bukamata.id – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menaruh harapan besar terhadap kehadiran dua rekrutan anyar, Layvin Marc Kurzawa dan Dion Markx, yang diproyeksikan memperkuat lini belakang Maung Bandung pada Super League 2025/26 serta AFC Champions League Two 2025/26.
Hodak menegaskan, kedatangan Kurzawa dan Dion bukan tanpa alasan. Persib membutuhkan tambahan tenaga setelah melepas Muhammad Rezaldi Hehanussa dan Al Hamra Hehanussa yang dipinjamkan ke Persik Kediri pada awal putaran kedua kompetisi.
“Dua pemain baru ini penting bagi kami. Kami kekurangan stok setelah Rezaldi dan Hamra pergi. Kami membutuhkan tambahan di posisi bek kiri dan satu bek tengah,” ujar Bojan Hodak, dikutip dari laman resmi Persib, Selasa (27/1/2026).
Dion Markx Diproyeksikan Ikuti Jejak Kakang dan Robi
Secara khusus, Bojan Hodak menaruh perhatian besar pada Dion Markx, pemain Timnas Indonesia U-23 yang dinilai memiliki potensi berkembang cepat.
Pelatih asal Kroasia itu berharap Dion bisa mengikuti jejak Kakang Rudianto dan Robi Darwis yang sukses menembus tim utama Persib.
“Dion itu seperti Kakang dan Robi. Dia pemain U-23. Kami memang mencari pemain muda yang bisa berkembang pesat dalam waktu singkat,” kata Hodak.
Dengan bergabungnya Dion, stok pemain muda Persib semakin melimpah. Sebelumnya, Pangeran Biru sudah memiliki nama-nama seperti Zulkifli Lukmansyah, Nazriel Alvaro, serta penjaga gawang muda Fitrah Maulana.
“Mereka adalah masa depan klub. Semua harus berlatih dan mendapatkan kesempatan. Nantinya kita lihat siapa yang bisa masuk tim utama,” jelasnya.
Kurzawa Jadi Nilai Tambah, Tapi Perlu Adaptasi
Sementara itu, kehadiran Layvin Kurzawa, mantan pemain Paris Saint-Germain (PSG), dinilai membawa nilai lebih bagi Persib, baik dari sisi kualitas maupun pengalaman. Namun demikian, Bojan Hodak mengingatkan bahwa Kurzawa tetap membutuhkan waktu untuk beradaptasi setelah lama tidak bermain kompetitif.
“Dia punya nama besar dan kualitas. Itu bagus untuk Persibdan juga sepak bola Indonesia. Tapi semua harus bersabar,” ujar Hodak.
Hodak menilai padatnya jadwal kompetisi menjadi keuntungan tersendiri bagi proses adaptasi Kurzawa.
“Dalam 3,5 bulan ke depan, kami akan menjalani minimal 19 hingga 25 pertandingan. Pasti ada menit bermain untuknya. Kami akan melakukannya secara bertahap,” tambahnya.
Pelatih berusia 53 tahun itu juga membandingkan situasi Kurzawa dengan beberapa pemain asing Persib sebelumnya.
“Kasusnya mirip dengan Federico Barba atau Stefano Beltrame dulu. Pemain yang absen beberapa bulan memang butuh waktu. Tapi dia punya kualitas yang kami butuhkan, dan kami akan bersabar,” pungkas Bojan Hodak.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










