bukamata.id – Sebuah video yang diduga memperlihatkan aktivitas transaksi narkoba dan obat keras terbatas (OKT) di wilayah Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) viral di media sosial. Menyusul beredarnya rekaman tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat langsung bergerak cepat dengan meningkatkan pengawasan dan memburu pihak-pihak yang diduga terlibat.
Video yang ramai beredar itu disebut-sebut direkam di Desa Singajaya, Kecamatan Cihampelas. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh BNN KBB dengan menerjunkan Tim Gerak Responsif (Tiger) untuk melakukan pengecekan ke lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi.
BNN KBB Langsung Bergerak Setelah Video Viral
Kepala BNN Kabupaten Bandung Barat, AKBP Agus Widodo, menegaskan pihaknya tidak pernah mengabaikan setiap laporan masyarakat, termasuk informasi yang beredar melalui media sosial.
Menurut Agus, meski penanganan obat keras terbatas (OKT) diatur dalam Undang-Undang Kesehatan, BNN tetap melakukan pengawasan karena penyalahgunaannya kerap berkaitan dengan tindak pidana serta peredaran narkotika.
“Begitu informasi kami terima, tim langsung bergerak ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Semua laporan dari masyarakat pasti kami tindak lanjuti,” ujar Agus.
Tim Tiger Sudah Beberapa Kali Datangi Lokasi
Agus mengungkapkan, Tim Tiger BNN KBB sebenarnya telah beberapa kali mendatangi lokasi berdasarkan laporan serupa yang diterima sebelumnya.
Namun setiap kali petugas tiba di lokasi, aktivitas yang diduga sebagai transaksi narkoba maupun obat keras sudah tidak ditemukan.
Hal itu diduga karena para pelaku menerapkan pola operasi yang berpindah-pindah lokasi maupun waktu untuk menghindari pantauan aparat penegak hukum.
“Setiap kali petugas datang, aktivitasnya sudah tidak ditemukan. Karena itu kami sangat membutuhkan informasi yang cepat dan akurat agar penindakan dapat dilakukan secara efektif,” katanya.
BNN Perkuat Koordinasi dengan Warga dan Aparat Desa
Untuk mempercepat pengungkapan kasus, BNN Kabupaten Bandung Barat kini memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, aparat kewilayahan, tokoh masyarakat, hingga warga setempat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan dugaan aktivitas peredaran narkoba maupun penyalahgunaan obat keras di lingkungan masyarakat.
Menurut Agus, partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam memutus mata rantai peredaran narkotika.
Cihampelas Jadi Wilayah Prioritas Pengawasan
BNN KBB menegaskan bahwa Kecamatan Cihampelas kini menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam pengawasan peredaran narkoba dan obat keras terbatas.
Seluruh informasi yang masuk, baik dari laporan masyarakat maupun unggahan di media sosial, akan dianalisis sebagai bahan pemetaan untuk mengungkap dugaan jaringan yang beroperasi di kawasan tersebut.
“Cihampelas masih menjadi salah satu fokus pengawasan kami. Semua informasi akan kami dalami bersama aparat terkait untuk mengungkap jaringan yang diduga beroperasi di wilayah itu,” tegas Agus.
Berkaca dari Pengungkapan Kasus di Batujajar
Agus menambahkan, keberhasilan aparat mengungkap kasus peredaran narkoba di Kecamatan Batujajar beberapa waktu lalu menjadi bukti bahwa BNN Kabupaten Bandung Barat bersama aparat penegak hukum akan terus melakukan tindakan tegas terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika maupun obat keras.
Pihaknya berharap, para pelaku yang diduga menjalankan aktivitas ilegal di wilayah Cihampelas dapat segera diamankan sehingga peredaran narkoba dan obat keras di Kabupaten Bandung Barat dapat ditekan.
“Kami berharap para pelaku yang diduga menjalankan aktivitas di Cihampelas dapat segera diamankan sehingga peredaran narkoba dan obat keras di Kabupaten Bandung Barat bisa ditekan,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









