bukamata.id – Situs streaming film ilegal LK21 atau Layarkaca21 hingga kini masih menjadi buruan warganet Indonesia. Meski sudah berkali-kali diblokir pemerintah, situs ini terus bermunculan dengan domain baru.
Padahal, risiko mengakses LK21 sangat serius, mulai dari pelanggaran hukum hingga ancaman keamanan data pribadi.
LK21 Melanggar Hak Cipta dan Merugikan Industri Film
LK21 dan situs serupa beroperasi tanpa izin resmi dari pemegang hak cipta. Konten yang mereka tayangkan jelas melanggar Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Dampaknya, produser, distributor, hingga kreator film tidak menerima royalti maupun lisensi yang seharusnya mereka dapatkan.
Ancaman Keamanan Mengintai Pengguna LK21
Selain ilegal, mengakses LK21 juga berbahaya bagi pengguna. Situs ini dipenuhi iklan pop-up menyesatkan yang kerap membawa malware atau virus pencuri data pribadi.
Tautan unduhan palsu dan iklan jebakan menjadi pintu masuk ke situs berbahaya lainnya.
Kenapa LK21 Sulit Diberantas?
Meski berulang kali diblokir, LK21 tetap sulit diberantas. Begitu satu domain ditutup, pengelola segera meluncurkan domain baru dengan ekstensi berbeda, seperti .com, .id, .biz, atau lainnya. Pergantian nama inilah yang membuat situs ini terus hidup.
Tingginya permintaan tontonan gratis juga membuat LK21 tetap eksis. Banyak orang ingin menonton film tanpa berlangganan dan cukup sekali klik tanpa harus mendaftar atau membayar.
Alternatif Platform Legal yang Lebih Aman
Menonton film lewat situs ilegal pada akhirnya hanya merugikan diri sendiri dan industri perfilman. Saat ini, ada banyak platform streaming legal yang mudah diakses di Indonesia, seperti:
- Netflix
- Disney+ Hotstar
- Amazon Prime Video
- Viu
- iQiyi
- WeTV
- Vidio
- Mola TV
Platform resmi ini menawarkan konten legal berkualitas tinggi, subtitle akurat, katalog film dan serial terbaru, serta pengalaman menonton yang lebih aman.
Dukung Perfilman dengan Menonton Legal
Dengan berlangganan layanan streaming resmi, penonton tidak hanya mendapatkan hiburan berkualitas, tetapi juga ikut menghargai kerja keras pembuat film dan mendukung perkembangan industri perfilman nasional.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











