Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rekor Baru Purwakarta! 500 Ribu Genteng Plered Resmi Meluncur untuk Program Gentengisasi

Jumat, 2 Oktober 2026 22:18 WIB

Aksi Mencekam Pelajar Bawa Celurit Jumbo di Majalengka, Warga: Motor Dibacok hingga Helm Dirampas

Jumat, 2 Oktober 2026 21:53 WIB

Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara

Jumat, 2 Oktober 2026 20:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rekor Baru Purwakarta! 500 Ribu Genteng Plered Resmi Meluncur untuk Program Gentengisasi
  • Aksi Mencekam Pelajar Bawa Celurit Jumbo di Majalengka, Warga: Motor Dibacok hingga Helm Dirampas
  • Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara
  • Bandung Siapkan Kolam Retensi Baru untuk Atasi Banjir, Dibangun 2027
  • Perumda Pasar Juara Segel 243 Ruang Dagang di Pasar Ciroyom Bandung
  • Bukan Kebetulan! John Herdman Ungkap Rahasia Timnas Indonesia Hancurkan Bangladesh 9-2
  • Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut
  • Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter

By Mulki AlbarRabu, 12 Agustus 2026 11:36 WIB2 Mins Read
Distribusi air bersih. (Foto: BPBD Kab Bogor)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebanyak 450.383 warga Jawa Barat terdampak kekeringan sumber air selama musim kemarau 2026. Mereka tersebar di 153 kecamatan dan 334 desa/kelurahan di 23 kabupaten dan kota.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat, jumlah warga terdampak tersebut berasal dari 140.765 kepala keluarga (KK).

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, hingga 10 Agustus 2026 telah disalurkan sebanyak 8,7 juta liter air ke berbagai wilayah terdampak kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Ali mengatakan, distribusi air bersih dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah daerah.

Baca Juga:  Subang Dilanda Longsor, 1 Orang Meninggal 12 Luka Ringan

Tiga wilayah dengan distribusi air bersih terbesar yakni Kabupaten Bekasi sebanyak 3,8 juta liter, Kabupaten Bogor 1,5 juta liter, dan Kabupaten Karawang 595.000 liter.

Besarnya distribusi tersebut menyesuaikan jumlah warga yang terdampak di masing-masing daerah.

Di Kabupaten Bogor, misalnya, kekeringan sumber air berdampak terhadap 170.892 warga yang tersebar di 30 kecamatan.

Sementara di Kabupaten Bekasi, sebanyak 44.892 warga di sembilan kecamatan terdampak kekeringan. Adapun di Kabupaten Karawang, tercatat 27.553 warga di lima kecamatan mengalami dampak kekeringan sumber air.

Baca Juga:  Berbekal Rp5,8 Miliar Penanganan Sarimukti, BPBD Jabar "Check Out" APD Petugas Damkar

“Bantuan air bersih kepada masyarakat tak hanya berasal dari BPBD kabupaten/kota, tetapi juga Baznas, Palang Merah Indonesia (PMI), PDAM, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Selain itu, Kodim, komunitas dan dunia usaha,” ujar Teten dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).

Teten mengatakan, BPBD Jawa Barat juga terus mendukung proses distribusi dengan meminjamkan sejumlah mobil tangki kepada BPBD kabupaten dan kota yang membutuhkan.

Selain distribusi air, BPBD Jabar melakukan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Upaya mitigasi juga terus disosialisasikan kepada masyarakat melalui berbagai kanal informasi, termasuk media sosial.

Baca Juga:  Update Banjir Sukabumi, 4 Orang Masih Dalam Pencarian

“BPBD Jabar terus melakukan penyaluran air dengan meminjamkan sejumlah mobil tangki kepada BPBD kabupaten dan kota,” katanya.

Menurut Teten, koordinasi dengan berbagai instansi dan lembaga terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak dapat terpenuhi selama musim kemarau.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mengapresiasi seluruh pihak yang ikut terlibat dalam penanganan dampak kekeringan, mulai dari unsur pemerintah, lembaga kemanusiaan, TNI, komunitas hingga dunia usaha.

“Terima kasih kepada para pihak yang telah menyalurkan air bersih kepada masyarakat,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPBD Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Rekor Baru Purwakarta! 500 Ribu Genteng Plered Resmi Meluncur untuk Program Gentengisasi

Aksi Mencekam Pelajar Bawa Celurit Jumbo di Majalengka, Warga: Motor Dibacok hingga Helm Dirampas

Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara

Bandung Siapkan Kolam Retensi Baru untuk Atasi Banjir, Dibangun 2027

Perumda Pasar Juara Segel 243 Ruang Dagang di Pasar Ciroyom Bandung

BSU Kemnaker

Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.