bukamata.id – Aksi kejahatan dengan modus perkenalan melalui aplikasi online kembali memakan korban. Namun, pelaku penipuan dan pencurian kali ini berhasil ditangkap setelah keluarga korban melakukan penyergapan dengan skenario pertemuan palsu.
Peristiwa tersebut menimpa seorang korban beberapa hari lalu. Pelaku awalnya mendekati korban melalui aplikasi perkenalan, kemudian memberikan iming-iming uang untuk membangun kepercayaan.
Menurut kakak korban, Defani, pelaku sempat memberikan uang sebesar Rp200 ribu sebelum akhirnya mengajak korban bertemu langsung.
“Modusnya itu kenalan dulu, lalu adik saya dikasih uang Rp 200 ribu. Setelah itu dia langsung diajak ketemuan,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Korban Ditinggalkan, Barang Berharga Dibawa Kabur
Saat pertemuan berlangsung, pelaku mulai menjalankan aksinya dengan menyuruh korban turun ke minimarket untuk membeli sesuatu. Di saat bersamaan, pelaku meminta korban meninggalkan barang berharga di sepeda motor.
“Pas disuruh jajan ke minimarket dan barang-barangnya disimpan di motor, pelaku langsung kabur,” jelas Defani.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian lebih dari Rp3 juta. Barang yang dibawa kabur meliputi ponsel, dompet, hingga kartu identitas.
Upaya pencarian melalui rekaman CCTV minimarket juga tidak membuahkan hasil karena kamera pengawas dalam kondisi rusak dan buram.
Pelaku Diduga Sudah Berulang Kali Beraksi
Defani mengungkapkan bahwa pelaku yang mengaku bernama Fadli dan berasal dari Antapani tersebut diduga sudah sering melakukan aksi serupa dengan menggunakan identitas berbeda.
“Korban sudah banyak, sudah ada empat laporan. Cuma memang belum tertangkap, baru hari ini kena,” ungkapnya.
Penangkapan Dramatis Lewat Umpan COD Palsu
Merasa geram, keluarga korban kemudian menyusun strategi untuk memancing pelaku menggunakan akun aplikasi yang sama. Defani berpura-pura menjadi korban dan kembali menghubungi pelaku untuk mengatur pertemuan ulang.
“Kita pancing balik ke aplikasinya. Diajak telepon, ditanya mau tidak ketemu lagi sama adik saya? Ternyata dia masih mau,” ujarnya.
Pelaku yang sempat curiga bahkan meminta foto korban terlebih dahulu untuk memastikan. Keluarga korban kemudian menyiasatinya dengan mengirimkan foto dari arah belakang.
Setelah yakin, pelaku kembali datang ke lokasi yang telah disiapkan. Namun tanpa disadari, ia masuk ke dalam jebakan yang sudah dirancang.
“Dia kepancing masuk ke gang. Langsung motornya saya tendang sampai jatuh,” kata Defani.
Pelaku akhirnya berhasil diamankan oleh keluarga korban sebelum diserahkan untuk proses lebih lanjut.
Imbauan Waspada Penipuan Online
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap orang yang baru dikenal melalui aplikasi daring. Modus penipuan dengan iming-iming uang atau ajakan bertemu langsung masih kerap terjadi dan menimbulkan kerugian.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News






