Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BMKG Peringatkan Puncak Kemarau 2026: Juli hingga September Jadi Bulan Krusial

By Aga GustianaRabu, 8 Juli 2026 14:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi musim kemarau. (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Indonesia kini tengah memasuki fase krusial cuaca. Berdasarkan analisis terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode puncak musim kemarau diprediksi akan berlangsung dari Juli hingga September 2026. Masyarakat serta pemerintah daerah diminta untuk segera mengaktifkan langkah mitigasi guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Sebaran Puncak Kemarau per Wilayah

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa fenomena puncak kemarau tidak terjadi secara serentak, melainkan terbagi dalam beberapa fase:

  • Juli 2026: Melanda 83 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 12,26 persen wilayah Indonesia.
  • Agustus 2026: Fase terluas yang mencakup 369 ZOM atau 48,84 persen daratan Indonesia.
  • September 2026: Terjadi di 169 ZOM atau sekitar 25,41 persen dari luas daratan nasional.
Baca Juga:  Ancaman Asap Karhutla Belum Usai, Kasus ISPA Lampaui 300 Ribu Orang: Ini Daerah yang Paling Terdampak

Mitigasi Sektor Pangan dan Sumber Daya Air

Kondisi cuaca yang lebih kering menuntut kesiapan khusus, terutama di sektor pertanian. BMKG menyarankan para petani untuk melakukan penyesuaian jadwal tanam serta memilih varietas tanaman yang memiliki masa siklus pendek dan tahan terhadap kekeringan.

Sementara itu, untuk sektor pengelolaan air, pemerintah diharapkan segera melakukan revitalisasi waduk serta memperbaiki jaringan distribusi agar pasokan air ke masyarakat tetap terjaga. Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi fokus utama, di mana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi langkah strategis untuk pencegahan.

Baca Juga:  Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 2,2 Juta Hektare Wilayah Terancam Kebakaran, Sukabumi Paling Luas!

Tips Sederhana Menghadapi Kemarau di Lingkungan Rumah

Di tingkat rumah tangga, kita bisa berperan aktif dalam menghadapi iklim yang lebih kering dengan langkah-langkah praktis berikut:

  1. Manajemen Air yang Bijak: Gunakan air sesuai kebutuhan. Jangan biarkan keran menyala tanpa pengawasan. Anda bisa menampung air bekas cucian atau wudhu yang masih layak untuk menyiram tanaman, sehingga cadangan air bersih tetap terjaga.
  2. Lestarikan Vegetasi: Hindari menebang pohon di sekitar hunian. Pohon berfungsi sebagai pelindung alami yang menyejukkan udara dan menjaga kelembapan tanah. Jika memungkinkan, tanamlah bibit pohon baru di pekarangan.
  3. Optimalisasi Penerangan Alami: Maksimalkan penggunaan sinar matahari sebagai penerangan utama di dalam rumah saat siang hari untuk mengurangi beban penggunaan listrik.
  4. Ekstra Waspada terhadap Api: Hindari membakar sampah atau aktivitas lain yang berisiko memicu kebakaran di lahan terbuka. Kelalaian sekecil apa pun di musim kemarau bisa berdampak fatal bagi lingkungan sekitar.
Baca Juga:  Kemarau Basah: Fenomena Aneh di Musim Kering, Ini Penjelasan BMKG, Dampak Nyata, dan Cara Menghadapinya

Dengan persiapan yang matang dan pola hidup hemat, diharapkan dampak negatif dari puncak musim kemarau tahun ini dapat ditekan semaksimal mungkin. Tetap pantau informasi cuaca resmi dari kanal BMKG untuk pembaruan terkini di wilayah Anda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Karhutla Kekeringan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.