bukamata.id – Penanganan kasus video bermuatan asusila yang menyeret nama selebgram Lisa Mariana terus berlanjut. Kepolisian mengungkap sejumlah fakta baru berdasarkan hasil pemeriksaan terbaru.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Hendra Rochmawan, menyebut adanya dugaan aktivitas konsumsi minuman keras dan narkoba sebelum pembuatan video tersebut.
Dugaan Pesta Sebelum Pembuatan Video
Menurut Hendra, peristiwa bermula dari ajakan seorang pria berinisial MT yang disebut sebagai manajer. Ia meminta Lisa Mariana menghadirkan teman untuk berkumpul.
“MT menyediakan minuman beralkohol dan narkoba yang dikonsumsi bersama, sehingga LM berada dalam kondisi tidak sepenuhnya sadar,” ujar Hendra, Senin (20/4/2026).
Kegiatan tersebut disebut berlangsung di sebuah kamar indekos di wilayah Jakarta. Dalam lokasi yang sama, terdapat pria lain berinisial AVR yang diduga menjadi pemeran dalam video yang beredar.
Perekaman Diduga Tanpa Sepengetahuan Penuh
Polisi mengungkapkan bahwa Lisa Mariana tidak pernah diperlihatkan hasil rekaman video tersebut. Namun, ia mengetahui proses perekaman dilakukan menggunakan ponsel yang berada dalam penguasaan MT.
Selain itu, Lisa juga disebut mengetahui bahwa file video tersebut berada dalam kendali pihak yang sama dan diduga dibuat untuk kepentingan pihak tertentu.
Bantahan Lisa Mariana
Dalam keterangannya, Lisa Mariana membantah terlibat secara penuh dalam proses produksi maupun distribusi video tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui secara rinci terkait pembuatan, penyimpanan, hingga penyebaran konten tersebut di internet.
“Berdasarkan keterangan yang ada, diduga terdapat peran dominan MT dalam menginisiasi, memfasilitasi, serta menguasai perangkat dan distribusi file digital,” jelas Hendra.
Proses Hukum Masih Berjalan
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas penyebaran video di dunia maya.
Kasus ini sendiri bermula dari laporan Asosiasi Advokat Indonesia pada Juli 2025 terkait beredarnya video asusila di internet.
Direktur Ditressiber Polda Jabar, Resza Ramadianshah, sebelumnya menyebut bahwa video tersebut diduga memang sengaja dibuat, namun penyelidikan terkait penyebarannya masih terus dilakukan.
Pada pemeriksaan sebelumnya, Lisa Mariana juga telah mengakui bahwa dirinya merupakan sosok perempuan dalam video yang beredar.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










