Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Karim Benzema OTW Persib Bandung?

Rabu, 16 September 2026 06:00 WIB
Penampilan makanan bergizi gratis dari program MBG.

Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup

Rabu, 16 September 2026 05:00 WIB

Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia

Rabu, 16 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Karim Benzema OTW Persib Bandung?
  • Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup
  • Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia
  • Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang
  • Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik
  • Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong
  • Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi
  • Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BMKG Peringatkan Puncak Kemarau 2026: Juli hingga September Jadi Bulan Krusial

By Aga GustianaRabu, 8 Juli 2026 14:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi musim kemarau. (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Indonesia kini tengah memasuki fase krusial cuaca. Berdasarkan analisis terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode puncak musim kemarau diprediksi akan berlangsung dari Juli hingga September 2026. Masyarakat serta pemerintah daerah diminta untuk segera mengaktifkan langkah mitigasi guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Sebaran Puncak Kemarau per Wilayah

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa fenomena puncak kemarau tidak terjadi secara serentak, melainkan terbagi dalam beberapa fase:

  • Juli 2026: Melanda 83 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 12,26 persen wilayah Indonesia.
  • Agustus 2026: Fase terluas yang mencakup 369 ZOM atau 48,84 persen daratan Indonesia.
  • September 2026: Terjadi di 169 ZOM atau sekitar 25,41 persen dari luas daratan nasional.
Baca Juga:  BMKG Prediksi Awal Musim Kemarau April 2024, Jawa Barat Dimulai Mei

Mitigasi Sektor Pangan dan Sumber Daya Air

Kondisi cuaca yang lebih kering menuntut kesiapan khusus, terutama di sektor pertanian. BMKG menyarankan para petani untuk melakukan penyesuaian jadwal tanam serta memilih varietas tanaman yang memiliki masa siklus pendek dan tahan terhadap kekeringan.

Sementara itu, untuk sektor pengelolaan air, pemerintah diharapkan segera melakukan revitalisasi waduk serta memperbaiki jaringan distribusi agar pasokan air ke masyarakat tetap terjaga. Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi fokus utama, di mana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi langkah strategis untuk pencegahan.

Baca Juga:  Siklon Tropis Senyar Muncul di Selat Malaka, Ini Dampak yang Diwaspadai

Tips Sederhana Menghadapi Kemarau di Lingkungan Rumah

Di tingkat rumah tangga, kita bisa berperan aktif dalam menghadapi iklim yang lebih kering dengan langkah-langkah praktis berikut:

  1. Manajemen Air yang Bijak: Gunakan air sesuai kebutuhan. Jangan biarkan keran menyala tanpa pengawasan. Anda bisa menampung air bekas cucian atau wudhu yang masih layak untuk menyiram tanaman, sehingga cadangan air bersih tetap terjaga.
  2. Lestarikan Vegetasi: Hindari menebang pohon di sekitar hunian. Pohon berfungsi sebagai pelindung alami yang menyejukkan udara dan menjaga kelembapan tanah. Jika memungkinkan, tanamlah bibit pohon baru di pekarangan.
  3. Optimalisasi Penerangan Alami: Maksimalkan penggunaan sinar matahari sebagai penerangan utama di dalam rumah saat siang hari untuk mengurangi beban penggunaan listrik.
  4. Ekstra Waspada terhadap Api: Hindari membakar sampah atau aktivitas lain yang berisiko memicu kebakaran di lahan terbuka. Kelalaian sekecil apa pun di musim kemarau bisa berdampak fatal bagi lingkungan sekitar.
Baca Juga:  Pemkab Bandung Barat Tetapkan Status Siaga Kekeringan, Mulai September-Oktober 2024

Dengan persiapan yang matang dan pola hidup hemat, diharapkan dampak negatif dari puncak musim kemarau tahun ini dapat ditekan semaksimal mungkin. Tetap pantau informasi cuaca resmi dari kanal BMKG untuk pembaruan terkini di wilayah Anda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Karhutla Kekeringan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Penampilan makanan bergizi gratis dari program MBG.

Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
  • Bikin Penasaran! Sosok Lylia Kasir Indomaret Jadi Buruan Warganet di TikTok
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.