bukamata.id – Sejak mendarat di bioskop tanah air pada 23 Januari lalu, Papa Zola The Movie telah bermetamorfosis dari sekadar film animasi menjadi sebuah fenomena emosional. Memasuki pertengahan Februari 2026, film besutan Monsta Studios ini justru semakin ramai diperbincangkan karena keberhasilannya memotret sisi rapuh sekaligus tangguh dari figur seorang ayah.
Pecahkan Rekor: Libas Zootopia 2 hingga Avatar
Dominasi “Kebenaran” (julukan khas Papa Zola) tidak main-main. Di Malaysia, film ini resmi menyandang gelar animasi terlaris sepanjang masa dengan pendapatan menembus RM68,2 juta per 18 Februari 2026.
Prestasi ini kian mentereng karena mampu melampaui raksasa Hollywood seperti Zootopia 2 dan Avatar: Fire and Ash. Di Indonesia sendiri, antusiasme penonton sangat masif, tercatat lebih dari 200 ribu orang memadati bioskop hanya dalam pekan pertama penayangan.
Plot Twist: Dari Kurir Makanan Menjadi Agen Elit
Film berdurasi 111 menit ini membawa penonton mengintip kehidupan sehari-hari Papa Zola sebagai pekerja serabutan. Demi mencukupi kebutuhan Mama Zila dan si kecil Pipi Zola, ia rela melakoni pekerjaan sebagai pengantar makanan.
Namun, alur cerita bergeser drastis saat Bumi diinvasi alien. Terungkap fakta mengejutkan bahwa pasangan Zola sebenarnya adalah mantan agen elit dari Protect and Prevent Agency (PAPA) yang kehilangan ingatan. Ketika Pipi diculik, insting kebapakan Papa Zola bangkit. Ia harus kembali mengangkat senjata bersama rekan lamanya, YonB, demi menyelamatkan sang putri dari ancaman simulasi digital Power Sphera Cimubot.
Mengapa Film Ini Begitu Menyentuh?
Nizam Razak, sang sutradara sekaligus pengisi suara Papa Zola, mengaku sengaja menitikberatkan narasi pada pengorbanan ayah di Asia Tenggara. Sentuhan lagu “Kita Usahakan Lagi” dalam film ini terbukti menjadi “senjata” yang paling ampuh memancing air mata penonton.
“Melihat kegigihan seorang lelaki yang bersusah payah demi kebahagiaan keluarganya membuat saya sangat tersentuh,” tulis salah satu penonton di media sosial.
Proses produksi yang memakan waktu tiga tahun dengan biaya sekitar USD 5 juta (Rp84 miliar) ini pun terbayar lunas dengan kualitas visual dan kedalaman cerita yang ditawarkan.
Kolaborasi #animaSEA dan Ekspansi Global
Menariknya, film ini juga menjadi simbol persatuan animasi Asia Tenggara. Dukungan mengalir dari karakter ikonik Indonesia seperti Si Juki, Adit Sopo Jarwo, dan Jumbo melalui kampanye #animaSEA Terus Maju.
Setelah sukses di wilayah serumpun, Papa Zola The Movie bersiap melenggang ke kancah internasional. Mulai April hingga Mei 2026, film ini akan menyapa penonton di 13 negara, termasuk India, Vietnam, Turki, hingga kawasan Timur Tengah, dengan alih bahasa yang beragam.
Bagi Anda yang belum sempat menyaksikan aksi heroik sang pahlawan “Kebenaran”, film ini masih tersedia di jaringan bioskop berbagai kota besar seperti Jakarta dan Sidoarjo hingga hari ini.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











