Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Pemandangan eksotis Waduk Jatiluhur, ikon wisata Purwakarta sejak dulu.

Bupati Purwakarta Lempar Bola Panas Soal Pasokan Air Proyek Data Center AI Jatiluhur ke PJT II

Rabu, 30 September 2026 18:45 WIB

Garuda di Ujung Taduk! Menang Atas Bangladesh Belum Cukup, Ini Skenario Lolos Final

Rabu, 30 September 2026 18:39 WIB

Demi Sabu Gratisan, Oknum Pegawai PPPK di Kuningan Nekat Jadi Kurir Narkoba Berujung Bui

Rabu, 30 September 2026 18:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bupati Purwakarta Lempar Bola Panas Soal Pasokan Air Proyek Data Center AI Jatiluhur ke PJT II
  • Garuda di Ujung Taduk! Menang Atas Bangladesh Belum Cukup, Ini Skenario Lolos Final
  • Demi Sabu Gratisan, Oknum Pegawai PPPK di Kuningan Nekat Jadi Kurir Narkoba Berujung Bui
  • Bukan Cuma Boros Listrik, Ini 3 Alasan WALHI Jabar Tolak Keras Megaproyek Data Center AI Jatiluhur
  • Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Laga Penentu Juara Grup A
  • Sidang Perdana Taufik Hidayat di PN Bale Bandung Digelar Tertutup
  • Misteri Jasad Terikat Karung di Bawah Tol Bocimi Sukabumi: Polisi Akui Sulit Kenali Wajah Korban
  • Lewat Tahapan SP1 hingga SP3, 20 Bangli Ciumbuleuit Akhirnya Dibongkar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 30 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Cuma Boros Listrik, Ini 3 Alasan WALHI Jabar Tolak Keras Megaproyek Data Center AI Jatiluhur

By Aga GustianaRabu, 30 September 2026 18:24 WIB3 Mins Read
Ilustrasi data center. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana pembangunan fasilitas pengolahan data raksasa berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) milik BDx di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, menuai sorotan tajam. Alih-alih mendatangkan keuntungan ekonomi semata, proyek masif ini dinilai menyimpan potensi bencana ekologis yang serius bagi kelestarian lingkungan hidup dan ruang hidup warga sekitar.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat secara tegas mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk tidak menutup mata terhadap berbagai risiko jangka panjang yang mengintai. Berdasarkan catatan organisasi lingkungan tersebut, terdapat tiga persoalan krusial yang wajib dikaji secara mendalam sebelum proyek raksasa itu dilanjutkan.

1. Krisis Air Bersih dan Ancaman bagi Warga

Fasilitas pengolahan data berskala modern membutuhkan pasokan air pendingin dalam jumlah yang sangat fantastis setiap harinya. Tingginya volume konsumsi air ini dikhawatirkan dapat memicu perebutan sumber daya air antara kebutuhan industri dengan kebutuhan harian masyarakat lokal yang selama ini bergantung sepenuhnya pada kawasan Jatiluhur.

“Kalau misalnya (kebutuhan air) terpenuhi, apa dampak negatif kemudian yang akan muncul, baik terhadap Jatiluhurnya atau kondisi lingkungan di Jatiluhur maupun kondisi masyarakat yang selama ini memanfaatkan air di Jatiluhur itu sendiri,” kata Wahyudin, Rabu (30/9/2026).

Baca Juga:  Rafael Situmorang Sepakat Tinjau Konsesi Lahan, Akui Konflik Agraria Sudah Berlarut-larut Puluhan Tahun

Pihaknya menambahkan bahwa kebutuhan air untuk fasilitas AI ini berpotensi menyedot hingga jutaan liter air per hari. Oleh karena itu, transparansi mengenai sumber air yang akan dieksploitasi menjadi harga mati agar hak-hak dasar warga tidak terampas.

“Kalau misalnya pembangunan itu berada di wilayah banyak permukiman, itu berpotensi air yang selama ini dimanfaatkan warga berpotensi akan habis. Data center ini akan menggunakan jutaan air dalam setiap harinya,” kata dia.

“Apakah data center ini akan terpenuhi dengan misal air yang ada di Jatiluhur atau tidak,” katanya.

2. Lonjakan Konsumsi Energi dan Ancaman Emisi Karbon

Selain air, infrastruktur digital berbasis kecerdasan buatan dikenal sangat haus energi. Penggunaan daya listrik dalam skala gigantis dikhawatirkan justru akan memperburuk krisis iklim jika tidak diantisipasi dengan matang.

Baca Juga:  Pengakuan Korban Selamat Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Mobil Terjepit Truk

“Pertama dibangunnya data center ini tentu akan membutuhkan listrik yang boros. Satu data center AI itu kalau ukurannya 80 sampai 100 megawatt,” ucapnya.

Besarnya kebutuhan listrik tersebut membuka peluang digunakannya sumber energi kotor dari pembangkit berbahan bakar fosil yang dapat mendongkrak angka emisi karbon secara drastis. Belum lagi, dampak kebisingan serta paparan panas dari pengoperasian genset dan cooling tower selama 24 jam penuh turut menjadi ancaman nyata bagi kenyamanan ekosistem mikro di sekitarnya.

“Kalau menggunakan PLTU juga akan meningkatkan emisi karbon yang cukup drastis,” katanya.

“Konteks ketiganya ini juga akan memunculkan dampak negatif terhadap suhu, baik itu dari genset kalau dia menggunakan genset maupun dari cooling tower yang beroperasi 24 jam,” ujarnya.

3. Persoalan Limbah B3 dan Daya Dukung Lingkungan

Dampak lingkungan tidak berhenti pada tahap operasional semata. Aktivitas fasilitas canggih ini dipastikan akan memproduksi berbagai jenis limbah berbahaya dan beracun (B3) yang menuntut standar pengelolaan super ketat.

Baca Juga:  Warga Purwakarta Digegerkan Temuan Mayat Perempuan Muda Diduga Korban Pembunuhan

“Di konteks kegiatan ini akan memunculkan jenis baterai, kemudian juga bahan B3 lainnya seperti oli genset, waste server. Itu pun juga seperti apa pengelolaannya, kami perlu tahu,” katanya.

Selain limbah elektronik dan kimia, gelombang pembangunan infrastruktur penunjang seperti gardu listrik, pembukaan akses jalan material, jaringan kabel serat optik, hingga menara telekomunikasi dikhawatirkan telah melampaui ambang batas daya dukung ruang di lokasi tersebut.

Menanggapi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menjatuhkan sanksi penghentian sementara konstruksi akibat belum kantongnya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta dokumen AMDAL dan RKL-RPL, WALHI memberikan apresiasi tinggi.

“Sudah tepat kalau kondisi saat ini dihentikan sementara ketika dokumen lingkungannya belum tepat,” katanya.

“PSN atau bukan PSN, mereka harus wajib menyelesaikan dulu dokumen lingkungannya, baik itu AMDAL maupun RKL-RPL-nya,” ujar Wahyudin.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Data Center AI Jatiluhur purwakarta Walhi Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pemandangan eksotis Waduk Jatiluhur, ikon wisata Purwakarta sejak dulu.

Bupati Purwakarta Lempar Bola Panas Soal Pasokan Air Proyek Data Center AI Jatiluhur ke PJT II

Demi Sabu Gratisan, Oknum Pegawai PPPK di Kuningan Nekat Jadi Kurir Narkoba Berujung Bui

Sidang Perdana Taufik Hidayat di PN Bale Bandung Digelar Tertutup

Misteri Jasad Terikat Karung di Bawah Tol Bocimi Sukabumi: Polisi Akui Sulit Kenali Wajah Korban

Lewat Tahapan SP1 hingga SP3, 20 Bangli Ciumbuleuit Akhirnya Dibongkar

20 Bangunan di Ciumbuleuit Ditertibkan, Fungsi Trotoar dan Drainase Dikembalikan

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Pemandangan eksotis Waduk Jatiluhur, ikon wisata Purwakarta sejak dulu.
    Proyek AI Data Center Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Purwakarta Disetop, Sedot Air Setara 6 Desa Sebulan!
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.