Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Prediksi Persib vs Persik Kediri: Unggul Rekor Kandang, Marc Klok Ogah Anggap Remeh Macan Putih

Sabtu, 17 Oktober 2026 19:02 WIB

Buntut Polusi Udara Lintas Negara, 7 Persusahaan RI Terancam Sanksi Singapura

Sabtu, 17 Oktober 2026 18:58 WIB

5 Tempat Makan Pecel Lele Enak di Bandung: Lengkap dengan Harga dan Lokasinya

Sabtu, 17 Oktober 2026 17:15 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Prediksi Persib vs Persik Kediri: Unggul Rekor Kandang, Marc Klok Ogah Anggap Remeh Macan Putih
  • Buntut Polusi Udara Lintas Negara, 7 Persusahaan RI Terancam Sanksi Singapura
  • 5 Tempat Makan Pecel Lele Enak di Bandung: Lengkap dengan Harga dan Lokasinya
  • Sambangi Bandung Lewat GO! NEXT 2026, FiberStar Kenalkan Solusi Digital Terintegrasi untuk Bisnis
  • Dihantam Hujatan Se-Indonesia! Keputusan Drastis Reno Ferdinand Usai Pulang Tanpa Gelar di Mister Global 2026
  • Diduga Kalap Akibat Tekanan Kerja, Pria di Sukabumi Tega Bacok Istri Tanpa Cekcok
  • Kabar Gembira Pekerja! BSU 2026 Disalurkan Sekaligus Rp900 Ribu Akhir Tahun, Ini Penjelasan Pemerintah
  • Langit Jakarta dan Jawa Barat Dirayapi Asap Karhutla Kalimantan, Kualitas Udara Mulai Terancam?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Buntut Polusi Udara Lintas Negara, 7 Persusahaan RI Terancam Sanksi Singapura

By Aga GustianaSabtu, 17 Oktober 2026 18:58 WIB2 Mins Read
Langit Kuala Lumpur Malaysia diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan di Kalimantan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Singapura akhirnya mengambil sikap tegas terkait kepulan asap tebal yang belakangan menyelimuti ruang udara kawasan Asia Tenggara. Melalui serangkaian investigasi ilmiah, otoritas Negeri Jiran tersebut resmi mengarahkan bidikan mereka kepada tujuh entitas korporasi yang beroperasi di wilayah Indonesia.

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura, Grace Fu, membeberkan bahwa penelusuran mendalam terkait pemicu anjloknya mutu udara di negaranya telah merujuk pada titik api (hotspot) tertentu.

“Hasil penyelidikan kami sejauh ini menunjukkan bahwa sebagian kabut asap yang dialami Singapura berasal dari kebakaran di lahan tujuh perusahaan di Indonesia,” kata Fu, Jumat, seperti dilansir AFP, Sabtu (17/10/2026).

Baca Juga:  Misi Balas Dendam Dimulai: Jadwal Lengkap dan Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Incar Perusahaan Berbasis di Sumatera

Berdasarkan kumpulan data serta pemetaan wilayah yang dikantongi Singapura, seluruh dari ketujuh korporasi tersebut menjalankan aktivitas operasionalnya di Pulau Sumatera.

Guna merespons temuan ini, pihak luar negeri berencana mengambil langkah hukum teknis dengan melayangkan surat peringatan pencegahan (preventative notices) secara langsung kepada manajemen perusahaan yang bersangkutan.

Baca Juga:  Nonton ACL 2, Planet Persib Ajak Bobotoh Awayday ke Singapura

Langkah preventif ini diambil sebagai peringatan dini agar pengelola lahan segera memadamkan titik api sebelum partikel polutan kian parah mengkontaminasi sirkulasi udara regional.

Ancaman Dampak Lintas Batas

Hingga kini, otoritas Singapura terus memperketat pengawasan lintas udara. Pemerintah lokal juga mewaspadai potensi memburuknya pekat kabut asap jika penanganan di lapangan tidak berjalan cepat dan agresif.

Baca Juga:  Tragedi KM Virgo Transport 8: 23 Warga Garut Jadi Korban, 11 Orang Masih Hilang

Isu asap karhutla lintas batas (transboundary haze) ini kembali menjadi sorotan hangat hubungan bilateral kedua negara, mengingat dampaknya yang tak hanya mengganggu kesehatan publik tetapi juga sektor penerbangan dan pariwisata.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

asap kalimantan Karhutla Singapura
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sambangi Bandung Lewat GO! NEXT 2026, FiberStar Kenalkan Solusi Digital Terintegrasi untuk Bisnis

Diduga Kalap Akibat Tekanan Kerja, Pria di Sukabumi Tega Bacok Istri Tanpa Cekcok

Langit Jakarta dan Jawa Barat Dirayapi Asap Karhutla Kalimantan, Kualitas Udara Mulai Terancam?

Ironi Gubernur Konten: Pamer Aduan di Medsos, Tapi Gagap Saat Diadang Warga

Geger Dugaan Pelecehan Verbal Dosen UIN Bandung: Mahasiswa Gelar Aksi, Rektor Sampaikan Permohonan Maaf

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BSU Rp900 Ribu untuk Pekerja Kembali Jadi Sorotan, Ini Syarat yang Perlu Diketahui

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.