rahasia Cepat Nyetel di Persib, Ternyata Gara-gara Ini!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 25 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bojongsoang Siap Dikosongkan! Bupati Bandung Mulai Relokasi Besar-Besaran

By SusanaRabu, 10 Desember 2025 16:11 WIB2 Mins Read
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat ditemui di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Rabu (10/12). Foto Agi.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Upaya penanganan banjir di wilayah Bojongsoang, Kabupaten Bandung, memasuki tahap baru. Bupati Bandung Dadang Supriatna memastikan rencana relokasi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir segera dilaksanakan. Kepastian tersebut muncul setelah rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di IPDN Jatinangor.

Menurut Dadang, relokasi menjadi langkah paling realistis untuk memutus siklus banjir tahunan yang selama ini membayangi warga, terutama di kawasan Cijagra, Bojongsoang. Ia menjelaskan bahwa posisi wilayah tersebut sangat rentan karena berada di antara dua sungai besar.

“Cijagra ini terhimpit oleh Sungai Citarum dan Sungai Cikapundung. Setiap musim hujan pasti kebanjiran, sehingga warga sudah menjadi langganan banjir,” ujar Dadang saat ditemui di Kecamatan Bojongsoang, Rabu (10/12/2025).

Tahap Awal: Pemerintah Siapkan Kontrakan Sementara

Baca Juga:  Bupati Bandung Raih Penghargaan Universal Health Coverage dari Pemerintah Pusat

Sebagai langkah cepat, Pemprov Jawa Barat telah menyiapkan fasilitas kontrakan bagi warga terdampak.

“Upaya Pak Gubernur saat ini adalah memberikan kontrakan dulu kepada warga,” kata Dadang.

Setelah tahap darurat tersebut berjalan, Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung melalui Dinas SDA akan menetapkan lokasi relokasi permanen yang benar-benar bebas dari risiko banjir.

Pendataan Dimulai, Dua RW Masuk Tahap Pertama Relokasi

Proses pendataan warga terdampak sudah berlangsung dan mencakup dua RW di Desa Bojongsoang, yaitu RW 9 dan RW 10. Dadang menambahkan, dua RW di perbatasan Desa Citeureup juga mengalami kondisi yang sama dan dipertimbangkan untuk masuk tahap berikutnya.

Baca Juga:  Ribuan Kader Gerindra Siap All Out Menangkan Dadang-Ali dan Dedi-Erwan di Pilkada 2024

“Di perbatasan Desa Citeureup ada dua RW. Kondisinya hampir sama dengan Cijagra,” ujarnya.

Menurut Dadang, pemindahan warga dapat dilakukan secara mandiri maupun difasilitasi pemerintah, tergantung kebutuhan di lapangan.

Pemkab Bandung Apresiasi Langkah Cepat Pemprov Jabar

Dadang menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat dan jajaran yang telah merespons cepat kondisi Bojongsoang.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi yang sudah cepat merespons, juga kepada Pak Kadis SDA,” ucapnya.

Baca Juga:  Kang DS Berhasil Rehab 28 Ribu Rutilahu, Hasil Kolaborasi dengan H Cucun

Bojongsoang Bukan Satu-Satunya Fokus, Penanganan Diperluas

Ia menegaskan bahwa penanganan banjir tidak hanya berfokus pada Bojongsoang. Relokasi, normalisasi, maupun pelebaran sungai juga akan dilakukan di wilayah lain yang memiliki risiko serupa.

“Kita kawal terus. Tidak hanya Bojongsoang, tetapi juga lokasi lain. Kita cari solusi terbaik, apakah relokasi atau peningkatan dan pelebaran sungai. Semua dilakukan secara kolaboratif dengan skema pentahelix,” kata Dadang.

Dengan dimulainya relokasi ini, pemerintah berharap risiko banjir di Bojongsoang dapat ditekan secara signifikan, sehingga warga dapat tinggal di lingkungan yang lebih aman dan layak.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dadang Supriatna
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hari Kedelapan Gempa Flores: 180 Ribu Warga Masih Mengungsi

Bansos

Nama Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026? Ini 6 Penyebab BPNT dan PKH Tak Masuk

Desil 1-4 Jadi Kunci Bansos Agustus 2026, Begini Cara Cek Status PKH dan BPNT Lewat HP

Anak Lebih Suka Cokelat daripada Susu? Champion Punya Jawaban Baru untuk Orang Tua

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Tahap 3 2026, Ada Bantuan Rp600 Ribu?

Pendaki 16 Tahun Tewas Jatuh di Jurang Gunung Sumbing, Sempat Terpisah dari Rombongan

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.