Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Bansos

Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos

Sabtu, 17 Oktober 2026 01:00 WIB

100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?

Jumat, 16 Oktober 2026 21:01 WIB

Target 4 Perunggu Asian Para Games 2026, Indonesia Awali Perjuangan dengan Dua Kemenangan

Jumat, 16 Oktober 2026 20:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Target 4 Perunggu Asian Para Games 2026, Indonesia Awali Perjuangan dengan Dua Kemenangan
  • IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana
  • Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api
  • Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka
  • Kabar Duka! Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
  • 3 Wakil Indonesia Berburu Semifinal Denmark Open 2026, Putri KW Hadapi Penguasa China
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hanya karena Hilang Uang Rp75 Ribu, Oknum Guru di Jember Telanjangi 22 Murid

By Aga GustianaKamis, 12 Februari 2026 11:06 WIB2 Mins Read
Pelecehan Seksual
Kasus pelecehan seksual. Foto: ilustrasi/Shutterstock/Peter Leee
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh aksi tidak terpuji seorang tenaga pendidik. Seorang wali kelas SDN di Jember dilaporkan melakukan tindakan asusila dan sewenang-wenang terhadap puluhan muridnya hanya karena masalah sepele: kehilangan uang pribadi.

Peristiwa yang memicu gelombang kecaman di media sosial ini bermula saat guru berinisial FT mengaku kehilangan uang sebesar Rp75.000. Sebelumnya, ia juga mengklaim kehilangan uang tunai Rp200.000. Alih-alih melakukan penyelidikan yang persuasif, oknum guru tersebut justru melakukan penggeledahan ekstrem.

Kronologi Penggeledahan Paksa

Berdasarkan informasi yang dihimpun, guru tersebut awalnya memeriksa seluruh tas milik 22 siswa di kelasnya. Karena uang yang dicari tak kunjung ditemukan, ia memerintahkan seluruh siswa untuk menanggalkan pakaian mereka.

Kejadian berlangsung sangat memprihatinkan:

  • Siswa Laki-laki: Dipaksa melepas seluruh pakaian hingga tanpa busana di dalam kelas.
  • Siswa Perempuan: Diminta menanggalkan seragam hingga hanya menyisakan pakaian dalam saja.
Baca Juga:  Detik-detik Penangkapan Penculik Bayi di Tasikmalaya: Pelaku Disergap Saat Tidur, Korban Disembunyikan!

Aksi ini terendus setelah orang tua siswa merasa curiga karena anak-anak mereka belum kunjung pulang hingga Jumat siang. Para wali murid yang geram akhirnya mendatangi sekolah dan mendobrak pintu ruang kelas yang dalam posisi terkunci rapat dari dalam.

Baca Juga:  Nekat Peras Ahmad Sahroni Rp300 Juta, Komplotan KPK 'Jadi-jadian' Berakhir di Penjara

“Kami mendapat laporan dari siswa kelas VI yang melihat kejadian itu,” ungkap salah satu wali murid yang sangat terpukul dengan kejadian ini, Kamis (12/2/2026).

Dampak Trauma Hebat pada Siswa

Akibat tindakan tersebut, kondisi psikologis para siswa kini dilaporkan sangat terguncang. Mayoritas dari 22 siswa mengalami trauma hebat hingga takut untuk menginjakkan kaki kembali ke sekolah. Tercatat, hanya enam anak yang berani masuk sekolah, itu pun karena dipanggil secara khusus oleh pihak guru.

Pihak Sekolah Bungkam

Saat dimintai konfirmasi, Plt Kepala SDN Jelbuk 02, Arif Rahman, memilih untuk menutup diri terkait rincian kronologi maupun sanksi bagi guru yang bersangkutan. Ia menyatakan bahwa persoalan ini sudah bukan lagi ranah sekolah secara internal.

Baca Juga:  Viral! Modus Aplikasi Kencan Berujung Penipuan di Bandung, Pelaku Berhasil Diringkus Keluarga Korban

“Saya serahkan semua ke Diknas, silakan konfirmasi ke sana,” ujar Arif singkat saat ditemui awak media.

Saat ini, kasus tersebut telah dilimpahkan ke Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Jember untuk penanganan lebih lanjut. Masyarakat mendesak agar sanksi tegas diberikan kepada oknum guru tersebut untuk memberikan efek jera dan melindungi mental generasi bangsa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita kriminal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Menunggu BLT Kesra Rp900 Ribu? Ini Fakta Terbaru dan Link Cek Bansos Kemensos

IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana

Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api

Ilustrasi korupsi

Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka

Viral Petugas SPBU Menangis di Depan I Wayan Koster: Saya Bukan Robot, Pak!

Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen PIK 2

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.